Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ancaman Selat Hormuz, Indef Usul Antisipasi Lonjakan Harga Minyak

Penutupan Selat Hormuz diprediksi memicu lonjakan harga minyak dunia; pemerintah diminta siapkan strategi energi nasional.
ErickaEricka1 Juli 2025 Ekonomi
Hormuz
Pemandangan Selat Hormuz (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Potensi penutupan Selat Hormuz akibat konflik Iran-Israel menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global. Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengingatkan pemerintah Indonesia untuk menyiapkan langkah-langkah strategis menghadapi dampak lonjakan harga minyak dunia yang mungkin terjadi.

Peneliti Indef, Ahmad Heri Firdaus, dalam diskusi virtual pada Selasa (1/7/2025), menyatakan bahwa fluktuasi harga energi bisa memicu inflasi di dalam negeri. Ia menekankan pentingnya mekanisme stabilisasi harga energi seperti subsidi sementara atau buffer fund sebagai cara untuk menjaga daya beli masyarakat dan ketahanan fiskal.

“Yang perlu diperhatikan betul adalah bagaimana menjaga stabilitas harga BBM dan LPG. Salah satunya bisa dengan menggunakan buffer fund untuk meredam lonjakan harga global,” kata Heri.

Ia menyarankan pemerintah segera melakukan diversifikasi sumber impor energi dengan menyasar negara-negara yang jauh dari wilayah konflik, seperti Rusia, negara-negara di Afrika Barat, dan Asia Tengah. Kerja sama bilateral jangka panjang dan integrasi dengan negara ASEAN serta Australia juga dinilai penting dalam strategi jangka menengah.

Selain sektor energi, Heri menyoroti potensi dampak konflik terhadap sektor manufaktur dan komoditas. Pemerintah dinilai perlu melakukan pemetaan sektor yang bergantung pada komponen dari Timur Tengah atau yang melalui jalur distribusi seperti Selat Hormuz.

“Diversifikasi rantai pasok dan mendorong investasi di industri hulu sangat diperlukan, termasuk pengembangan bahan bakar alternatif, pupuk, dan barang intermediate,” ujarnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, juga mengakui bahwa dinamika geopolitik global sangat memengaruhi ketersediaan energi. Ia menyebutkan akan segera menggelar rapat dengan PT Pertamina (Persero) untuk merancang langkah-langkah taktis mengamankan pasokan energi nasional.

“Saya besok juga ada rapat dengan Pertamina untuk membahas berbagai langkah taktis dalam menghadapi dinamika global,” ungkap Bahlil.

Ia menambahkan, pemerintah terbuka menjalin kerja sama energi dengan negara mana pun selama kerja sama itu saling menguntungkan dan sejalan dengan prinsip politik bebas aktif Indonesia.

Ancaman terhadap Selat Hormuz menjadi peringatan penting bagi Indonesia untuk mempercepat penguatan ketahanan energi nasional, baik melalui diversifikasi pasokan maupun peningkatan kapasitas produksi dalam negeri.

Harga Minyak Dunia INDEF Inflasi Energi Selat Hormuz Strategi Energi Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePrabowo Kunjungi Arab Saudi Bahas Evaluasi dan Kampung Haji
Next Article Inflasi Juni Naik 0,19 Persen, Harga Beras dan Cabai Jadi Pemicu

Informasi lainnya

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

17 Maret 2026

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

16 Maret 2026

Potensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun

14 Maret 2026

Prabowo dan Gibran Terima THR, Nominalnya Disorot Publik

13 Maret 2026

Cara Mengatur THR Lebaran Agar Tidak Habis untuk Belanja

12 Maret 2026

Friderica Widyasari Pimpin OJK, Pasar Dinilai Stabil

12 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Mengenal Sosok Siti Maryam yang Penuh Keikhlasan

Islami Alfi Salamah

Savoy Homann Hotel, Saksi Bisu Kejayaan Bandung

Travel Assyifa

Ilmu yang Terasing di Negeri Sendiri

Editorial Udex Mundzir

PDIP Pecat Jokowi: Dinamika Baru

Editorial Udex Mundzir

Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Siapa Masuk Penjara?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi