Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Ironi LCC Kalbar: Jawaban Sama, Nilai Beda

WHO Selidiki Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 13 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tim Kaltim Pantau Harga Pangan di Berau

Jelang Ramadan, pemerintah pastikan stok aman dan harga relatif stabil.
Alfi SalamahAlfi Salamah18 Februari 2026 Daerah
Harga Pangan
Tim Kaltim pantau harga pangan tetap aman (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Berau – Riuh tawar-menawar di Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) terasa sedikit berbeda. Di tengah denyut aktivitas pedagang dan pembeli, tim pemerintah turun langsung menyisir lapak demi lapak, memastikan harga tetap terkendali dan stok pangan mencukupi menjelang Ramadan.

Tim Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Kalimantan Timur melakukan pemantauan intensif di Kabupaten Berau, Selasa (17/2/2026). Kegiatan diawali dari tingkat distributor sebelum berlanjut ke Pasar SAD. Langkah ini dilakukan guna memastikan rantai pasok berjalan lancar dari hulu hingga hilir.

Pemantauan dipimpin Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Kaltim, Maino Dwi Hartono, bersama jajaran terkait. Selain mengecek harga dan ketersediaan barang, tim juga melaksanakan uji cepat keamanan pangan terhadap sejumlah komoditas seperti beras, cabai, wortel, dan bawang.

Maino menyampaikan bahwa secara umum stok bahan pokok di Berau dalam kondisi mencukupi dan aman, dengan harga yang relatif stabil. Meski demikian, ia mengakui terdapat fluktuasi pada beberapa komoditas.

“Bahan pangan tersedia cukup, aman, dan harganya stabil. Memang ada beberapa yang mengalami kenaikan, tapi ada juga yang mengalami penurunan, seperti bawang merah dan bawang putih yang mengalami sedikit penurunan,” ujarnya.

Hasil rapid test yang dilakukan di lapangan menunjukkan seluruh sampel pangan yang diuji dinyatakan aman untuk dikonsumsi. Pemerintah ingin memastikan masyarakat merasa tenang saat berbelanja kebutuhan pokok di pasar tradisional.

“Setelah kami uji keamanan pangan dari beras, cabai, wortel hingga bawang, semuanya aman. Ini untuk memberi keamanan kepada masyarakat untuk membeli bahan pangan di pasar,” katanya.

Baca Juga:
  • Polisi selidiki penyebab kematian WNA Korsel di Samarinda
  • Kawal KPU, Ali Hamdi Tegaskan Pentingnya Menjaga Demokrasi
  • Ratusan Rumah Warga Gempolsari Tergenang Banjir
  • Jum’at Curhat, Polresta Blitar Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Kelestarian Lingkungan

Menjelang Ramadan dan Idulfitri, pemerintah menitikberatkan pada tiga aspek utama, yakni ketersediaan stok yang memadai, distribusi yang merata, serta kestabilan harga. Hasil pemantauan selama dua hari, 16–17 Februari 2026, akan menjadi bahan evaluasi lanjutan. Pengawasan dilakukan tidak hanya di pasar, tetapi juga menelusuri distributor, agen, hingga produsen seperti penggilingan padi.

“Tentu akan menjadi feedback buat pemerintah untuk menelusuri kembali. Kami tidak semata-mata melihat di hilir saja, tapi juga di distributor, agen, mungkin sampai ke pabriknya, misalnya penggilingan dan lainnya. Tentunya perlu proses dan waktu,” jelasnya.

Maino juga menyoroti dua komoditas yang memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni beras dan minyak goreng merek Minyakita. Sementara minyak goreng premium tidak termasuk dalam pengaturan HET.

“HET itu harga tertinggi bagi konsumen yang sudah dihitung dari biaya produksi hingga distribusi. Kalau melihat beras, itu diproses dari gabah,” tuturnya.

“Kalau harga gabah tinggi, harga beras juga tinggi. Jadi tidak semata-mata dilihat di hilir, harus kita lihat dari tengah sampai hulunya,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa persoalan harga gabah dan beras menjadi perhatian bersama antara pemerintah pusat dan daerah. Pengawasan menyeluruh akan terus dilakukan guna menjaga stabilitas menjelang hari besar keagamaan.

Artikel Terkait:
  • Perkuat Komitmen Anti-Korupsi, Kukar Teken Pernyataan MSCP
  • Upacara HUT RI ke-80, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju
  • Kebakaran di TPA Randegan, Warga Terganggu Asap Tebal
  • Ciamis Larang Siswa SD dan SMP Bawa Motor ke Sekolah

Di sisi lain, Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak selama Ramadan. Ia mengingatkan bahwa setiap bulan puasa biasanya terjadi peningkatan konsumsi yang berpotensi memicu inflasi.

“Kita ketahui biasanya selama puasa terjadi lonjakan inflasi. Kebiasaan kita selama puasa harusnya konsumsi lebih sedikit, tapi malah sebaliknya. Itulah dinamika di masyarakat,” ujarnya.

Dinas Pangan Berau juga akan mengintensifkan program gerakan pangan murah dengan menghadirkan Minyakita dari Bulog Berau untuk menjaga keterjangkauan harga di masyarakat.

Sementara itu, sejumlah pedagang di Pasar SAD mengakui adanya kenaikan harga pada komoditas tertentu. Sadariah, salah satu pedagang, menyebut harga cabai melonjak signifikan.

“Yang naik cabai saja. Dari Rp 40-50 ribu, sekarang Rp 100 ribu per kilogram. Jahe juga naik, dari Rp 30 ribu jadi Rp 60 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Jangan Lewatkan:
  • Dispar Kutim Genjot Pendataan Ekraf Lewat Program Sindekraf
  • Tragedi Kebakaran di Balikpapan: Satu Orang Tewas
  • Terus Berinovasi dan Kreatif, Ratusan Personel Puspenerbal Rayakan Kenaikan Pangkat
  • Penanaman Sejuta Pohon, Fitri Maisyaroh: Pohon Memberikan Sumber Oksigen

Namun, ia menambahkan bahwa harga bawang merah justru turun dari Rp 60 ribu menjadi Rp 45 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih berada di kisaran Rp 40 ribu per kilogram.

Dengan pemantauan berkelanjutan dan sinergi antara pemerintah serta pelaku usaha, stabilitas harga dan pasokan pangan di Berau diharapkan tetap terjaga hingga Ramadan dan Idulfitri.

Harga Pangan Berau HET Beras Minyakita Pasar SAD Stabilisasi Pangan Kaltim
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAwal Ramadhan 1447 H Tunggu Sidang Isbat
Next Article BI Kaltim Siapkan Rp2,18 T untuk Serambi 2026

Informasi lainnya

ASN Tasikmalaya Naik Kuda Saat Hari Bebas BBM

6 Mei 2026

Laut Selatan Pangandaran Bergetar, BMKG Rilis Data Gempa

6 Mei 2026

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

10 April 2026

Siswa SMAN 1 Cisayong Dilarikan ke Puskesmas Malam Ini, Diduga Keracunan MBG

9 April 2026

Tunggu Penanganan BPBD, Camat Minta Pemdes Bantu Swadaya Warga Citepus

8 April 2026

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

7 April 2026
Paling Sering Dibaca

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

Editorial Udex Mundzir

Hukum yang Dikebut, Rakyat yang Terjebak

Editorial Udex Mundzir

Jangan Normalisasi Israel

Editorial Udex Mundzir

Dari Dapur ke Ruang Strategis

Profil Alfi Salamah

Pancasila Bukan Milik Satu Nama

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Sidang Isbat Iduladha Digelar pada 17 Mei 2026

Minuman Ini Redakan Nyeri Haid

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi