Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 16 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Masalah Pengelolaan Menghantui Koperasi di Kabupaten Paser: 47% Koperasi Tidak Aktif

Dari 336 koperasi sekitar 47 persen atau 161 koperasi tidak aktif karena persoalan pengelolaan,” kata Yusuf di Tanah Grogot
Adit MusthofaAdit Musthofa12 Juli 2023 Daerah
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Paser, Yusuf dan jajaran (Antara/R.Wartono)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Paser – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Paser, Yusuf mengungkapkan bahwa dari total 336 koperasi di Kabupaten Paser, sebanyak 161 koperasi sudah tidak beroperasi lagi dikarenakan masalah pengelolaan.

“Dari 336 koperasi sekitar 47 persen atau 161 koperasi tidak aktif karena persoalan pengelolaan,” kata Yusuf di Tanah Grogot, Rabu (12/7/2023).

Oleh karena itu kata dia, Pemerintah Kabupaten Paser terus berupaya meningkatkan sumber daya manusia atau SDM untuk pengelola koperasi.

Adapun upaya-upaya yang dilakukan di antaranya melakukan pelatihan. Tahun ini telah dua kali melakukan pembinaan kepada pengurus koperasi.

Diharapkan dengan pelatihan tersebut pengurus koperasi dapat memahami bagaimana mengelola koperasi agar bisa bertahan.

Yusuf menjelaskan di Kabupaten Paser baru 27 koperasi atau sekitar delapan persen yang telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

“Banyak koperasi yang belum melaksanakan RAT, dikarenakan sebagian pengurus tidak memahami bagaimana manajemen laporan keuangan koperasi,” katanya.

Baca Juga:
  • Kaltim Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak Lewat Rakorda P3A
  • Polres Penajam Paser Utara Kirim 180 Anggota Amankan Pilkades di Benuo Taka
  • Gus Salam Undur Diri dari PWNU Jawa Timur
  • WTP ke-12 Kaltim, DPRD Ingatkan Tindak Lanjut BPK

Persaingan Koperasi di Era Digitalisasi Bisa Lebih Maju

Menurutnya, persaingan di era digitalisasi saat ini menuntut koperasi harus lebih maju dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Dengan demikian koperasi sebagai badan usaha bisa bersaing dengan pelaku ekonomi lain.

“Yang paling utama diperlukan, koperasi harus dikelola secara profesional serta tanggungjawab agar bisa terus berkembang,” tegasnya.

Sementara itu akademisi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Tanah Grogot, Asman, S.P, M.P, mengatakan setidaknya ada tiga faktor yang mempengaruhi kemajuan koperasi di daerah.

“Pertama adalah sumber daya manusia pengelola koperasi,” kata Asman

Asman yang merupakan Dekan Pertanian dan Bisnis Digital UMKT menilai kemampuan SDM akan berdampak pada kemajuan koperasi. Karena itu ia mendorong pemerintah daerah aktif melakukan pembinaan kepada pengurus koperasi.

Manajemen yang Koperasi yang Baik Sangat Menentukan

Lanjut Asman, faktor kedua yang membuat koperasi bisa maju adalah adanya manajemen atau tata kelola koperasi yang baik. Manajemen yang baik sangat berkaitan dengan kualitas SDM.

Dukungan Stakeholder

“Faktor ketiga adalah dukungan stakeholder dari pemerintah pusat dan daerah terhadap kemajuan koperasi,” katanya.

Artikel Terkait:
  • Sembilan Kecamatan Daerah Kaltim Diprakirakan Hujan
  • Kemendikbudristek Dorong Transisi Menyenangkan PAUD dan SD di Kutai Kartanegara
  • Ancaman Terhadap Ekonomi! Kenaikan PPN Tuai Kritikan
  • Pertengahan Tahun, Realisasi PAD di Kabupaten Blitar Masih Rendah

Diketahui, tema Hari Koperasi Indonesia tahun 2023 adalah “Bangga Berkoperasi Indonesia Maju,”.

Mengingat saat ini adalah era digitalisasi, Asman berpendapat sudah seharusnya koperasi mengarah pada digitalisasi agar akrab dan mudah diterima oleh generasi muda.

“Seharusnya sudah ke arah digitalisasi, mau tidak mau. Karena bisa memangkas biaya operasional, memudahkan pelayanan, apalagi sesuai dengan rencana daerah Mewujudkan Smart City,” terang Asman.

Menurutnya, kedudukan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional, tidak bisa terbantahkan peran generasi muda untuk melakukan revitalisasi koperasi.

“Generasi muda saat ini cenderung berpikir realistis dan konkret terhadap sesuatu,” katanya.

Ia mengumpamakan soal pertanian, saat ditawarkan program pertanian kepada generasi muda, mereka tidak bisa langsung menerimanya, ‘ayo bertani’, tapi harus diperlihatkan bukti atau hasil nyata dari pertanian yang modern, baru mereka akan tertarik.

Jangan Lewatkan:
  • Ali Hamdi Maknai Kemerdekaan Sebuah Anugerah untuk Disyukuri dan Dijaga
  • Wartawan Sidoarjo Gelar Buka Puasa Bersama dan Bahas Bakti Sosial
  • Pelatihan J-Post Kwarcab Tasikmalaya Kuatkan Relasi dan Perkaya Inovasi
  • Tasikmalaya Nyatakan Siap Pilkada Serentak 2024

Asman meyakini digitalisasi memiliki daya tarik bagi generasi muda untuk berkecimpung dalam dunia koperasi.

“Contoh, sebuah koperasi digital seperti pinjaman online (pinjol) yang saat ini banyak digunakan generasi muda. Harusnya koperasi  bisa diarahkan seperti itu,” kata Asman.

Digitalisasi Kabar Paser Koperasi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKutai Timur Raih Penghargaan Pembinaan Koperasi dan UMKM Terbaik Se-Kaltim
Next Article Pemilih dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD) Bisa Ikut Pemilu 2024

Informasi lainnya

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

14 September 2026

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

15 Agustus 2026

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

25 Juli 2026

Kebakaran Landa Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi

25 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

19 Juli 2026

Genset Sound Horeg Terbakar, Respons Warganet Mengemuka

16 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Generasi Muda dan Tren Slow Living di Era Digital

Perspektif Alfi Salamah

Pramuka Indonesia: Dukungan Solidaritas untuk Palestina

Refleksi Ericka

Negara Hukum yang Sistem Hukumnya Dibuat Ruwet

Perspektif Udex Mundzir

Misi Kemanusiaan yang Mendunia Palang Merah Indonesia

Kroscek Alfi Salamah

Tips Anti Baper Saat Lihat Pasangan Halal Muda

Daily Tips Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Harga Plastik Naik Tajam, Pedagang Kopi Tertekan

5 Amalan Utama Ketika Gerhana Bulan Terjadi

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi