Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Biru Fund dan Masa Depan Tambak

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 12 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Roehana Koeddoes: Jejak Emansipasi Sang Pionir Pers

Perubahan besar sering dimulai dari keberanian satu suara kecil yang menulis kebenaran.
Alfi SalamahAlfi Salamah30 Oktober 2025 Biografi
Roehana Koeddoes
Roehana Koeddoes (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pelopor emansipasi ini bukan hanya menulis sejarah, tapi juga menciptakannya. Roehana Koeddoes, atau Ruhana Kudus, adalah perempuan luar biasa yang membuka jalan bagi jurnalis perempuan Indonesia. Melalui surat kabar yang ia dirikan dan sekolah-sekolah yang ia bangun, Roehana membuktikan bahwa pena seorang perempuan mampu menggugah kesadaran dan mengubah nasib bangsa.

Pada tahun 1912, Roehana mendirikan Soenting Melajoe, surat kabar pertama yang ditulis oleh dan untuk perempuan. Ini adalah terobosan besar pada masa itu, ketika suara perempuan masih dianggap bisu dalam ruang publik. Bahkan sebelum Indonesia merdeka, Roehana sudah menyadari pentingnya pendidikan dan literasi untuk memberdayakan kaum perempuan.

“Perempuan itu harus tahu menulis, membaca, dan berpikir merdeka. Hanya dengan itu ia bisa berdiri sejajar,” tulis Roehana dalam salah satu artikelnya.

Baca Juga:
  • Imaduddin Zanki: Pahlawan yang Mengubah Arah Sejarah Dunia Islam
  • Tri Mumpuni, Penyulut Cahaya dari Desa Terpencil
  • Valentina Vassilyeva: Ibu dengan Anak Terbanyak dalam Sejarah
  • Marie Kondo: Menata Barang, Menemukan Kebahagiaan

Satu tahun sebelumnya, pada 1911, ia telah memulai misinya lewat pendirian sekolah non-formal Keradjinan Amai Setia. Di sana, para perempuan tidak hanya belajar menjahit atau merenda, tapi juga membaca, menulis, dan memahami hak-haknya. Sekolah itu menjadi ruang aman dan progresif bagi perempuan Minangkabau, sekaligus menandai awal perjuangan Roehana dalam pendidikan alternatif.

Selain Soenting Melajoe, Roehana juga menulis di berbagai surat kabar seperti Fajar Asia dan Poetri Hindia. Tulisan-tulisannya tajam, memotivasi, dan mencerminkan kekuatan intelektual seorang perempuan yang hidup di zaman kolonial. Ia menjalin korespondensi erat dengan R. A. Kartini, menunjukkan kedekatan dan kesamaan visi dalam memperjuangkan nasib kaum perempuan.

Roehana juga memiliki darah perjuangan dari keluarganya. Ia adalah sepupu dari Agus Salim, tokoh pergerakan nasional dan diplomat Indonesia. Koneksi ini memperkaya perspektif Roehana tentang nasionalisme dan hak asasi, yang kemudian ia wujudkan dalam kerja-kerja nyata.

Artikel Terkait:
  • Belva Devara: Anak Bangsa Pelopor Pendidikan Digital
  • Mar’ie Muhammad: Pejuang Integritas dan Kesederhanaan
  • Khairuddin Barbarossa: Laksamana Legendaris dan Pahlawan Laut Mediterania
  • Anne Avantie, Dari Dua Mesin Jahit ke Panggung Dunia

Atas kontribusinya, Roehana Koeddoes dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden RI pada 6 November 2019. Gelar ini tidak hanya menegaskan jasa-jasanya dalam bidang jurnalistik dan pendidikan, tapi juga menegaskan bahwa perjuangan perempuan harus selalu dicatat dalam sejarah bangsa.

Roehana Koeddoes adalah contoh nyata bahwa perubahan tidak selalu harus datang dari medan perang. Terkadang, perubahan besar datang dari sebuah meja tulis, setumpuk kertas, dan semangat tak tergoyahkan.

Jangan Lewatkan:
  • Sultan Aji Muhammad Sulaiman: Pemimpin Bijak Kutai Kartanegara
  • Chef Degan Septoadji: Membawa Rasa Indonesia ke Meja Dunia
  • Titiek Puspa: Legenda Musik yang Menembus Zaman
Emansipasi Perempuan Jurnalis Indonesia Pahlawan Nasional Roehana Koeddoes Sejarah Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTri Mumpuni, Penyulut Cahaya dari Desa Terpencil
Next Article Chef Degan Septoadji: Membawa Rasa Indonesia ke Meja Dunia

Informasi lainnya

Malahayati, Laksamana Laut Perempuan

30 Januari 2026

Mas Isman, Komandan Rakyat Muda

29 Januari 2026

S.K. Trimurti: Suara Perempuan Merdeka

28 Januari 2026

Tan Malaka: Pejuang Tanpa Mahkota

27 Januari 2026

Sarwo Edhie Wibowo, Prajurit dalam Badai Sejarah

4 Januari 2026

Mochtar Kusumaatmadja, Arsitek Laut Nusantara

4 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Jokowi Ingin Pegang Partai Anak?

Editorial Udex Mundzir

Hukum Membaca Surah Pendek dalam Shalat Khafifatain

Islami Ericka

Ladang Ganja di Bromo: Polisi Tidak Tahu atau Tutup Mata?

Editorial Udex Mundzir

Kopi Tuku Branding MRT Cipete

Bisnis Assyifa

Panduan Berkunjung ke Klinik IMC

Daily Tips Assyifa
Berita Lainnya
Daerah
Adit Musthofa7 April 2026

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi