Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Penurunan Cadev Dinilai Wajar, Pakar Nilai Tak Ganggu Ekonomi

Cadangan devisa Indonesia menyusut signifikan hingga Rp75 triliun, namun dinilai sebagai respons normal terhadap pelemahan Rupiah dan kebutuhan intervensi pasar.
ErickaEricka12 Mei 2025 Ekonomi
dampak penurunan cadangan devisa terhadap ekonomi Indonesia
Ilustrasi dampak penurunan cadangan devisa terhadap ekonomi Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Penurunan cadangan devisa (cadev) Indonesia kembali menjadi sorotan usai Bank Indonesia mengumumkan angka terbaru yang menyusut hingga US$4,6 miliar pada Mei 2025.

Meski terlihat signifikan, penurunan tersebut dinilai tidak membahayakan perekonomian nasional oleh sejumlah ekonom.

Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah, menegaskan bahwa berkurangnya cadangan devisa merupakan hal yang wajar.

Menurutnya, fungsi utama cadev memang digunakan untuk kebutuhan negara, termasuk pembayaran utang luar negeri dan stabilisasi nilai tukar.

“Berkurangnya cadev tidak perlu dikhawatirkan. Tidak ada dampaknya ke perekonomian. Cadev memang fungsinya untuk digunakan ketika dibutuhkan,” ujar Piter saat dihubungi di Jakarta, Senin (12/5/2025).

Piter menjelaskan bahwa salah satu pemicu penurunan cadev adalah upaya intervensi Bank Indonesia dalam menahan tekanan terhadap nilai tukar Rupiah.

Saat tekanan terhadap Rupiah meningkat, penggunaan cadev untuk intervensi dianggap sebagai langkah strategis yang tepat.

“Di tengah tekanan terhadap Rupiah yang begitu besar, wajar kalau cadev kemudian berkurang,” katanya.

Berdasarkan data Bank Indonesia, posisi cadev pada April 2025 berada di angka US$136,2 miliar, namun tergerus menjadi US$131,6 miliar di bulan Mei. Dengan asumsi kurs Rp16.500 per dolar AS, nilai penurunan tersebut setara hampir Rp75 triliun.

Cadangan devisa sendiri merupakan aset dalam bentuk valas yang berada di bawah kontrol Bank Indonesia sebagai otoritas moneter.

Selain berfungsi untuk menjaga stabilitas nilai tukar, cadangan devisa juga menjadi indikator kepercayaan internasional terhadap perekonomian suatu negara.

BI menyatakan bahwa kondisi cadev saat ini masih memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.

Namun demikian, sejumlah ekonom mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam mengelola anggaran, khususnya pada sektor-sektor yang berpotensi menekan neraca pembayaran.

Langkah efisiensi yang tidak terukur dikhawatirkan akan memperburuk posisi cadev di masa mendatang.

Kondisi global yang masih fluktuatif, terutama terkait suku bunga The Fed dan dinamika geopolitik, juga disebut menjadi faktor eksternal yang memengaruhi kestabilan mata uang dan kebutuhan intervensi di pasar valas.

Cadangan Devisa Crisis Management Ekonomi Indonesia Intervensi Pasar Rupiah Bank Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous Article75.887 Jemaah Diberangkatkan, Proses Haji Dihantui Kendala Teknis
Next Article Menag Pastikan Kesiapan Fasilitas Masjid PIK Jelang Iduladha

Informasi lainnya

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

17 Maret 2026

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

16 Maret 2026

Potensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun

14 Maret 2026

Prabowo dan Gibran Terima THR, Nominalnya Disorot Publik

13 Maret 2026

Cara Mengatur THR Lebaran Agar Tidak Habis untuk Belanja

12 Maret 2026

Friderica Widyasari Pimpin OJK, Pasar Dinilai Stabil

12 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Ramadhan Terbaik

Islami Syamril Al-Bugisyi

Bahlil Membuat Gaduh, Lalu Berlagak Penyelamat

Editorial Udex Mundzir

PDIP Pecat Jokowi: Dinamika Baru

Editorial Udex Mundzir

Federal Oil Gelar Acara Pasca Peluncuran Gresini Racing MotoGP

Bisnis Alfi Salamah

Mei Ayam Bakso Solo Samarinda Seberang, Sensasi Kuah Kental dan Pentol yang Lezat

Food Alwi Ahmad
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi