Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Israel Batasi Salat Idul Fitri di Al Aqsa

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 22 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Roehana Koeddoes: Jejak Emansipasi Sang Pionir Pers

Perubahan besar sering dimulai dari keberanian satu suara kecil yang menulis kebenaran.
Alfi SalamahAlfi Salamah30 Oktober 2025 Biografi
Roehana Koeddoes
Roehana Koeddoes (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pelopor emansipasi ini bukan hanya menulis sejarah, tapi juga menciptakannya. Roehana Koeddoes, atau Ruhana Kudus, adalah perempuan luar biasa yang membuka jalan bagi jurnalis perempuan Indonesia. Melalui surat kabar yang ia dirikan dan sekolah-sekolah yang ia bangun, Roehana membuktikan bahwa pena seorang perempuan mampu menggugah kesadaran dan mengubah nasib bangsa.

Pada tahun 1912, Roehana mendirikan Soenting Melajoe, surat kabar pertama yang ditulis oleh dan untuk perempuan. Ini adalah terobosan besar pada masa itu, ketika suara perempuan masih dianggap bisu dalam ruang publik. Bahkan sebelum Indonesia merdeka, Roehana sudah menyadari pentingnya pendidikan dan literasi untuk memberdayakan kaum perempuan.

“Perempuan itu harus tahu menulis, membaca, dan berpikir merdeka. Hanya dengan itu ia bisa berdiri sejajar,” tulis Roehana dalam salah satu artikelnya.

Satu tahun sebelumnya, pada 1911, ia telah memulai misinya lewat pendirian sekolah non-formal Keradjinan Amai Setia. Di sana, para perempuan tidak hanya belajar menjahit atau merenda, tapi juga membaca, menulis, dan memahami hak-haknya. Sekolah itu menjadi ruang aman dan progresif bagi perempuan Minangkabau, sekaligus menandai awal perjuangan Roehana dalam pendidikan alternatif.

Selain Soenting Melajoe, Roehana juga menulis di berbagai surat kabar seperti Fajar Asia dan Poetri Hindia. Tulisan-tulisannya tajam, memotivasi, dan mencerminkan kekuatan intelektual seorang perempuan yang hidup di zaman kolonial. Ia menjalin korespondensi erat dengan R. A. Kartini, menunjukkan kedekatan dan kesamaan visi dalam memperjuangkan nasib kaum perempuan.

Roehana juga memiliki darah perjuangan dari keluarganya. Ia adalah sepupu dari Agus Salim, tokoh pergerakan nasional dan diplomat Indonesia. Koneksi ini memperkaya perspektif Roehana tentang nasionalisme dan hak asasi, yang kemudian ia wujudkan dalam kerja-kerja nyata.

Atas kontribusinya, Roehana Koeddoes dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden RI pada 6 November 2019. Gelar ini tidak hanya menegaskan jasa-jasanya dalam bidang jurnalistik dan pendidikan, tapi juga menegaskan bahwa perjuangan perempuan harus selalu dicatat dalam sejarah bangsa.

Roehana Koeddoes adalah contoh nyata bahwa perubahan tidak selalu harus datang dari medan perang. Terkadang, perubahan besar datang dari sebuah meja tulis, setumpuk kertas, dan semangat tak tergoyahkan.

Emansipasi Perempuan Jurnalis Indonesia Pahlawan Nasional Roehana Koeddoes Sejarah Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTri Mumpuni, Penyulut Cahaya dari Desa Terpencil
Next Article Chef Degan Septoadji: Membawa Rasa Indonesia ke Meja Dunia

Informasi lainnya

Malahayati, Laksamana Laut Perempuan

30 Januari 2026

Mas Isman, Komandan Rakyat Muda

29 Januari 2026

S.K. Trimurti: Suara Perempuan Merdeka

28 Januari 2026

Tan Malaka: Pejuang Tanpa Mahkota

27 Januari 2026

Sarwo Edhie Wibowo, Prajurit dalam Badai Sejarah

4 Januari 2026

Mochtar Kusumaatmadja, Arsitek Laut Nusantara

4 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Bisnis Militer: Jalan Menuju Politik?

Editorial Udex Mundzir

Penyebab dan Dampak Kesombongan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Opini Udex Mundzir

Jenis-Jenis Bunga, Mengungkap Keindahan dan Pesan di Baliknya

Opini Alfi Salamah

Titik Kritis Kepemimpinan Prabowo

Editorial Udex Mundzir

10 Tips Penting Dalam Memilih Calon Presiden

Daily Tips Alfi Salamah
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

296 Views

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Analisis Bosscha: Hilal Lebaran 2026 Sulit Terlihat

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi