Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Gerhana Bulan Total 13-14 Maret 2025, Sayangnya Tak Terlihat di Indonesia

Fenomena gerhana bulan total akan terjadi saat Ramadan 2025, namun sayangnya Indonesia tidak berada dalam jalur pengamatannya.
ErickaEricka12 Maret 2025 Saintek
Gerhana
Ilustrasi Gerhana Bulan Total (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Gerhana bulan total akan terjadi pada 13-14 Maret 2025, bertepatan dengan bulan Ramadan. Sayangnya, fenomena astronomi ini tidak dapat disaksikan langsung dari Indonesia karena posisi geografis dan waktu kejadian yang kurang mendukung.

Peristiwa ini terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan Bumi menutupi Bulan sepenuhnya. Akibatnya, Bulan akan tampak berwarna merah darah, yang sering disebut sebagai “Blood Moon”.

Gerhana bulan total kali ini diperkirakan akan berlangsung selama hampir dua jam, sementara proses keseluruhannya, termasuk fase penumbra dan sebagian, bisa mencapai beberapa jam.

Menurut laporan dari lembaga astronomi internasional, fenomena ini dapat disaksikan dengan jelas di Amerika Utara dan Selatan, sebagian besar Eropa, serta wilayah Arktik. Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Brasil, Spanyol, dan Inggris akan memiliki kesempatan terbaik untuk menikmati keindahan gerhana ini.

Fase-Fase Gerhana Bulan Total

Gerhana bulan total terjadi dalam beberapa tahapan, yaitu:

  1. Fase Penumbra – Bulan mulai memasuki bayangan penumbra Bumi, menyebabkan sedikit penurunan kecerahan.
  2. Fase Sebagian – Bulan memasuki bayangan umbra, sehingga sebagian permukaannya mulai tampak gelap.
  3. Fase Total – Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan umbra dan berubah warna menjadi merah.
  4. Fase Sebagian (Kembali) – Bulan mulai keluar dari bayangan umbra, kembali ke fase gerhana sebagian.
  5. Fase Penumbra (Kembali) – Bulan sepenuhnya keluar dari bayangan Bumi dan kembali ke kondisi normal.

Mengapa Indonesia Tidak Bisa Menyaksikan Gerhana Ini?

Posisi Indonesia yang berada di zona waktu WIB, WITA, dan WIT membuat fenomena ini terjadi di luar waktu malam hari, sehingga tidak dapat diamati secara langsung. Namun, masyarakat tetap bisa mengikuti perkembangan gerhana melalui siaran langsung dari berbagai observatorium di dunia.

Gerhana Bulan dan RamadanFenomena gerhana bulan total yang bertepatan dengan Ramadan 2025 ini menjadi pengingat akan kebesaran alam semesta. Dalam sejarah Islam, gerhana sering dikaitkan dengan peristiwa penting dan menjadi momen refleksi bagi umat Muslim.

Meskipun Indonesia tidak dapat menyaksikan gerhana ini, para astronom amatir dan profesional di berbagai negara akan mengabadikan fenomena ini dalam foto dan video yang bisa diakses secara daring.Dengan memahami fenomena ini, kita semakin menyadari keajaiban alam semesta yang terus memberikan kejutan dan inspirasi bagi manusia.

Fenomena Astronomi Gerhana Bulan Total Ilmu Astronomi Observasi Langit Ramadan 2025
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePresiden Prabowo Pastikan BHR Ojol 2025, Besaran Ditentukan Aplikator
Next Article Bupati Kukar Serahkan Bantuan dan Resmikan Masjid di Dua Kecamatan

Informasi lainnya

Gunung Padang Bongkar Tabir Peradaban Tertua di Dunia?

28 Desember 2025

Lima Fakta Menarik tentang Penemuan Ruang Antarbintang Voyager

26 Desember 2025

Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia

21 Desember 2025

Chatbot Religius Merebak, Akankah Tuhan Hadir Lewat Kode?

23 November 2025

BRIN Beri Penjelasan Tentang Meteor Jatuh di Cirebon

7 Oktober 2025

Puncak Gerhana Bulan Total Terlihat 8 September 01.11 WIB

7 September 2025
Paling Sering Dibaca

Chef Degan Septoadji: Membawa Rasa Indonesia ke Meja Dunia

Biografi Alfi Salamah

Generasi Z dan Aksi Nyata Wujudkan SDGs

Daily Tips Ericka

Waspada Belanja Online Bodong

Bisnis Alfi Salamah

Menghargai Waktu

Islami Syamril Al-Bugisyi

Tarif Trump: Senjata Makan Tuan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.