Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Santriwati Digerebek, DPR Desak Usut Tindakan Polisi

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 4 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

DPR Sahkan KUHAP Baru Berlaku Awal 2026

Pembaharuan aturan hukum acara pidana menandai “lembaran baru” peradilan Indonesia dengan semangat modernisasi dan kepastian hukum.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati18 November 2025 Politik
DPR Sahkan KUHAP Baru Berlaku Awal 2026
Ketua DPR RI Puan Maharani (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Seperti mengetuk pintu era baru, DPR RI resmi mengesahkan Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP) menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025-2026. Keputusan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPR RI Puan Maharani ini menjadi langkah penting setelah 44 tahun Indonesia bertumpu pada KUHAP lama yang dinilai tak lagi memadai untuk menjawab kebutuhan zaman.

Pengesahan dilakukan di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, pada Selasa (18/11/2025). Pemerintah turut hadir melalui Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Puan menegaskan bahwa UU KUHAP yang baru ini akan berlaku mulai 2 Januari 2026, memberikan masa transisi jelang implementasi penuh pada awal tahun mendatang.

“Melalui forum ini kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam pembahasan RKUHAP,” ujar Puan dalam rapat tersebut. Setelah mengetok palu, ia menambahkan bahwa pembaruan ini merupakan penyesuaian penting agar proses hukum nasional mengikuti perkembangan regulasi dan teknologi.

Dalam penjelasannya kepada awak media, Puan menegaskan bahwa pembaruan KUHAP adalah kebutuhan mendesak. UU yang lama dinilai tidak lagi relevan menghadapi dinamika kejahatan dan teknologi digital yang terus berkembang. Menurutnya, penyusunan aturan baru telah melibatkan banyak pemangku kepentingan demi memastikan keadilan yang lebih responsif terhadap zaman.

Baca Juga:
  • Pramono-Rano Unggul 50,07%, Pilgub DKI Berpotensi Satu Putaran
  • Gaji Hakim Naik 280 Persen, Prabowo Prioritaskan Hakim Junior
  • Polsek Cisayong Perkuat Pengawasan Pemilu di Masa Tenang
  • PSI Kabupaten Mojokerto Menyaring 18 Bacaleg Potensial, Siap Tarung

Ketua Panja RKUHAP sekaligus Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, turut memaparkan sejumlah poin substansial. Ia menegaskan bahwa KUHAP baru secara jelas mengatur mekanisme restorative justice, mulai dari definisi hingga pelaksanaan kesepakatan dan penetapan pengadilan. Aturan baru ini, menurutnya, memperkuat hak korban sekaligus menyediakan jalur penyelesaian non-litigasi yang terukur.

“Restorative justice telah diatur lebih rinci dalam pasal 79–88, termasuk mekanisme dan jaminan pemenuhan kesepakatan,” kata Habiburokhman, Selasa (18/11/2025).

Ia juga menepis berbagai hoaks yang beredar mengenai kewenangan penyadapan dan penangkapan. Beredar kabar bahwa polisi akan memiliki kekuasaan menyadap tanpa izin pengadilan, menyita barang, bahkan membekukan tabungan secara sewenang-wenang. Habiburokhman menegaskan seluruh informasi tersebut tidak benar.

“Informasi tersebut adalah hoaks, alias tidak benar sama sekali,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa Pasal 136 ayat (2) KUHAP baru menyatakan penyadapan hanya bisa dilakukan berdasarkan undang-undang khusus yang akan dibahas terpisah dan tetap mensyaratkan izin pengadilan.

Artikel Terkait:
  • Unggul Quick Count, Rudy-Seno Tegaskan Lagi Janjinya untuk Masyarakat Kaltim
  • Jadwal Pelantikan Kepala Daerah Mundur, DPR: Supaya Lebih Banyak yang Dilantik
  • MK Diskualifikasi Ade Sugianto, Pilkada Tasikmalaya 2024 Diulang
  • Rencana 500 Batalyon TNI Tidak Instan, Fokus Awal 100 Unit

Lebih lanjut, Pasal 140 ayat (2) mengatur bahwa pemblokiran tabungan maupun jejak digital hanya dapat dilakukan dengan izin hakim. Pasal 44 menegaskan penyitaan wajib mendapat izin Ketua Pengadilan Negeri. Sementara ketentuan penangkapan dan penahanan diatur lebih ketat, termasuk syarat minimal dua alat bukti serta kewajiban memastikan alasan hukum yang jelas sebelum tindakan diambil.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kompleksitas kejahatan, revisi ini diharapkan menjadi fondasi hukum acara pidana yang lebih kokoh, akuntabel, dan sesuai tuntutan masyarakat modern.

Dengan pengesahan ini, Indonesia bersiap memasuki awal tahun 2026 dengan instrumen hukum acara pidana yang diperbarui secara komprehensif. DPR dan pemerintah berharap aturan baru ini mampu memperkuat keadilan, melindungi hak warga, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.

Jangan Lewatkan:
  • KPU Sidoarjo Gelar Sosialisasi Pilkada, Kirap JALIH- KASIJO disambut hangat masyarakat
  • Anggota DPR Usulkan Denda bagi Warga yang Tak Mencoblos
  • Kuda Lumping Antar PKS Kabupaten Mojokerto Daftar Bacaleg
  • Megawati Mantap Deklarasikan Mahfud Sebagai Cawapres Ganjar
DPR RI KUHAP Baru Politik Hukum Restorative Justice Revisi RKUHAP
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleUGM Tegaskan Arsip Akademik Jokowi Tak Ditemukan
Next Article Kemenhaj Pastikan Asrama Haji Siap Sambut Musim 2026

Informasi lainnya

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

1 Oktober 2026

Mengenang Rachmat Gobel, Putra Bangsa yang Mendedikasikan Hidup bagi Industri dan Negeri

10 Juli 2026

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

15 Mei 2026

Ironi LCC Kalbar: Jawaban Sama, Nilai Beda

12 Mei 2026

Presma UINSI Kritik Renovasi Rujab Rp25 Miliar

12 April 2026

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

20 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Ketika Pramuka Belajar Korupsi

Perspektif Udex Mundzir

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

Profil Alfi Salamah

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

Perspektif Udex Mundzir

Mengakhiri Bayang Jokowi

Editorial Udex Mundzir

Rekomendasi 10 Restaurant Terbaik di Jepang yang Harus Kamu Kunjungi!

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

PHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi