Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

Kebakaran Landa Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi

Donny Ermawan, Nahkoda Pertama Universitas Republik Indonesia

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 26 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ironi di Balik Program Bergizi

Ketika kebijakan mulia tercoreng oleh oknum, kepercayaan publik terhadap program pemerintah terancam pudar.
AssyifaAssyifa27 Desember 2024 Opini
Penyimpangan Program Makan Bergizi Gratis.
Program MBG untuk atasi stunting terganggu akibat dugaan penyalahgunaan oleh kepala sekolah.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Program makan bergizi gratis (MBG), sebuah inisiatif ambisius pemerintah untuk memberantas stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia, kini menghadapi tantangan yang tidak terduga. Alih-alih menjadi solusi bagi masyarakat, program ini tercoreng oleh ulah oknum kepala sekolah yang diduga mencari keuntungan pribadi.

Sebuah video yang viral di media sosial menampilkan praktik janggal, di mana kepala sekolah mewajibkan wali murid membeli wadah makan seharga Rp30 ribu per unit, dengan jumlah minimum dua unit per anak. Jika memiliki lebih dari satu anak di sekolah tersebut, beban finansial tentu berlipat. Walaupun video ini belum terverifikasi sepenuhnya, dampaknya sudah terasa, muncul keraguan terhadap integritas pelaksanaan program MBG.

Di sisi lain, Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat BGN RI, Lalu Muhammad Iwan Mahardan, menegaskan bahwa program ini sepenuhnya gratis. Tidak ada pungutan atau biaya tambahan yang seharusnya dikenakan kepada wali murid. Pemerintah juga menggarisbawahi bahwa tujuan utama program ini adalah meringankan beban keluarga dan meningkatkan nutrisi anak-anak.

Namun, kasus seperti ini menunjukkan adanya celah dalam pengawasan pelaksanaan kebijakan. Meski program dirancang dengan prinsip aksesibilitas dan pemerataan, realisasinya di lapangan sering kali menemui kendala, termasuk tindakan penyimpangan oleh oknum tertentu.

Baca Juga:
  • Fokus Berlebih yang Tak Disadari
  • Pose Jari V Saat Selfie Disebut Simpan Risiko Siber
  • Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran
  • Rakyat Tidak Punya Hak untuk Mendapat Keadilan di Negara Hukum

Fenomena ini bukan kali pertama terjadi dalam pelaksanaan program sosial di Indonesia. Berdasarkan laporan dari Transparency International Indonesia (TII), penyimpangan anggaran dan pungutan liar kerap menjadi masalah dalam program bantuan sosial. Data tahun 2023 menunjukkan bahwa 28% program bantuan sosial di Indonesia mengalami penyimpangan, mulai dari korupsi hingga distribusi yang tidak tepat sasaran.

Kritik terhadap pengawasan program sosial juga relevan dalam konteks ini. Ketika inisiatif sebesar MBG dirancang untuk memberdayakan anak-anak di seluruh pelosok negeri, pengawasan ketat dan transparansi menjadi syarat mutlak. Kurangnya kontrol terhadap pelaksana di lapangan berpotensi menghambat pencapaian tujuan utama program, bahkan merusak reputasi pemerintah.

Secara sosial, penyimpangan semacam ini menciptakan polarisasi. Di satu sisi, masyarakat yang menjadi korban merasa dirugikan dan kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah. Di sisi lain, pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab sering kali sulit dijerat secara hukum akibat lemahnya penegakan aturan.

Lalu, apa langkah yang dapat diambil untuk mencegah kejadian serupa di masa depan? Pertama, pemerintah perlu memperkuat sistem pengawasan berbasis digital. Pelacakan distribusi dan pelaporan program sosial dapat dilakukan secara real-time melalui aplikasi yang dirancang khusus untuk memastikan transparansi.

Artikel Terkait:
  • Makan Siang Gratis, Solusi Nutrisi?
  • Penyebab dan Dampak Kesombongan dalam Kehidupan Sehari-Hari
  • UI Mesin Gelar Doktor Pejabat
  • Peran dan Pengaruh Kucing dalam Film, Buku, dan Musik

Kedua, penguatan lembaga pengawasan independen sangat penting. Lembaga seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus diberi wewenang lebih besar untuk mengawasi pelaksanaan program sosial, termasuk yang melibatkan dana pendidikan.

Ketiga, pemerintah perlu memastikan adanya saluran pengaduan publik yang efektif dan responsif. Warga yang merasa dirugikan oleh penyimpangan program harus memiliki akses mudah untuk melaporkan kejadian tanpa rasa takut akan intimidasi.

Keberhasilan program sosial seperti MBG tidak hanya bergantung pada niat baik pemerintah, tetapi juga pada pelaksanaannya yang bersih dari penyimpangan. Ketika satu celah kecil dibiarkan, dampaknya bisa menjadi besar, mencoreng kepercayaan masyarakat yang seharusnya menjadi tulang punggung keberlanjutan program.

Kita semua memiliki peran dalam memastikan program ini berjalan sebagaimana mestinya. Pemerintah, masyarakat, dan media harus bersinergi untuk menciptakan sistem yang lebih akuntabel. Hanya dengan cara ini, kita dapat menjaga integritas program sosial demi masa depan generasi penerus yang lebih baik.

Jangan Lewatkan:
  • Kalau Tidak Viral, Mana Mau Kalian Membantu?
  • Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian
  • Inilah Kekurangan dan Kelebihan Karakteristik Generasi Z
  • Jangankan Membuktikan Ijazah Asli?
Korupsi Program Sosial Pendidikan Anak Program Makan Bergizi Stunting Transparansi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKPK Didesak Tahan Hasto Demi Cegah Hilangnya Barang Bukti
Next Article Reforma Agraria dan Kedaulatan Pangan Rusak di Era Jokowi

Informasi lainnya

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

23 Juni 2026

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

22 Juni 2026

Negeri yang Tak Kekurangan Lembaga, Tapi Kekurangan Kejelasan

21 Juni 2026

Rakyat Bertanya, Negara Menjawab dengan Prosedur

20 Juni 2026

Negara Hukum yang Sistem Hukumnya Dibuat Ruwet

19 Juni 2026

Ketika Presiden Diganti, Siapa Memimpin?

19 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Yang Mau Lanjutkan Bangun IKN, Silakan Patungan

Editorial Udex Mundzir

Rakyat Tidak Punya Hak untuk Mendapat Keadilan di Negara Hukum

Opini Udex Mundzir

Kabut Dalang, Gagalnya Aparat

Editorial Udex Mundzir

Lepaskan Ketegangan, Raih Kedamaian

Daily Tips Udex Mundzir

Tetap Personal Branding, Tapi Jaga Privasi

Daily Tips Assyifa
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi