Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

PHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pinjaman Paylater Bank Tembus Rp22,78 T per Maret 2025

Pertumbuhan kredit paylater perbankan melampaui 32% secara tahunan, didorong peningkatan jumlah pengguna.
ErickaEricka9 Mei 2025 Ekonomi
kredit berbasis skema buy now pay later (BNPL)
Ilustrasi kredit berbasis skema buy now pay later (BNPL) (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan lonjakan signifikan pada penyaluran kredit berbasis skema buy now pay later (BNPL) atau paylater oleh sektor perbankan.

Hingga Maret 2025, total nilai kredit paylater yang disalurkan bank mencapai Rp22,78 triliun, tumbuh 32,18% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa nilai tersebut setara dengan 0,29% dari total kredit perbankan nasional.

Angka ini menunjukkan tren kenaikan dari Februari 2025, yang mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 36,60%.

Jumlah akun aktif pengguna layanan paylater bank juga meningkat signifikan. Per Maret 2025, tercatat ada 24,56 juta rekening, naik dari 23,66 juta pada Februari.

Baca Juga:
  • Maraknya Penjualan SPBU di Jakarta Menimbulkan Pertanyaan: Apakah Masih Menjanjikan?
  • BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen
  • UMP Jakarta 2025 Naik Rp 329.380, UMSP Masih Tertunda
  • Buruh Desak Kejelasan Definisi Barang Mewah PPN 12%

“Pertumbuhan jumlah akun menunjukkan peningkatan minat masyarakat terhadap fasilitas kredit digital berbasis paylater yang disediakan oleh bank,” ujar Dian Ediana Rae dalam konferensi pers daring, Jumat (9/5/2025).

Di sektor perusahaan pembiayaan, tren serupa juga tercermin.

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, total penyaluran pinjaman paylater oleh perusahaan pembiayaan pada Maret 2025 mencapai Rp8,22 triliun.

Ini mencerminkan pertumbuhan 39,3% YoY, meski melambat dari Februari yang mencatat kenaikan 59,1% YoY.

Agusman menambahkan, kualitas kredit di sektor pembiayaan membaik dengan penurunan rasio kredit bermasalah (non-performing financing/NPF) dari 3,68% menjadi 3,48%.

Artikel Terkait:
  • Daftar Biaya Transaksi Elektronik yang Dikenakan PPN
  • Kebijakan Hapus Piutang UMKM Butuh Aturan Detail untuk Efektivitas
  • Prabowo Tegaskan Indonesia Bebas Impor Beras Tahun 2025
  • Alfamart Tutup 300 Gerai Sepanjang 2024, Ini Penjelasannya

Sementara itu, sektor fintech peer-to-peer (P2P) lending juga mengalami kenaikan.

Outstanding pembiayaan mencapai Rp80,02 triliun pada Maret 2025, tumbuh 28,72% dari posisi Maret 2024 sebesar Rp62,17 triliun. Tingkat wanprestasi (TWP 90) tercatat turun tipis menjadi 2,77%.

Peningkatan layanan BNPL dari ketiga sektor tersebut mengindikasikan semakin luasnya adopsi sistem kredit digital di Indonesia.

Jangan Lewatkan:
  • Bukalapak Hentikan Penjualan Produk Fisik, Fokus ke Produk Virtual
  • Krisis Sritex: 3.500 Buruh Dirumahkan Tanpa Gaji
  • Jabar Beri Diskon Pajak Kendaraan Saat Lebaran
  • Koperasi Desa Merah Putih Resmi Beroperasi Nasional

OJK menilai tren ini sebagai peluang sekaligus tantangan, terutama dalam memastikan pengelolaan risiko kredit yang sehat dan perlindungan konsumen.

Fintech Indonesia Layanan BNPL OJK 2025 Paylater Bank Pertumbuhan Kredit Digital
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleEkspor UMKM Tembus Rp850 Miliar hingga April 2025
Next Article Kaltim Dorong Swasembada Pangan, Petani Milenial Jadi Ujung Tombak

Informasi lainnya

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

26 Oktober 2026

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Evaluasi Smart City Kabupaten Sidoarjo, Sekda Minta Kolaborasi Hexahelix

Techno Silva

Menag di Vatikan: Diplomasi Iman dan Kemanusiaan

Editorial Udex Mundzir

Menjaga Batasan: Hakmu untuk Hidup Lebih Bahagia

Happy Silva

Langkah Utang Pemerintah di Akhir 2024

Editorial Udex Mundzir

Hakim Bisa Dibeli? Ini Darurat!

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi