Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ilmu Bukan Sekadar Mesin Industri

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

Indonesia Jadi Tuan Rumah Forum Imam Dunia 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 27 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

Terkendalanya alokasi dana desa membuat warga harus bersiap turun tangan menyambung pasokan air, sambil menunggu perbaikan permanen dari pemerintah daerah.
Adit MusthofaAdit Musthofa7 April 2026 Daerah
Kondisi saluran irigasi sawah yang terputus total diterjang tanah longsor di Citepus, Desa Santanamekar, Tasikmalaya.
Kondisi saluran irigasi sawah yang terputus total diterjang tanah longsor di Citepus, Desa Santanamekar, Tasikmalaya.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tasikmalaya – Warga di wilayah Citepus, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, kini harus turun tangan menyelamatkan nasib persawahan mereka sendiri. 

Bencana tanah longsor yang terjadi pada Minggu, (5/4/2026) sore telah memutus total saluran irigasi vital, mengambrolkan balong warga, dan material longsoran berupa tanah dan bebatuan jatuh menimpa area persawahan di bawahnya serta meluapkan air hingga ke halaman Pesantren Pramuka Khalifa.

Di tengah ancaman krisis air untuk lahan pertanian, warga tidak bisa mengharapkan perbaikan infrastruktur secara instan dari pemerintah desa. Pasalnya, anggaran perbaikan permanen tidak tersedia di kas desa, sehingga warga didorong untuk melakukan penanganan sementara secara mandiri.

Kepala Wilayah (Kawil) Citepus, Suhendar, secara gamblang membagi antara tugas administratif pemerintahan dan tugas di lapangan yang kini dibebankan kembali kepada masyarakat.

“Untuk urusan pemerintahan, saat ini sedang dalam proses permohonan dan pelaporan ke atas. Sementara untuk penanganan di lapangan, kembali lagi ke lingkungan masyarakat untuk kerja samanya,” ujar Suhendar.

Sebagai solusi darurat agar air kembali mengalir, warga membutuhkan sekitar tiga batang pipa paralon ukuran 8 inci dengan bentangan 12 meter yang akan dipasang melalui kerja bakti.

Baca Juga:
  • Upacara HUT RI ke-80, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju
  • Komitmen Pemprov Kaltim Mengembangkan Koperasi dan Pencegahan Karhutla
  • Tunda Pilkada Serentak 2024? Keputusan Bergantung Kesiapan KPU RI dan Polri
  • Pemkot Samarinda Luncurkan Program Pembersihan Rutin Sungai Karang Mumus

Keterbatasan Kewenangan dan Anggaran Desa

Merespons lambatnya perbaikan fisik secara permanen, Pemerintah Desa Santanamekar beralasan bahwa hal tersebut berada di luar kapasitas keuangan desa. Kepala Desa Santanamekar, Ade Saepudin, menyatakan pihaknya telah menyediakan paralon yang dibutuhkan warga, namun untuk pembangunan utuhnya, desa harus menunggu campur tangan Pemerintah Kabupaten.

“Sementara ini saluran irigasi diganti dulu dengan paralon, pokoknya sudah ada dari desa. Untuk perbaikan utuhnya itu proyek besar dan tidak bisa di-cover oleh Dana Desa. Kami sudah membuat laporan bencana ke kecamatan untuk diteruskan ke Kabupaten agar mendapat dana tanggap darurat,” tegas Ade, Selasa (7/4/2026).

Pernyataan tersebut didukung oleh Ketua BPD Santanamekar, Asep Selamet Setiawan. Ia mengonfirmasi bahwa tangan pemerintah desa terikat oleh aturan dari pusat terkait penggunaan anggaran. 

“Dana Desa sekarang itu penggunaannya sudah ditentukan pos-posnya dari pusat. Kami dari pihak desa hanya menyalurkan anggaran tanpa bisa merubah pos yang ada,” terangnya.

Catatan Transparansi Anggaran

Terkait transparansi penggunaan anggaran desa tahun 2026 yang disebut mencapai Rp350 juta, Kades Ade Saepudin mengklaim bahwa seluruh rinciannya sudah terplot dan bisa diakses oleh publik.

Artikel Terkait:
  • Evaluasi Lomba Gotong Royong Kaltim: Mengukir Kebersamaan Desa
  • Hari Jadi Tasikmalaya ke-392, Ayi Mulyana: Penting Menjaga dan Merawat Peradaban
  • Aa Gym Keluhkan Aktivitas Malam di DT, Minimarket Circle K Ditutup
  • Edi Damansyah Optimis Pabrik Smelter Nikel Dorong Ekonomi Lokal di Sangasanga

“Total diterima 350 juta dan sudah ada pos-posnya. Tinggal numpang lewat saja itu. Masyarakat bisa melihatnya di banner depan kantor desa,” ujar Ade.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang kurang sinkron. Berdasarkan pantauan langsung di Kantor Desa Santanamekar, banner transparansi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang terpasang ternyata masih memuat rincian untuk tahun anggaran 2025. 

Data alokasi Rp350 juta untuk tahun 2026 yang diklaim sudah terkunci rinciannya, belum dipublikasikan melalui sarana informasi publik tersebut.

Kini, Warga di Citepus hanya bisa mengandalkan gotong royong dan pipa paralon seadanya untuk menjaga pasokan air ke sawah mereka. 

Mereka sangat menantikan kehadiran nyata dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya (BPBD atau Dinas PU) untuk segera memberikan solusi permanen, agar roda ekonomi masyarakat tidak semakin terhambat oleh rusaknya fasilitas irigasi.

Jangan Lewatkan:
  • Firnadi Ikhsan Dukung Pengembangan Pertanian di SMK SPP Samarinda
  • Truk Tronton Nyelonong Tabrak Gedung Kesenian di Balikpapan
  • Pengobatan Gratis di Tasikmalaya: Misi Kemanusiaan Yayasan Triguna Mandiri
  • Gempa Bumi M ≥ 5.0 Terjadi di Garut Tanpa Potensi Tsunami

Citepus Dana Desa Gotong Royong Warga Irigasi Sawah Longsor Tasikmalaya
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleRapimnas PJS Matangkan Langkah ke Dewan Pers
Next Article Kwaran Ponre Matangkan KMD untuk Pembina Pramuka

Informasi lainnya

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

10 April 2026

Siswa SMAN 1 Cisayong Dilarikan ke Puskesmas Malam Ini, Diduga Keracunan MBG

9 April 2026

Tunggu Penanganan BPBD, Camat Minta Pemdes Bantu Swadaya Warga Citepus

8 April 2026

Hujan Deras Picu Longsor di Cisayong Tasikmalaya

6 April 2026

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

5 April 2026

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

20 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Thrifting: Gaya Stylish yang Ramah Lingkungan

Happy Alfi Salamah

Ibu Rumah Tangga di Musi Banyuasin Raup Penghasilan dari Ternak Jangkrik

Bisnis Silva

7 Aplikasi Jahat yang Harus Segera Anda Hapus

Techno Assyifa

Minuman Viral, Benarkah Sehat?

Food Alfi Salamah

Logika Nol yang Menyesatkan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi