Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

PHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Wisata Instagramable Jadi Pangsa Pasar Baru

Destinasi kekinian tak sekadar pemandangan. Namun, refleksi cara kita berburu eksistensi digital.
Alfi SalamahAlfi Salamah18 Juli 2025 Travel
Rekomendasi Wisata Instagramable
Wisata Instagramable
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Fenomena viral wisata foto estetik di Jawa seperti Jembatan Gantung Rengganis Bandung, “Nepal van Java” Dusun Butuh Magelang, dan Ranu Manduro Mojokerto telah mengubah konsep liburan.

Awalnya sekadar tempat transit, kini menjadi magnet utama bagi content creator, komunitas traveler, bahkan wisatawan biasa yang mendorong tren ini jadi trending topics sepanjang 2025.

Dari Konten Estetik Menuju Destinasi Utama

Jembatan Gantung Rengganis di Bandung menjadi sorotan utama. Dengan latar pegunungan dan lembah hijau, tempat ini mudah dipoles menjadi feed Instagram layaknya lanskap luar negeri.

Data dari media sosial menunjukkan tagar #RengganisBridge mencapai jutaan penayangan sepanjang Juni–Juli. Sejumlah kreator konten mengatakan bahwa engagement foto mereka bisa naik hingga 30% hanya dengan mengambil gambar di kap-lokasi tersebut.

Fenomena serupa terjadi di Dusun Butuh, Magelang. Dijuluki “Nepal van Java”, pemandangan perbukitan berpagar kabut dan kontur undulating mirip wilayah Himalaya menyajikan nuansa eksotis. Liburan ke sini bahkan dianggap “rasa backpacker tapi tetap estetik”. Penginapan glamping bermodel tenda ala pegunungan, serta trail yang dipoles dengan drone-view, membuat lokasi ini jadi favorit komunitas pencinta fotografi alam dan retret spiritual.

Sementara itu, Ranu Manduro di Mojokerto juga dilirik karena kombinasi antara danau tenang, jembatan kayu mengapung, dan latar Gunung Penanggungan. Meski belum sepopuler dua sebelumnya, tagar #RanuManduro tumbuh pesat. Pebisnis lokal pun mulai memaketkan wisata sepeda keliling dan camping semi-premium.

Baca Juga:
  • Keindahan Ranu Kumbolo, Surga Tersembunyi di Punggung Semeru
  • Wae Rebo, Desa di Atas Awan yang Menyimpan Pesona Budaya dan Alam
  • Menepi di Jejeran Cemara & Laut Lepas Pangempang
  • Wisata Gunung Api, Indah tapi Seberapa Aman?

Keindahan Visual, Risiko Sosial-Ekologis

Tren ini bukan tanpa kritik. Pertama, isu overtourism mulai muncul. Jalan menuju lokasi jembatan di Bandung macet saat akhir pekan. Sampah plastik berserakan di pinggir lokasi glamping di Magelang, dan fasilitas sanitasi di tiga titik ini kadang tak mampu menampung lonjakan pengunjung.

Kedua, ada kekhawatiran soal keberlanjutan. Spot foto yang didesain sedari awal graphically appealing cenderung mengesampingkan ekologi lokal. Misalnya, gubuk bambu dibangun di sepanjang tepian danau tanpa analisis dampak ekologis. Banyak pohon dipangkas demi menciptakan “view foto sempurna”.

Dari perspektif ekonomi lokal, tren ini mendatangkan cuan. Kafe pop-up dan warung lokal tumbuh di sekitarnya. Di Magelang, UKM tenun lokal memamerkan batik motif khas daerah sekitar untuk dijual ke pengunjung, memperluas jangkauan pasar mereka. Hal positif ini layak diapresiasi.

Namun, aspek sosial perlu diperhatikan. Masyarakat setempat mendadak menjadi “pelayan wisatawan”. Ada kesenjangan budaya dan sosio-ekonomi antara penduduk asli dan pengunjung dari luar. Harga warung melejit hingga 2–3 kali lipat saat weekend, yang memicu pertanyaan tentang aksesibilitas bagi warga lokal.

Menyelaraskan Estetika dan Keberlanjutan

Maka, apa solusinya? Pertama, pemerintah daerah harus menerapkan kuota harian pengunjung berbayar dengan sistem digital. Ini tak hanya mengendalikan jumlah orang, tapi juga mendatangkan PAD yang dapat digunakan untuk pengembangan infrastruktur dan pelatihan pemandu wisata lokal.

Artikel Terkait:
  • Ephesus: Kota Legendaris yang Tak Pernah Mati
  • Keunikan Budaya dan Kemajuan Teknologi, Inilah Keistimewaan Jepang
  • Menembus Gelap
  • Kyoto Kerek Tarif Wisata Demi Selamatkan Warisan Budaya

Kedua, perlu ada zonasi ekologis. Area konservasi pohon maupun danau harus dijaga. Pembangunan spot foto dicadangkan hanya pada lahan yang sudah rusak untuk mencegah erosi. Tanpa pengawasan, estetika akan mengalahkan keberlanjutan lingkungan.

Ketiga, wajibkan edukasi pentingnya sikap wisata berkelanjutan. Pengelola—baik swasta maupun pemerintah—harus menyediakan signage, menjalankan kampanye #LeaveNoTrace, dan melibatkan relawan lokal untuk menjaga kebersihan.

Keempat, dorong pemberdayaan ekonomi lokal dengan pengembangan paket wisata inklusif berbasis komunitas. Misalnya, pengunjung dapat membeli oleh-oleh hasil karangan tangan anak-anak sekolah setempat, belajar anyaman bambu, atau mengikuti wisata religi lokal.

Tren “wisata instagramable” tak bisa dihentikan, karena ia sarat dengan peluang. Namun tanpa strategi pengelolaan yang matang, keindahan akan lenyap, berganti kerusakan ekologi dan konflik sosial. Keseimbangan antara estetika, ekonomi lokal, dan ekologi adalah kunci.

Jangan Lewatkan:
  • Gunung Andong, Primadona Pendaki Pemula
  • Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi
  • Ledakan Wisata Labuan Bajo
  • Bingung Mau Liburan Kemana? Yuk Nikmati Keindahan Wisata Alam Musim Panas di Nikko Jepang

Saat estetika dan kelestarian berjalan beriringan, destinasi seperti Rengganis, Butuh, dan Ranu Manduro bisa jadi contoh sukses. Jika tidak, maka warnanya hanya akan tinggal di feed, sedangkan realitasnya penuh sampah dan kemacetan.

Rekomendasi Tempat Wisata Wisata Alam 2025 Wisata Instagramable
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDriver Ojol Desak Prabowo Terbitkan Perppu Perlindungan Mitra
Next Article Pulau Sumba, Surga Eksotis Baru

Informasi lainnya

Ketika Bencana Mengubah Cara Kita Bepergian

13 September 2026

Wisata Gunung Api, Indah tapi Seberapa Aman?

12 September 2026

Wulla Poddu, Bulan Sakral yang Hidup di Sumba

6 September 2026

Mengenal Suku Kajang, Penjaga Hutan Adat Bulukumba

5 September 2026

Keindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan

14 April 2026

Menjelajah Dunia Digital di teamLab Planets Tokyo

13 April 2026
Paling Sering Dibaca

Mengelola WhatsApp Channel, Panduan Lengkap untuk Kesuksesan dalam Komunikasi Bisnis

Techno Udex Mundzir

5 Peran Penting Dalam Tim yang Solid

Daily Tips Assyifa

Ma Eroh, Perempuan Bertangan Batu

Profil Richard Mundzir

Kekalahan RIDO: Pelajaran dari Jakarta

Editorial Udex Mundzir

Bukan Lalai, Tapi Sinyal Korupsi

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi