Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Tren Hidup Hemat Gen Z, Gengsi Mulai Ditinggalkan?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 15 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ironi di Balik Program Bergizi

Ketika kebijakan mulia tercoreng oleh oknum, kepercayaan publik terhadap program pemerintah terancam pudar.
AssyifaAssyifa27 Desember 2024 Perspektif
Penyimpangan Program Makan Bergizi Gratis.
Program MBG untuk atasi stunting terganggu akibat dugaan penyalahgunaan oleh kepala sekolah.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Program makan bergizi gratis (MBG), sebuah inisiatif ambisius pemerintah untuk memberantas stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia, kini menghadapi tantangan yang tidak terduga. Alih-alih menjadi solusi bagi masyarakat, program ini tercoreng oleh ulah oknum kepala sekolah yang diduga mencari keuntungan pribadi.

Sebuah video yang viral di media sosial menampilkan praktik janggal, di mana kepala sekolah mewajibkan wali murid membeli wadah makan seharga Rp30 ribu per unit, dengan jumlah minimum dua unit per anak. Jika memiliki lebih dari satu anak di sekolah tersebut, beban finansial tentu berlipat. Walaupun video ini belum terverifikasi sepenuhnya, dampaknya sudah terasa, muncul keraguan terhadap integritas pelaksanaan program MBG.

Di sisi lain, Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat BGN RI, Lalu Muhammad Iwan Mahardan, menegaskan bahwa program ini sepenuhnya gratis. Tidak ada pungutan atau biaya tambahan yang seharusnya dikenakan kepada wali murid. Pemerintah juga menggarisbawahi bahwa tujuan utama program ini adalah meringankan beban keluarga dan meningkatkan nutrisi anak-anak.

Namun, kasus seperti ini menunjukkan adanya celah dalam pengawasan pelaksanaan kebijakan. Meski program dirancang dengan prinsip aksesibilitas dan pemerataan, realisasinya di lapangan sering kali menemui kendala, termasuk tindakan penyimpangan oleh oknum tertentu.

Baca Juga:
  • Banyak Tapi Kurang
  • Inilah Seputar Mental Illness yang Perlu Anda Ketahui!
  • Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2024, Hanya Legitimasi Kemenangan Petahana
  • Tren Fashion Terbaru 2026

Fenomena ini bukan kali pertama terjadi dalam pelaksanaan program sosial di Indonesia. Berdasarkan laporan dari Transparency International Indonesia (TII), penyimpangan anggaran dan pungutan liar kerap menjadi masalah dalam program bantuan sosial. Data tahun 2023 menunjukkan bahwa 28% program bantuan sosial di Indonesia mengalami penyimpangan, mulai dari korupsi hingga distribusi yang tidak tepat sasaran.

Kritik terhadap pengawasan program sosial juga relevan dalam konteks ini. Ketika inisiatif sebesar MBG dirancang untuk memberdayakan anak-anak di seluruh pelosok negeri, pengawasan ketat dan transparansi menjadi syarat mutlak. Kurangnya kontrol terhadap pelaksana di lapangan berpotensi menghambat pencapaian tujuan utama program, bahkan merusak reputasi pemerintah.

Secara sosial, penyimpangan semacam ini menciptakan polarisasi. Di satu sisi, masyarakat yang menjadi korban merasa dirugikan dan kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah. Di sisi lain, pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab sering kali sulit dijerat secara hukum akibat lemahnya penegakan aturan.

Lalu, apa langkah yang dapat diambil untuk mencegah kejadian serupa di masa depan? Pertama, pemerintah perlu memperkuat sistem pengawasan berbasis digital. Pelacakan distribusi dan pelaporan program sosial dapat dilakukan secara real-time melalui aplikasi yang dirancang khusus untuk memastikan transparansi.

Artikel Terkait:
  • Polemik Privasi di Era Digital
  • Bank Mandiri dan Krisis Kepercayaan
  • Haji Idi dan Situasi Simalakama di Pilkada Sampang
  • Suka Membaca? Ini Tips Efektif untuk Menambah Pengetahuan

Kedua, penguatan lembaga pengawasan independen sangat penting. Lembaga seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus diberi wewenang lebih besar untuk mengawasi pelaksanaan program sosial, termasuk yang melibatkan dana pendidikan.

Ketiga, pemerintah perlu memastikan adanya saluran pengaduan publik yang efektif dan responsif. Warga yang merasa dirugikan oleh penyimpangan program harus memiliki akses mudah untuk melaporkan kejadian tanpa rasa takut akan intimidasi.

Keberhasilan program sosial seperti MBG tidak hanya bergantung pada niat baik pemerintah, tetapi juga pada pelaksanaannya yang bersih dari penyimpangan. Ketika satu celah kecil dibiarkan, dampaknya bisa menjadi besar, mencoreng kepercayaan masyarakat yang seharusnya menjadi tulang punggung keberlanjutan program.

Kita semua memiliki peran dalam memastikan program ini berjalan sebagaimana mestinya. Pemerintah, masyarakat, dan media harus bersinergi untuk menciptakan sistem yang lebih akuntabel. Hanya dengan cara ini, kita dapat menjaga integritas program sosial demi masa depan generasi penerus yang lebih baik.

Jangan Lewatkan:
  • Tips Temukan Passion dan Bakat ala Remaja Masa Kini
  • Membentuk Generasi Hebat, Lima Syarat Menjadi Anak Hebat
  • Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran
  • Calon Kalah Kolom Kosong, Maju Lagi?
Korupsi Program Sosial Pendidikan Anak Program Makan Bergizi Stunting Transparansi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKPK Didesak Tahan Hasto Demi Cegah Hilangnya Barang Bukti
Next Article Reforma Agraria dan Kedaulatan Pangan Rusak di Era Jokowi

Informasi lainnya

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

10 Oktober 2026

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

8 Oktober 2026

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

3 Oktober 2026

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

22 September 2026

Ketika Peneliti Mengurus Kuitansi

10 September 2026

Bank Mandiri dan Krisis Kepercayaan

25 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Sikap PDIP: Antara Prinsip dan Kepentingan

Editorial Udex Mundzir

Rasa Malu Perempuan: Mahkota Kehormatan dan Kemuliaan

Islami Lina Marlina

Ketika Umar Menangis di Tengah Malam

Islami Alfi Salamah

Rahasia Membuat Kentang Goreng Tetap Sehat

Food Alfi Salamah

Mubarok dan Amanah Sejati: Pelajaran Jujur dari Seorang Hamba Sahaya

Islami Ericka
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi