Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mengenal Suku Kajang, Penjaga Hutan Adat Bulukumba

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

100 Mahasiswa UBB Dapat Beasiswa Kelapa 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 5 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Usai Instruksikan Boikot Retret, Megawati Panggil Kader ke Teuku Umar

Instruksi Megawati Soekarnoputri agar kepala daerah PDIP menunda keberangkatan ke retret di Magelang menimbulkan tanda tanya besar di kalangan politik.
SilvaSilva21 Februari 2025 Politik
Megawati Boikot Retret Kepala Daerah PDIP
Megawati Boikot Retret Kepala Daerah PDIP (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memanggil sejumlah kader partai ke kediamannya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (21/02/2025). Pemanggilan ini terjadi setelah Megawati menginstruksikan boikot retret kepala daerah yang digelar di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada 21-28 Februari 2025.

Salah satu kader yang hadir, Ketua DPP PDIP Said Abdullah, memilih untuk tidak memberikan banyak komentar terkait pertemuan tersebut.

“Enggak ada apa-apa,” ujarnya singkat saat ditemui wartawan di Teuku Umar, Jumat (21/02/2025).

Said juga menghindari pertanyaan mengenai sikap kader terhadap instruksi Megawati. Ketika ditanya apakah para kepala daerah benar-benar akan menunda keberangkatan mereka ke Magelang, ia hanya mengatakan bahwa dirinya sedang ada tugas lain.

“Saya ada tugas. Ya namanya kader, ada tugas lah,” kata Said.

Said mengaku datang bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, namun ia tidak mengonfirmasi apakah Pramono juga mengikuti perintah Megawati.

Instruksi boikot retret ini tertuang dalam surat bernomor 7294/IN/DPP/2025, yang diteken oleh Megawati pada Kamis (20/02/2025). Dalam surat itu, ia meminta para kepala daerah dari PDIP untuk menunda keberangkatan mereka ke Magelang, dengan alasan dinamika politik yang sedang terjadi.

Baca Juga:
  • Pidato Perdana Wali Kota Tasikmalaya: Komitmen Bangun Kota Santri yang Maju
  • MK Hapus Presidential Threshold, Berikan 5 Pedoman Baru
  • Demokrat Nilai Pemisahan Pemilu Punya Kelebihan dan Tantangan
  • Mahyunadi Janji Anggaran RT Naik Lima Kali Lipat

Keputusan ini diambil tak lama setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Sejumlah pihak menilai langkah Megawati ini sebagai respons terhadap kondisi politik yang kurang menguntungkan bagi partainya.

Megawati menegaskan bahwa keputusan tersebut berdasarkan AD/ART PDIP, khususnya Pasal 28 Ayat 1, yang menyebutkan bahwa Ketua Umum memiliki kewenangan penuh dalam mengendalikan kebijakan partai.

“Kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk menunda perjalanan yang akan mengikuti retret di Magelang pada tanggal 21-28 Februari 2025. Sekiranya telah dalam perjalanan menuju Kota Magelang, untuk berhenti dan menunggu arahan lebih lanjut dari Ketua Umum,” tulis Megawati dalam surat tersebut.

Sikap Megawati ini memicu berbagai reaksi. Sejumlah pihak menilai bahwa boikot ini bisa berdampak pada hubungan PDIP dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang disebut turut dipanggil ke Teuku Umar juga memilih bungkam ketika ditanya mengenai keikutsertaannya dalam retret.

Di sisi lain, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menyatakan akan patuh pada instruksi Megawati.

Artikel Terkait:
  • Asep Sukmana Dilantik sebagai Penjabat Wali Kota Tasikmalaya
  • Ali Minta Benny Belajar Diksi yang Tenang, Tolak Pernyataan Perang Jokowi
  • Purbaya Tuai Kontroversi, Sebut Tuntutan 17+8 Hanya Suara Kecil
  • Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

“Saya menunda keberangkatan ke Magelang sampai ada arahan lebih lanjut dari Ibu Megawati,” kata Masinton.

Namun, tidak semua kader PDIP tampak sepakat dengan keputusan ini. Beberapa kepala daerah masih mempertimbangkan apakah mereka akan tetap berangkat atau mengikuti instruksi partai.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk menangani situasi ini agar kepala daerah bisa tetap menjalankan tugas mereka sesuai dengan agenda pemerintahan nasional.

Instruksi boikot ini menunjukkan dinamika politik antara PDIP dan pemerintahan Prabowo yang semakin kompleks. Jika kepala daerah dari PDIP benar-benar menolak hadir dalam retret, bisa jadi hubungan antara PDIP dan pemerintahan Prabowo semakin merenggang.

Para pengamat politik menilai, sikap Megawati bisa menjadi ujian loyalitas bagi kepala daerah PDIP. Mereka dihadapkan pada dilema antara patuh pada partai atau menjalankan tugas sebagai kepala daerah yang bekerja untuk kepentingan publik.

Jangan Lewatkan:
  • Caleg PPP ini Siap Kawal Aspirasi Masyarakat Kutim
  • Nawawi Ungkap Alasan Pelantikan Pimpinan KPK Dipercepat
  • Jokowi Ditegur Anies: Jangan Intervensi Pemilu, Kekuasaan Tak Penting
  • Penolakan Kenaikan Harga BBM dan Listrik: Awal Keruntuhan Soeharto

Ke depan, masih belum jelas apakah Megawati akan tetap bersikeras dengan keputusan ini atau akan memberikan kelonggaran kepada kepala daerah yang ingin mengikuti retret.

Boikot Retret PDIP Hubungan PDIP-Prabowo Megawati Soekarnoputri Politik Nasional Retret Magelang
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBea Cukai dan Aparat Gabungan Amankan Pakaian Bekas Ilegal
Next Article Jokowi Kritik Boikot Retret PDIP, Said Abdullah: Itu Urusan Partai

Informasi lainnya

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

15 Mei 2026

Ironi LCC Kalbar: Jawaban Sama, Nilai Beda

12 Mei 2026

Presma UINSI Kritik Renovasi Rujab Rp25 Miliar

12 April 2026

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

20 Maret 2026

Gaduh Ijazah dan Politik Adu Domba

26 Januari 2026

Warisan Masalah Era Jokowi

19 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

e-KTP: Teknologi Tanpa Arah

Editorial Udex Mundzir

Mengenal Es Gabus: Bahan, Tekstur, dan Keamanan

Food Lisda Lisdiawati

Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Baru

Profil Ericka

Bela Negara atau Bela Penguasa?

Perspektif Udex Mundzir

Inilah Harga Baru Pembuatan Paspor Mulai 17 Desember

Travel Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Prioritas Silaturahmi Lebaran, Siapa Didahulukan?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi