Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

Rapimnas PJS Matangkan Langkah ke Dewan Pers

Hujan Deras Picu Longsor di Cisayong Tasikmalaya

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 7 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Gaya Politik Kekanak-Kanakan Ala RIDO

Udex MundzirUdex Mundzir8 Desember 2024 Editorial
Gaya politik kekanak-kanakan RIDO Pilkada Jakarta
Gaya politik kekanak-kanakan RIDO Pilkada Jakarta (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pilkada Jakarta 2024 mencatat berbagai drama politik, salah satunya aksi walk out pasangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) dalam rapat pleno penetapan hasil Pilkada oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta. Langkah ini memunculkan kesan bahwa RIDO memilih gaya politik kekanak-kanakan yang lebih banyak menciptakan polemik dibanding solusi nyata.

Dengan raihan suara sebesar 39,4%, pasangan nomor urut 1 ini terpaut jauh dari Pramono Anung-Rano Karno (Pramono-Rano) yang meraih 50,7% suara sah. Meski kekalahan sudah terlihat jelas, RIDO tetap melontarkan tuduhan pelanggaran di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) seperti di Pinang Ranti, Jakarta Timur.

Namun, tuduhan ini tidak disertai bukti konkret. Sebaliknya, mereka memilih meninggalkan forum pleno setelah menyampaikan keberatan, tanpa memberi ruang untuk diskusi atau solusi yang konstruktif.

Walk out dalam politik sering kali digunakan sebagai bentuk protes. Namun, dalam kasus ini, tindakan RIDO justru memperlihatkan ketidakmampuan menerima realitas politik. Bukannya menunjukkan sikap negarawan yang siap berkompetisi secara elegan, mereka memilih keluar dari forum resmi yang menjadi simbol demokrasi.

Sebagai pasangan yang pernah memimpin di tingkat nasional dan daerah, Ridwan Kamil dan Suswono seharusnya lebih bijak dalam merespons hasil Pilkada. Langkah walk out hanya memperkuat persepsi publik bahwa mereka tidak siap kalah, sekaligus menunjukkan gaya politik yang lebih mementingkan emosi daripada strategi.

RIDO menyebut adanya pelanggaran kode etik di TPS tertentu, rendahnya partisipasi pemilih, hingga tuduhan pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Namun, hingga kini, tidak ada bukti konkret yang mereka sampaikan kepada publik atau pihak berwenang.

KPU Jakarta, yang telah menggelar seluruh proses secara transparan, menyatakan bahwa setiap keberatan telah ditindaklanjuti di tingkat kabupaten/kota. Ketua Divisi Teknis KPU Jakarta, Dody Wijaya, menegaskan bahwa tidak ada temuan yang bisa mengubah hasil akhir Pilkada. Hal ini semakin mempertegas bahwa tuduhan RIDO lebih bersifat politis daripada substansial.

Langkah RIDO tidak hanya mencoreng proses demokrasi, tetapi juga berpotensi menciptakan polarisasi di masyarakat. Dalam situasi politik yang sudah sensitif, tindakan emosional seperti ini dapat memicu ketegangan antarpendukung.

Selain itu, gaya politik yang tidak dewasa juga menciptakan preseden buruk bagi generasi muda yang tengah belajar memahami nilai-nilai demokrasi. Jika elite politik terus memperlihatkan sikap tidak sportif, bagaimana masyarakat bisa percaya pada sistem demokrasi yang seharusnya mengutamakan keadilan dan kedewasaan politik?

Di sisi lain, pasangan Pramono-Rano, yang resmi ditetapkan sebagai pemenang dengan suara terbanyak, menghadapi tantangan besar untuk membuktikan bahwa kemenangan mereka tidak hanya simbolis. Dengan 21 janji kampanye yang mencakup berbagai bidang, mereka harus bekerja keras untuk merealisasikan harapan warga Jakarta.

Namun, beban ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pasangan terpilih. Pihak yang kalah, termasuk RIDO, juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas politik. Mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) adalah hak mereka, tetapi tindakan itu harus didasarkan pada bukti nyata, bukan sekadar ambisi politik.

Gaya politik kekanak-kanakan yang ditunjukkan RIDO dalam Pilkada Jakarta 2024 hanya memperkuat kesan bahwa mereka lebih mengutamakan ego daripada kepentingan masyarakat. Walk out dari forum resmi dan tuduhan tanpa bukti adalah langkah mundur bagi demokrasi.

Sebaliknya, Pramono-Rano memiliki peluang besar untuk membawa Jakarta ke arah yang lebih baik. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut, mereka membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk oposisi. Dalam demokrasi, perbedaan pandangan seharusnya menjadi kekuatan, bukan alasan untuk menciptakan perpecahan.

Sudah saatnya elite politik meninggalkan gaya kekanak-kanakan dan menunjukkan bahwa mereka mampu menjadi teladan bagi masyarakat. Politik yang dewasa bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi tentang bagaimana menjunjung tinggi prinsip keadilan dan integritas.

Gaya Politik RIDO Pilkada Jakarta 2024 Pramono-Rano
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePramono-Rano Raih Suara Terbanyak, RK-Suswono Walk Out
Next Article Kamboja Tahan Imbang Malaysia di Laga Perdana Piala AFF 2024

Informasi lainnya

Omong Kosong Industri Kreatif

30 Maret 2026

Logika Nol yang Menyesatkan

30 Maret 2026

Peluang Usaha di Balik Batas Medsos

29 Maret 2026

Tabrani dan Jejak Madura untuk Bangsa

29 Maret 2026

Koperasi Desa Tanpa Arah Nyata

28 Maret 2026

Relawan Muda di Arus Mudik

17 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Pajak dan Beban Kehidupan

Editorial Udex Mundzir

Bolehkah Menulis Nama di Batu Nisan Kuburan?

Islami Ericka

Kontroversi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Antikritik dan Kemewahan Helikopter

Argumen Udex Mundzir

Makanan Indonesia Memukau Arab Saudi dengan Bakso dan Rendang

Islami Alfi Salamah

Kenali Kapal Kayu Nelayan dan Kualitas Jual Tinggi

Kroscek Dexpert Corp
Berita Lainnya
Daerah
Lisda Lisdiawati20 Maret 2026

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Israel Batasi Salat Idul Fitri di Al Aqsa

Prabowo Targetkan Penerimaan Negara Rp3.000 Triliun di 2025

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi