Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

KH Miftachul Akhyar Desak Gus Yahya Mundur dari PBNU

Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati23 November 2025 Nasional
KH Miftachul Akhyar Desak Gus Yahya Mundur dari PBNU
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Riak dalam tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kian menggelora. KH Miftachul Akhyar, selaku Rais Aam PBNU, secara tegas meminta Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Desakan tersebut muncul melalui risalah hasil rapat harian Syuriyah PBNU yang memuat sejumlah tuduhan serius terhadap kepemimpinan Gus Yahya. Surat yang ditandatangani pada Selasa (12/4/2024) itu menyatakan tiga poin utama alasan permintaan mundur.

Pertama, adanya pelibatan narasumber yang terkait jaringan Zionisme Internasional dalam kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional NU (AKN NU) dinilai bertentangan dengan nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan mencederai prinsip dasar NU.

Kedua, tindakan tersebut dianggap melanggar peraturan internal PBNU terkait pemberhentian fungsionaris karena mencemarkan nama baik organisasi.

Ketiga, dugaan ketidakberesan dalam tata kelola keuangan PBNU yang mengindikasikan pelanggaran hukum syariah dan perundang-undangan.

“Permintaan ini bukan tanpa dasar. Kami menilai telah terjadi penyimpangan prinsip yang mengancam integritas organisasi,” ungkap Miftachul Akhyar dalam kutipan surat tersebut.

KH Miftachul Akhyar merupakan tokoh senior NU yang menjabat Rais Aam PBNU periode 2021–2026. Ia terpilih dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Tokoh kelahiran Surabaya tahun 1953 ini dikenal sebagai ulama kharismatik dengan latar belakang pendidikan pesantren kuat, termasuk di Pondok Tambak Beras Jombang dan Sidogiri Pasuruan.

Sebelum menjabat sebagai Rais Aam, Miftachul Akhyar pernah memimpin MUI Jawa Timur dan memegang berbagai posisi strategis di NU tingkat kota hingga pusat. Ia juga menjadi pengasuh Pondok Pesantren Miftachussunnah di Surabaya, yang menjadi basis dakwahnya.

Keputusan mendesak Gus Yahya mundur telah menciptakan ketegangan internal, terutama karena Gus Yahya sebelumnya menyatakan tidak akan mundur dan berkomitmen menyelesaikan masa jabatannya. Beberapa kalangan menilai hal ini dapat mengarah pada konflik yang lebih luas dalam tubuh NU.

Surat desakan ini memberikan batas waktu tiga hari kepada Gus Yahya untuk menyatakan mundur. Jika tidak, maka akan dilakukan pemberhentian oleh Syuriyah PBNU. Situasi ini menjadi ujian besar bagi soliditas organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Langkah Miftachul Akhyar mengundang beragam respons dari masyarakat dan warga NU. Sebagian mendukung penegakan disiplin organisasi, namun tak sedikit pula yang khawatir akan dampak perpecahan yang berkepanjangan.

PBNU kini berada di persimpangan jalan, di mana keputusan dan sikap para tokohnya akan menentukan arah masa depan organisasi. Dalam pusaran konflik ini, NU diharapkan tetap mampu menjaga marwah dan keutuhan sebagai penjaga tradisi Islam moderat di Indonesia.

Gus Yahya Kepemimpinan NU Miftachul Akhyar Nahdlatul Ulama PBNU
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleGuncangan M5,2 Halmahera Timur, BMKG Pastikan Tak Ada Ancaman Tsunami
Next Article Chatbot Religius Merebak, Akankah Tuhan Hadir Lewat Kode?

Informasi lainnya

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

16 Maret 2026

Bolehkah Merekam Khutbah Salat Ied dengan Ponsel?

15 Maret 2026

DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

15 Maret 2026

ESDM Siapkan Konversi PLTD ke PLTS di Daerah 3T

14 Maret 2026

Menag Larang ASN Kemenag Pakai Mobil Dinas Saat Mudik

13 Maret 2026

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

13 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Prabowo itu Bayang-Bayang Jokowi atau Pemimpin Baru?

Editorial Udex Mundzir

Ironi di Balik Program Bergizi

Opini Assyifa

Nick Woodman dan Kisah Sukses GoPro

Profil Lina Marlina

Tiga Kelompok Wanita bagi Laki-laki dalam Islam: Mahram, Azwaj, dan Ajnabi

Islami Udex Mundzir

Adab Bertemu Guru dalam Islam

Islami Assyifa
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi