Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ancaman Selat Hormuz, Indef Usul Antisipasi Lonjakan Harga Minyak

Penutupan Selat Hormuz diprediksi memicu lonjakan harga minyak dunia; pemerintah diminta siapkan strategi energi nasional.
ErickaEricka1 Juli 2025 Ekonomi
Hormuz
Pemandangan Selat Hormuz (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Potensi penutupan Selat Hormuz akibat konflik Iran-Israel menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global. Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengingatkan pemerintah Indonesia untuk menyiapkan langkah-langkah strategis menghadapi dampak lonjakan harga minyak dunia yang mungkin terjadi.

Peneliti Indef, Ahmad Heri Firdaus, dalam diskusi virtual pada Selasa (1/7/2025), menyatakan bahwa fluktuasi harga energi bisa memicu inflasi di dalam negeri. Ia menekankan pentingnya mekanisme stabilisasi harga energi seperti subsidi sementara atau buffer fund sebagai cara untuk menjaga daya beli masyarakat dan ketahanan fiskal.

“Yang perlu diperhatikan betul adalah bagaimana menjaga stabilitas harga BBM dan LPG. Salah satunya bisa dengan menggunakan buffer fund untuk meredam lonjakan harga global,” kata Heri.

Ia menyarankan pemerintah segera melakukan diversifikasi sumber impor energi dengan menyasar negara-negara yang jauh dari wilayah konflik, seperti Rusia, negara-negara di Afrika Barat, dan Asia Tengah. Kerja sama bilateral jangka panjang dan integrasi dengan negara ASEAN serta Australia juga dinilai penting dalam strategi jangka menengah.

Selain sektor energi, Heri menyoroti potensi dampak konflik terhadap sektor manufaktur dan komoditas. Pemerintah dinilai perlu melakukan pemetaan sektor yang bergantung pada komponen dari Timur Tengah atau yang melalui jalur distribusi seperti Selat Hormuz.

“Diversifikasi rantai pasok dan mendorong investasi di industri hulu sangat diperlukan, termasuk pengembangan bahan bakar alternatif, pupuk, dan barang intermediate,” ujarnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, juga mengakui bahwa dinamika geopolitik global sangat memengaruhi ketersediaan energi. Ia menyebutkan akan segera menggelar rapat dengan PT Pertamina (Persero) untuk merancang langkah-langkah taktis mengamankan pasokan energi nasional.

“Saya besok juga ada rapat dengan Pertamina untuk membahas berbagai langkah taktis dalam menghadapi dinamika global,” ungkap Bahlil.

Ia menambahkan, pemerintah terbuka menjalin kerja sama energi dengan negara mana pun selama kerja sama itu saling menguntungkan dan sejalan dengan prinsip politik bebas aktif Indonesia.

Ancaman terhadap Selat Hormuz menjadi peringatan penting bagi Indonesia untuk mempercepat penguatan ketahanan energi nasional, baik melalui diversifikasi pasokan maupun peningkatan kapasitas produksi dalam negeri.

Harga Minyak Dunia INDEF Inflasi Energi Selat Hormuz Strategi Energi Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePrabowo Kunjungi Arab Saudi Bahas Evaluasi dan Kampung Haji
Next Article Inflasi Juni Naik 0,19 Persen, Harga Beras dan Cabai Jadi Pemicu

Informasi lainnya

Menabung Tak Cukup di Era Sekarang

21 Januari 2026

Mendirikan Yayasan, Cara Orang Kaya Menata Warisan Sosial

20 Januari 2026

Pemerintah Bebaskan PPh 21 Pekerja Padat Karya Hingga 2026

5 Januari 2026

Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam

4 Januari 2026

Tahun Pajak 2026 Tanpa Kenaikan Tarif, Pemerintah Fokus Digitalisasi dan Insentif

31 Desember 2025

Rupiah Dibuka Tertekan di Level 16.773 per Dolar AS

29 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Pelajaran dari Ju Ji Hoon: Mengenali Penyebab Asam Urat

Daily Tips Assyifa

Nusaibah binti Ka’ab, Ikon Keberanian

Profil Alfi Salamah

Keistimewaan Haji Lansia: Ihram Pengganti di Gelombang Kedua

Islami Alfi Salamah

Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penyebaran Penyakit

Daily Tips Assyifa

Negara Diam, Judi Online Merajalela

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.