Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pramuka Cisayong, Saatnya Bergerak

Pramuka Cisayong diminta aktif bersinergi dengan pemerintah untuk peran yang lebih besar di masyarakat.
SilvaSilva24 Januari 2025 Opini
Pramuka Cisayong
Kegiatan Pramuka Cisayong (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pramuka itu wadah pendidikan karakter yang telah lama menjadi bagian dari pembentukan generasi muda Indonesia. Namun, seperti api unggun yang mulai redup, peran Pramuka di beberapa wilayah mulai dilupakan.

Di Cisayong, Camat Ayi Mulyana Herniwan dengan tegas menyerukan perubahan. Dalam pelantikan pengurus Kwarran Gerakan Pramuka masa bakti 2025-2028, ia meminta agar Pramuka tidak diam, melainkan bergerak dan berkolaborasi dengan pemerintah setempat.

Seruan ini bukan tanpa alasan. Dalam pidatonya, Ayi menekankan pentingnya Pramuka untuk aktif beradaptasi dan menciptakan inovasi. Pramuka memiliki potensi besar untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, namun potensi ini hanya akan menjadi harapan kosong jika organisasi ini tidak berjalan aktif.

Pentingnya kolaborasi ini juga mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh banyak organisasi lokal saat ini: keterbatasan sumber daya dan minimnya sinergi. Dalam konteks Pramuka, kemampuan untuk beradaptasi dengan kebutuhan zaman—termasuk menggandeng pemerintah dan komunitas lain—akan menentukan relevansinya.

Dinamika proses Musyawarah Ranting (Musran) yang berlangsung awal Januari lalu juga menjadi sorotan. Pemilihan kembali Kak Ati Kusmayati sebagai Ketua Kwarran menunjukkan adanya kepercayaan terhadap kepemimpinannya. Namun, proses tersebut diwarnai kritik atas dugaan ketidaktransparanan. Meski telah dilakukan revisi aturan pendaftaran, polemik yang muncul menjadi pelajaran penting bahwa regenerasi kepemimpinan di Pramuka masih memerlukan pembenahan.

Salah satu tantangan yang harus segera diatasi adalah mengembalikan kepercayaan internal dan eksternal terhadap proses pengambilan keputusan dalam organisasi ini. Transparansi harus menjadi prinsip utama. Ketegasan dalam mematuhi AD/ART Gerakan Pramuka juga perlu dijadikan pedoman, seperti yang disampaikan oleh Kak Udex Mundzir, pemimpin sidang presidium dalam Musran.

Namun, kritik ini tidak semata-mata berarti buruk. Ia membuka ruang refleksi dan perbaikan bagi pengurus yang baru dilantik. Pelajaran penting dari dinamika Musran Cisayong adalah bahwa regenerasi tidak boleh hanya menjadi formalitas. Perlu ada upaya untuk mendorong pemimpin-pemimpin baru yang benar-benar berkomitmen.

Selain itu, sinergi dengan pemerintah yang ditekankan Camat Ayi bukanlah hal baru. Kolaborasi lintas sektor seperti ini dapat membawa dampak yang signifikan. Dalam konteks pendidikan karakter, Pramuka memiliki peran strategis untuk membantu pemerintah mewujudkan generasi muda yang tangguh, kreatif, dan inovatif. Oleh karena itu, program-program Kwarran harus dirancang dengan pendekatan yang relevan dan aplikatif.

Sebagai contoh, pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan lokal seperti agribisnis atau teknologi tepat guna bisa menjadi fokus program kerja yang baru. Ini tidak hanya membuat Pramuka relevan dengan perkembangan zaman, tetapi juga membantu para anggotanya mempersiapkan diri menghadapi tantangan ekonomi dan sosial di masa depan.

Hal penting lainnya adalah transparansi dalam perencanaan dan pelaksanaan program. Melibatkan anggota dan masyarakat secara lebih luas dalam proses ini akan meningkatkan rasa memiliki dan mendukung keberlanjutan program. Komunikasi yang baik, baik dengan anggota maupun masyarakat, akan menjadi kunci keberhasilan Kwarran Cisayong di masa mendatang.

Kritik terhadap regenerasi kepemimpinan dan tantangan internal bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, ini menjadi peluang emas bagi Pramuka Cisayong untuk membuktikan kapasitasnya. Dengan pengurus baru yang penuh semangat dan komitmen untuk memperbaiki sistem, masa depan Kwarran Cisayong bisa lebih cerah.

Gerakan Pramuka telah menjadi bagian dari sejarah panjang Indonesia. Agar tetap relevan, ia harus mampu menjadi dinamis tanpa kehilangan akar tradisinya. Dengan kolaborasi, inovasi, dan regenerasi yang sehat, Pramuka Cisayong dapat menjadi teladan bagaimana organisasi tradisional mampu beradaptasi dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Tugas para pengurus baru kini adalah memastikan bahwa pelajaran dari masa lalu diterapkan dalam langkah-langkah konkret. Seperti yang diungkapkan oleh Kak Ati, meskipun ada kekurangan, program-program yang telah dirancang harus direalisasikan dengan baik. Semoga semangat perubahan ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar diwujudkan.

Kolaborasi pemerintah Pelantikan Kwarran 2025 Pramuka Cisayong Regenerasi kepemimpinan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDida Nurhayati: Membangun Pramuka Cisayong yang Berprestasi
Next Article Singapura Peringatkan Risiko Perang Dunia Ketiga

Informasi lainnya

Urban Farming: Mandiri di Kota

18 Januari 2026

Tren Fashion Terbaru 2026

16 Januari 2026

TikTok & Konten Viral

16 Januari 2026

Investasi Milenial Kini dan Masa Depan

28 Desember 2025

Bumi Tanpa Pohon, Krisis yang Tak Terlihat

28 Desember 2025

Ketika Relawan Butuh Akal Sehat, Bukan Sekadar Semangat

26 Oktober 2025
Paling Sering Dibaca

APBS Siapkan Santri Jadi Pengusaha Tangguh

Bisnis Ericka

Menjaga Batasan: Hakmu untuk Hidup Lebih Bahagia

Happy Silva

Menggapai Suci Haji: Panduan Menyeluruh Lahir dan Batin

Islami Alfi Salamah

Nasaruddin Umar di Puncak Kepuasan Publik

Editorial Udex Mundzir

Hakim Bisa Dibeli? Ini Darurat!

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.