Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Relawan Muda di Arus Mudik

Takbiran Diminta di Rumah Saat Nyepi di Bali

Libur Lebaran, Program MBG Hemat Rp5 Triliun

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 18 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Isu, Skandal, dan Politik Panggung

Ketika skandal dibuka di panggung publik tanpa arah penyelesaian, publik hanya dijadikan penonton drama yang tak tahu siapa penulis naskahnya.
Udex MundzirUdex Mundzir5 April 2025 Editorial
Skandal Politik Ridwan Kamil dan Lisa Mariana
Ilustrasi Skandal Politik
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Kasus Lisa Mariana dan Ridwan Kamil menyeret perhatian publik ke tengah pusaran skandal, sensasi, dan spekulasi politik. Seorang selebgram yang dulunya model majalah dewasa mengklaim memiliki anak dari mantan Gubernur Jawa Barat.

Ia hadir membawa cerita lengkap: kronologi, tempat pertemuan, bentuk komunikasi, hingga pengakuan soal pembiayaan hidup saat hamil.

Namun narasi itu dibantah keras oleh pihak Ridwan Kamil. Kuasa hukumnya bahkan menyebut isu ini bukan baru pertama kali muncul. Empat tahun lalu, kata mereka, tuduhan serupa pernah dilontarkan oleh orang yang sama—dan berakhir dengan permintaan maaf.

Kini kasus lama itu muncul lagi, justru ketika Ridwan Kamil mulai masuk dalam radar politik nasional.

Apa yang sebenarnya terjadi? Apa tujuan dari kemunculan ulang cerita ini? Dan pertanyaan paling penting: siapa yang berkepentingan?Pertanyaan-pertanyaan ini tidak bisa dijawab hanya dengan simpati atau benci. Publik berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi, bukan hanya siapa yang sedang trending.

Sayangnya, hingga kini belum ada investigasi terbuka dari media arus utama. Isu ini terus bergulir di media sosial, dalam bentuk potongan video konferensi pers, narasi dramatis, atau serangan balasan yang membentuk opini.

Tak sedikit yang percaya Lisa adalah korban. Tapi tak sedikit pula yang meyakini ia hanya alat dalam operasi pembusukan karakter.

Inilah masalahnya. Ketika kebenaran hanya ditentukan oleh narasi yang paling viral, maka yang kalah adalah keadilan dan akal sehat.

Lisa Mariana kini didampingi tim kuasa hukum yang cukup aktif bicara ke media. Tapi siapa pendananya? Siapa yang memfasilitasi strategi komunikasinya? Mengapa ia memilih muncul kembali sekarang?

Kita tidak bisa menuduh tanpa bukti. Tapi kita juga tidak boleh menutup mata terhadap kemungkinan bahwa skandal ini bisa saja digerakkan oleh kekuatan yang lebih besar.

Apalagi, Ridwan Kamil adalah nama yang tengah dipoles oleh partainya untuk menempati posisi strategis dalam pemerintahan atau Pilkada besar. Tak menutup kemungkinan, isu ini muncul untuk merusak ritme elektoralnya.

Di sisi lain, jika klaim Lisa Mariana benar, maka publik juga berhak mendapat kejelasan, bukan hanya bantahan. Tes DNA bisa menjadi jalan pembuktian objektif, bukan sekadar manuver konferensi pers.

Namun, apakah kita benar-benar menginginkan penyelesaian? Atau kita hanya menikmati drama ini sebagai hiburan politik menjelang kontestasi?

Sebab yang paling berbahaya bukanlah skandal itu sendiri, melainkan publik yang terbiasa menerima sensasi sebagai kebenaran.

Dalam sistem demokrasi, karakter dan integritas pejabat publik adalah fondasi utama kepercayaan. Tapi jika verifikasi disubstitusi dengan viralitas, maka politik tak lagi soal kepercayaan—tapi soal siapa yang lebih cepat memainkan narasi.

Penting untuk dicatat: setiap orang punya hak atas reputasi dan pembelaan. Lisa Mariana berhak mengungkap kisahnya. Ridwan Kamil berhak membela diri. Tapi ketika semua ini dimainkan di ruang publik tanpa arah hukum yang jelas, yang dirusak adalah rasa percaya rakyat pada sistem.

Jika tuduhan ini palsu, maka hukum harus berjalan. Jika tuduhan ini benar, maka konsekuensinya pun harus nyata. Tapi jika ini hanya strategi untuk mengaburkan agenda politik, maka publik sedang diperalat secara masif.

Editorial ini tidak berpihak pada siapa pun, kecuali pada kepentingan agar kebenaran tidak diputuskan oleh noise.

Karena ketika isu pribadi dijadikan alat politik, dan publik dibiarkan menebak-nebak siapa dalangnya, maka demokrasi sedang dijalankan seperti panggung sandiwara.

Isu Lisa Mariana Pencitraan Publik Ridwan Kamil Skandal Politik Viralitas dan Kekuasaan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePesta Laut Kuala Samboja: Tradisi Pesisir Jadi Sorotan Nusantara
Next Article Masa WFA ASN Diperpanjang hingga 8 April 2025

Informasi lainnya

Relawan Muda di Arus Mudik

17 Maret 2026

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

16 Maret 2026

Ketika Narkoba Dilindungi Oknum

15 Februari 2026

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

31 Januari 2026

Gaduh Ijazah dan Politik Adu Domba

26 Januari 2026

Warisan Masalah Era Jokowi

19 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Bukan Vasektomi Solusinya

Editorial Udex Mundzir

Kisah Keluarga Imran, Inilah Perempuan Terpilih dan Mulia yang Harus Diketahui!

Islami Alfi Salamah

Barang yang Jarang Dipakai Akan Dihisab di Akhirat

Islami Ericka

Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Baru

Profil Ericka

Rusia dan Ancaman Tsunami Abadi

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi