Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Legislator Desak Sekolah Rakyat Fokus ke Daerah 3T dan Libatkan Guru Lokal

DPR minta penempatan Sekolah Rakyat di luar pusat kabupaten dan perekrutan guru dari komunitas setempat.
ErickaEricka19 Mei 2025 Pendidikan
Anggota Komisi X DPR RI, Mercy Chriesty Barends
Anggota Komisi X DPR RI, Mercy Chriesty Barends (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI, Mercy Chriesty Barends, menyerukan agar pemerintah memprioritaskan pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah-wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta melibatkan tenaga pengajar dari kalangan lokal. Ia menyampaikan pandangan tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat Panja Pendidikan Daerah 3T di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (19/5/2025).

Menurut Mercy, penempatan Sekolah Rakyat seharusnya menjangkau wilayah periferal dan bukan di pusat-pusat kabupaten. Ia menyoroti kendala akses yang dihadapi masyarakat di daerah seperti Maluku, di mana transportasi dari pulau ke kota kabupaten membutuhkan biaya besar.

“Kalau Sekolah Rakyat ditempatkan di pusat kabupaten, maka anak-anak dari pulau-pulau terluar tetap kesulitan menjangkaunya. Sebaiknya dorong keluar, ke pinggiran-pinggiran,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya ketersediaan guru di daerah 3T, yang kerap kekurangan tenaga pendidik. Untuk itu, Mercy mengusulkan skema perekrutan guru secara lokal agar proses belajar mengajar tidak terhambat dan tidak mengganggu alokasi guru di sekolah yang sudah ada.

“Untuk tahap awal, bisa diambil dari rekrutmen lokal. Untuk berikutnya, mungkin bisa dibuka jalur khusus dengan penambahan kuota untuk guru baru tanpa mengganggu guru yang sudah bertugas di sekolah eksisting,” tegasnya.

Masalah relevansi kurikulum juga mendapat perhatian serius. Mercy menyarankan agar kurikulum Sekolah Rakyat memberikan ruang bagi pembelajaran yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal. Ia mencontohkan wilayah Maluku yang memiliki kekayaan kelautan, sehingga anak-anak sebaiknya diajarkan tentang sumber daya laut secara lebih spesifik.

“Tujuannya agar hasil pendidikan tidak hanya akademik, tetapi juga bisa memberikan kontribusi nyata ke daerah, meningkatkan daya serap tenaga kerja lokal, dan menjawab kebutuhan sosial ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Mercy menekankan bahwa Sekolah Rakyat harus hadir sebagai simbol keadilan sosial. Menurutnya, prinsip ‘no one left behind’ harus diwujudkan dalam implementasi program, terutama untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

“Kami menyambut baik program ini, tapi juga memberikan catatan penting agar kehadiran Sekolah Rakyat benar-benar menjadi penguatan luar biasa bagi masyarakat miskin,” pungkasnya.

Daerah 3T DPR RI Guru Lokal Pendidikan Terpencil Sekolah Rakyat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSekolah Rakyat Siap Beroperasi di 63 Titik Mulai Juli 2025
Next Article Kaltim Genjot 400 Kopdeskel Rampung Jelang Hari Koperasi

Informasi lainnya

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

30 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

28 Januari 2026

Diky Candra Siap Kawal Aspirasi Guru Honorer Madrasah

26 Januari 2026

Guru Madrasah Tasikmalaya Tuntut Keadilan dalam Pengangkatan PPPK

26 Januari 2026

Kwaran Lamuru Gelar KMD Penggalang Cetak Pembina Andal

26 Januari 2026

AI Bantu Guru, Tapi Hambat Murid?

23 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Integritas di Balik Gelar Akademik

Editorial Udex Mundzir

Memahami Kuasa Pengampunan Negara

Gagasan Ericka

Jejak Warisan dan Peluang di Desa Krampon

Editorial Udex Mundzir

5 Kota Dingin di Jawa Timur yang Cocok untuk Liburan

Travel Alfi Salamah

Pelantikan Presiden di Jakarta, Jokowi Gagal Pindah Ibu Kota

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.