Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

KH Miftachul Akhyar Desak Gus Yahya Mundur dari PBNU

Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati23 November 2025 Nasional
KH Miftachul Akhyar Desak Gus Yahya Mundur dari PBNU
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Riak dalam tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kian menggelora. KH Miftachul Akhyar, selaku Rais Aam PBNU, secara tegas meminta Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Desakan tersebut muncul melalui risalah hasil rapat harian Syuriyah PBNU yang memuat sejumlah tuduhan serius terhadap kepemimpinan Gus Yahya. Surat yang ditandatangani pada Selasa (12/4/2024) itu menyatakan tiga poin utama alasan permintaan mundur.

Pertama, adanya pelibatan narasumber yang terkait jaringan Zionisme Internasional dalam kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional NU (AKN NU) dinilai bertentangan dengan nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan mencederai prinsip dasar NU.

Kedua, tindakan tersebut dianggap melanggar peraturan internal PBNU terkait pemberhentian fungsionaris karena mencemarkan nama baik organisasi.

Ketiga, dugaan ketidakberesan dalam tata kelola keuangan PBNU yang mengindikasikan pelanggaran hukum syariah dan perundang-undangan.

“Permintaan ini bukan tanpa dasar. Kami menilai telah terjadi penyimpangan prinsip yang mengancam integritas organisasi,” ungkap Miftachul Akhyar dalam kutipan surat tersebut.

KH Miftachul Akhyar merupakan tokoh senior NU yang menjabat Rais Aam PBNU periode 2021–2026. Ia terpilih dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Tokoh kelahiran Surabaya tahun 1953 ini dikenal sebagai ulama kharismatik dengan latar belakang pendidikan pesantren kuat, termasuk di Pondok Tambak Beras Jombang dan Sidogiri Pasuruan.

Sebelum menjabat sebagai Rais Aam, Miftachul Akhyar pernah memimpin MUI Jawa Timur dan memegang berbagai posisi strategis di NU tingkat kota hingga pusat. Ia juga menjadi pengasuh Pondok Pesantren Miftachussunnah di Surabaya, yang menjadi basis dakwahnya.

Keputusan mendesak Gus Yahya mundur telah menciptakan ketegangan internal, terutama karena Gus Yahya sebelumnya menyatakan tidak akan mundur dan berkomitmen menyelesaikan masa jabatannya. Beberapa kalangan menilai hal ini dapat mengarah pada konflik yang lebih luas dalam tubuh NU.

Surat desakan ini memberikan batas waktu tiga hari kepada Gus Yahya untuk menyatakan mundur. Jika tidak, maka akan dilakukan pemberhentian oleh Syuriyah PBNU. Situasi ini menjadi ujian besar bagi soliditas organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Langkah Miftachul Akhyar mengundang beragam respons dari masyarakat dan warga NU. Sebagian mendukung penegakan disiplin organisasi, namun tak sedikit pula yang khawatir akan dampak perpecahan yang berkepanjangan.

PBNU kini berada di persimpangan jalan, di mana keputusan dan sikap para tokohnya akan menentukan arah masa depan organisasi. Dalam pusaran konflik ini, NU diharapkan tetap mampu menjaga marwah dan keutuhan sebagai penjaga tradisi Islam moderat di Indonesia.

Gus Yahya Kepemimpinan NU Miftachul Akhyar Nahdlatul Ulama PBNU
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleGuncangan M5,2 Halmahera Timur, BMKG Pastikan Tak Ada Ancaman Tsunami
Next Article Chatbot Religius Merebak, Akankah Tuhan Hadir Lewat Kode?

Informasi lainnya

Usai Dituduh Pakai Spons, Pedagang Es Gabus Dapat Kulkas dari TNI

29 Januari 2026

Catat Tanggalnya, Nisfu Syaban 2026

17 Januari 2026

HAB ke-80 Kemenag Digelar Sederhana, Dana Dialihkan

5 Januari 2026

Gambir dan Senayan Jadi Titik Demo, Lalu Lintas Terancam Padat

5 Januari 2026

Pemprov DKI Gratiskan Transjakarta, MRT, dan LRT Selama Dua Hari

31 Desember 2025

Jalan Sudirman-Thamrin Ditutup Saat CFN Malam Tahun Baru

31 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Indonesia Memble Hadapi Tarif Trump

Opini Udex Mundzir

Kenali Self-Love Language Kamu, Biar Lebih Sayang Diri Sendiri

Daily Tips Alfi Salamah

Toyota Akui Data Kendaraan 2,15 Juta Pelanggan Bocor

Techno Dexpert Corp

Curug Malela: Niagara Mini di Jantung Hutan Jawa Barat

Travel Alfi Salamah

Jamaah Haji Wafat Dibadalkan Gratis dengan Sertifikat Bukti

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.