Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 14 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Jokowi Kritik Boikot Retret PDIP, Said Abdullah: Itu Urusan Partai

Ketegangan politik antara Jokowi dan PDIP semakin meruncing usai larangan Megawati terhadap kepala daerah yang ingin mengikuti retret pemerintahan Prabowo.
SilvaSilva21 Februari 2025 Politik
Jokowi Kritik Boikot Retret PDIP
Jokowi Kritik Boikot Retret PDIP (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Ketegangan antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali memanas. Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, menegaskan bahwa mantan presiden itu tidak perlu mencampuri urusan internal partai setelah tidak lagi menjadi kader PDIP.

“Ya ini urusan partai lah ya,” ujar Said kepada wartawan di Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/02/2025).

Pernyataan itu merespons kritik Jokowi terhadap instruksi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang melarang kepala daerah dari PDIP untuk mengikuti retret kepala daerah yang diselenggarakan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di Magelang, Jawa Tengah.

Jokowi, dalam keterangannya kepada wartawan di kediaman pribadinya di Solo, menyayangkan langkah PDIP yang menghambat kepala daerah dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin yang dipilih rakyat.

“Kepala daerah itu dipilih oleh rakyat dan bekerja untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara, bukan untuk kelompok atau partai tertentu,” kata Jokowi, Jumat (21/02/2025).

Baca Juga:
  • Elektabilitas Rudy-Seno Meroket ke 54,2 Persen
  • PPP: Jokowi Tidak Bahas Reshuffle di Pertemuan Ketum Parpol Istana
  • Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta
  • Empat Pulau Aceh Dialihkan ke Sumut, DPR Minta Mediasi Ulang

Instruksi Megawati kepada kepala daerah PDIP disampaikan melalui surat bernomor 7294/IN/DPP//2025, yang diteken pada Kamis (20/02/2025). Dalam surat itu, Megawati meminta para kadernya untuk menunda keberangkatan ke Magelang hingga ada arahan lebih lanjut darinya.

Langkah ini disebut berkaitan dengan penahanan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Megawati menilai dinamika politik nasional saat ini membuat kader partai harus lebih berhati-hati dalam bersikap.

Sejumlah kepala daerah PDIP mengikuti arahan Megawati, seperti Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, yang menyatakan akan menunda keberangkatannya ke Magelang.

“Saya menunda keberangkatan ke Magelang sampai ada arahan lebih lanjut dari Ibu Megawati,” ujarnya.

Namun, sikap ini tidak diikuti oleh semua kepala daerah dari PDIP. Gubernur Jakarta Pramono Anung memilih bungkam ketika ditanya mengenai keikutsertaannya dalam retret saat melayat ke rumah duka mantan Wakapolri, Komjen Pol (Purn) Syafruddin Kambo, Jumat (21/2/2025).

Artikel Terkait:
  • Istana Belum Pastikan Reshuffle Usai OTT Wamenaker Noel
  • Ali Minta Benny Belajar Diksi yang Tenang, Tolak Pernyataan Perang Jokowi
  • Putusan MK Soal Pemilu Dipisah Dinilai Jawab Masalah Sistemik
  • Prabowo Instruksikan Hukuman Berat untuk Oknum Brimob Penabrak Ojol

Retret kepala daerah yang diselenggarakan di Akademi Militer (Akmil) Magelang merupakan bagian dari orientasi bagi kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024. Program yang berlangsung 21–28 Februari 2025 ini bertujuan untuk memberikan pembekalan tentang tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa retret ini bersifat wajib, karena bertujuan untuk menyamakan visi pembangunan nasional dengan kebijakan daerah.

Sikap Megawati yang melarang kader PDIP mengikuti retret menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk pengamat politik yang menilai bahwa tindakan ini justru memperlihatkan dominasi partai dalam urusan pemerintahan.

“Negara ini negara kesatuan, bukan negara partai. Jika kepala daerah dihambat dalam menjalankan tugasnya, itu bisa menjadi preseden buruk dalam demokrasi kita,” ujar seorang analis politik dari Universitas Indonesia.

Jangan Lewatkan:
  • DPR Bahas Skema Baru Pemilu, Pilkada Bisa Digelar Lebih Awal
  • Prabowo Beri Sinyal Reshuffle Kabinet, Dasco: Itu Peringatan Tegas
  • Indikator: Debat Cawapres, ⁠Mayoritas Publik Unggulkan Gibran
  • Rakorda Gerindra Kaltim, Seno Aji Ajak Gelorakan Peran Fungsi Pengurus dan Kader

Ketegangan antara Jokowi dan PDIP tampaknya belum akan mereda dalam waktu dekat. Banyak pihak menunggu apakah akan ada langkah lebih lanjut dari pemerintahan Prabowo terkait kepala daerah yang tidak menghadiri retret ini.

Jokowi Megawati Soekarnoputri PDIP vs Prabowo Politik Nasional Retret Kepala Daerah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleUsai Instruksikan Boikot Retret, Megawati Panggil Kader ke Teuku Umar
Next Article Nusron Wahid Jamin Keamanan Sertifikat Elektronik, Data Center Anti Bobol

Informasi lainnya

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

1 Oktober 2026

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

15 Mei 2026

Ironi LCC Kalbar: Jawaban Sama, Nilai Beda

12 Mei 2026

Presma UINSI Kritik Renovasi Rujab Rp25 Miliar

12 April 2026

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

20 Maret 2026

Gaduh Ijazah dan Politik Adu Domba

26 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

UMP 2025: Melampaui Angka, Memahami Kebutuhan

Editorial Udex Mundzir

Generasi Tua dan Muda Berkolaborasi untuk Indonesia Emas 2045

Profil Silva

Mengapa Banyak Pikiran Bikin Lapar?

Perspektif Alfi Salamah

Reformasi Polri: Antara Penegak Hukum atau Duta Wisata?

Refleksi Udex Mundzir

Meal Prep, Solusi Orang Sibuk

Daily Tips Alfi Salamah
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi