Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 2 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

Terkendalanya alokasi dana desa membuat warga harus bersiap turun tangan menyambung pasokan air, sambil menunggu perbaikan permanen dari pemerintah daerah.
Adit MusthofaAdit Musthofa7 April 2026 Daerah
Kondisi saluran irigasi sawah yang terputus total diterjang tanah longsor di Citepus, Desa Santanamekar, Tasikmalaya.
Kondisi saluran irigasi sawah yang terputus total diterjang tanah longsor di Citepus, Desa Santanamekar, Tasikmalaya.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tasikmalaya – Warga di wilayah Citepus, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, kini harus turun tangan menyelamatkan nasib persawahan mereka sendiri. 

Bencana tanah longsor yang terjadi pada Minggu, (5/4/2026) sore telah memutus total saluran irigasi vital, mengambrolkan balong warga, dan material longsoran berupa tanah dan bebatuan jatuh menimpa area persawahan di bawahnya serta meluapkan air hingga ke halaman Pesantren Pramuka Khalifa.

Di tengah ancaman krisis air untuk lahan pertanian, warga tidak bisa mengharapkan perbaikan infrastruktur secara instan dari pemerintah desa. Pasalnya, anggaran perbaikan permanen tidak tersedia di kas desa, sehingga warga didorong untuk melakukan penanganan sementara secara mandiri.

Kepala Wilayah (Kawil) Citepus, Suhendar, secara gamblang membagi antara tugas administratif pemerintahan dan tugas di lapangan yang kini dibebankan kembali kepada masyarakat.

“Untuk urusan pemerintahan, saat ini sedang dalam proses permohonan dan pelaporan ke atas. Sementara untuk penanganan di lapangan, kembali lagi ke lingkungan masyarakat untuk kerja samanya,” ujar Suhendar.

Sebagai solusi darurat agar air kembali mengalir, warga membutuhkan sekitar tiga batang pipa paralon ukuran 8 inci dengan bentangan 12 meter yang akan dipasang melalui kerja bakti.

Baca Juga:
  • Ali Hamdi Maknai Kemerdekaan Sebuah Anugerah untuk Disyukuri dan Dijaga
  • HUT RI ke 78, JMSI dan IPSI Bojonegoro Bagikan Ratusan Bendera Merah-Putih
  • BMKG Balikpapan: 37 Titik Panas di Empat Kabupaten, Indikator Karhutla
  • Bimbingan Teknis untuk Meningkatkan Industri Film dan Pariwisata di Kaltim

Keterbatasan Kewenangan dan Anggaran Desa

Merespons lambatnya perbaikan fisik secara permanen, Pemerintah Desa Santanamekar beralasan bahwa hal tersebut berada di luar kapasitas keuangan desa. Kepala Desa Santanamekar, Ade Saepudin, menyatakan pihaknya telah menyediakan paralon yang dibutuhkan warga, namun untuk pembangunan utuhnya, desa harus menunggu campur tangan Pemerintah Kabupaten.

“Sementara ini saluran irigasi diganti dulu dengan paralon, pokoknya sudah ada dari desa. Untuk perbaikan utuhnya itu proyek besar dan tidak bisa di-cover oleh Dana Desa. Kami sudah membuat laporan bencana ke kecamatan untuk diteruskan ke Kabupaten agar mendapat dana tanggap darurat,” tegas Ade, Selasa (7/4/2026).

Pernyataan tersebut didukung oleh Ketua BPD Santanamekar, Asep Selamet Setiawan. Ia mengonfirmasi bahwa tangan pemerintah desa terikat oleh aturan dari pusat terkait penggunaan anggaran. 

“Dana Desa sekarang itu penggunaannya sudah ditentukan pos-posnya dari pusat. Kami dari pihak desa hanya menyalurkan anggaran tanpa bisa merubah pos yang ada,” terangnya.

Catatan Transparansi Anggaran

Terkait transparansi penggunaan anggaran desa tahun 2026 yang disebut mencapai Rp350 juta, Kades Ade Saepudin mengklaim bahwa seluruh rinciannya sudah terplot dan bisa diakses oleh publik.

Artikel Terkait:
  • HUT Sukahening ke-24, Anton Raksadiwangsa: Tingkatkan Kualitas Ekonomi Masyarakat
  • Gubernur Kaltim Isran Noor Industri Kelapa Sawit Bukan Penyebab Kerusakan Hutan
  • Seno Aji Kukuhkan FPKS, Dorong Modernisasi Sawit Kaltim
  • Dedy Cahyadi Kalapas Mojokerto : Kantor Kabarterdepan.com Konsep Yang Visioner

“Total diterima 350 juta dan sudah ada pos-posnya. Tinggal numpang lewat saja itu. Masyarakat bisa melihatnya di banner depan kantor desa,” ujar Ade.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang kurang sinkron. Berdasarkan pantauan langsung di Kantor Desa Santanamekar, banner transparansi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang terpasang ternyata masih memuat rincian untuk tahun anggaran 2025. 

Data alokasi Rp350 juta untuk tahun 2026 yang diklaim sudah terkunci rinciannya, belum dipublikasikan melalui sarana informasi publik tersebut.

Kini, Warga di Citepus hanya bisa mengandalkan gotong royong dan pipa paralon seadanya untuk menjaga pasokan air ke sawah mereka. 

Mereka sangat menantikan kehadiran nyata dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya (BPBD atau Dinas PU) untuk segera memberikan solusi permanen, agar roda ekonomi masyarakat tidak semakin terhambat oleh rusaknya fasilitas irigasi.

Jangan Lewatkan:
  • BPBD Penajam Dorong Penyusunan Payung Hukum Bantuan Korban Bencana
  • Giat Pemprov Kaltim Tarik Investasi Pasca Pembangunan IKN
  • PKS Kaltim Bidik Peran Strategis dalam Akselerasi Pembangunan
  • Pengemasan Produk Jadikan UMKM Susah untuk Bersaing di Pasar

Citepus Dana Desa Gotong Royong Warga Irigasi Sawah Longsor Tasikmalaya
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleRapimnas PJS Matangkan Langkah ke Dewan Pers
Next Article Kwaran Ponre Matangkan KMD untuk Pembina Pramuka

Informasi lainnya

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

27 Oktober 2026

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

14 September 2026

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

15 Agustus 2026

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

25 Juli 2026

Kebakaran Landa Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi

25 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

19 Juli 2026
Paling Sering Dibaca

dr. Dara Ayu: Dari Madrasah Aliyah ke Fakultas Kedokteran

Profil Ericka

Mewaspadai Komunisme

Refleksi Syamril Al-Bugisyi

Anne Avantie, Dari Dua Mesin Jahit ke Panggung Dunia

Biografi Alfi Salamah

Hikmah Peristiwa

Islami Syamril Al-Bugisyi

Menepi di Jejeran Cemara & Laut Lepas Pangempang

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi