Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Penurunan Cadev Dinilai Wajar, Pakar Nilai Tak Ganggu Ekonomi

Cadangan devisa Indonesia menyusut signifikan hingga Rp75 triliun, namun dinilai sebagai respons normal terhadap pelemahan Rupiah dan kebutuhan intervensi pasar.
ErickaEricka12 Mei 2025 Ekonomi
dampak penurunan cadangan devisa terhadap ekonomi Indonesia
Ilustrasi dampak penurunan cadangan devisa terhadap ekonomi Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Penurunan cadangan devisa (cadev) Indonesia kembali menjadi sorotan usai Bank Indonesia mengumumkan angka terbaru yang menyusut hingga US$4,6 miliar pada Mei 2025.

Meski terlihat signifikan, penurunan tersebut dinilai tidak membahayakan perekonomian nasional oleh sejumlah ekonom.

Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah, menegaskan bahwa berkurangnya cadangan devisa merupakan hal yang wajar.

Menurutnya, fungsi utama cadev memang digunakan untuk kebutuhan negara, termasuk pembayaran utang luar negeri dan stabilisasi nilai tukar.

“Berkurangnya cadev tidak perlu dikhawatirkan. Tidak ada dampaknya ke perekonomian. Cadev memang fungsinya untuk digunakan ketika dibutuhkan,” ujar Piter saat dihubungi di Jakarta, Senin (12/5/2025).

Piter menjelaskan bahwa salah satu pemicu penurunan cadev adalah upaya intervensi Bank Indonesia dalam menahan tekanan terhadap nilai tukar Rupiah.

Saat tekanan terhadap Rupiah meningkat, penggunaan cadev untuk intervensi dianggap sebagai langkah strategis yang tepat.

“Di tengah tekanan terhadap Rupiah yang begitu besar, wajar kalau cadev kemudian berkurang,” katanya.

Berdasarkan data Bank Indonesia, posisi cadev pada April 2025 berada di angka US$136,2 miliar, namun tergerus menjadi US$131,6 miliar di bulan Mei. Dengan asumsi kurs Rp16.500 per dolar AS, nilai penurunan tersebut setara hampir Rp75 triliun.

Cadangan devisa sendiri merupakan aset dalam bentuk valas yang berada di bawah kontrol Bank Indonesia sebagai otoritas moneter.

Selain berfungsi untuk menjaga stabilitas nilai tukar, cadangan devisa juga menjadi indikator kepercayaan internasional terhadap perekonomian suatu negara.

BI menyatakan bahwa kondisi cadev saat ini masih memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.

Namun demikian, sejumlah ekonom mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam mengelola anggaran, khususnya pada sektor-sektor yang berpotensi menekan neraca pembayaran.

Langkah efisiensi yang tidak terukur dikhawatirkan akan memperburuk posisi cadev di masa mendatang.

Kondisi global yang masih fluktuatif, terutama terkait suku bunga The Fed dan dinamika geopolitik, juga disebut menjadi faktor eksternal yang memengaruhi kestabilan mata uang dan kebutuhan intervensi di pasar valas.

Cadangan Devisa Crisis Management Ekonomi Indonesia Intervensi Pasar Rupiah Bank Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous Article75.887 Jemaah Diberangkatkan, Proses Haji Dihantui Kendala Teknis
Next Article Menag Pastikan Kesiapan Fasilitas Masjid PIK Jelang Iduladha

Informasi lainnya

Menabung Tak Cukup di Era Sekarang

21 Januari 2026

Mendirikan Yayasan, Cara Orang Kaya Menata Warisan Sosial

20 Januari 2026

Pemerintah Bebaskan PPh 21 Pekerja Padat Karya Hingga 2026

5 Januari 2026

Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam

4 Januari 2026

Tahun Pajak 2026 Tanpa Kenaikan Tarif, Pemerintah Fokus Digitalisasi dan Insentif

31 Desember 2025

Rupiah Dibuka Tertekan di Level 16.773 per Dolar AS

29 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Kades Wunut Klaten Bagikan THR Rp200 Ribu per Warga

Happy Ericka

Rusia dan Ancaman Tsunami Abadi

Editorial Udex Mundzir

Politik Sengketa, Demokrasi yang Tercederai

Editorial Udex Mundzir

Mewaspadai Komunisme

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Idulfitri Momen Kembali Kepada Kesucian dan Memperkuat Toleransi

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.