Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Try Sutrisno Wafat, Bangsa Kehilangan Putra Terbaik

Ekspedisi Jejak Hewan dalam Al-Qur’an, Kelompok Bambu dan Semangat Tak Patah

VISTA Research Center Resmi Terdaftar BRIN

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 2 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Roehana Koeddoes: Jejak Emansipasi Sang Pionir Pers

Perubahan besar sering dimulai dari keberanian satu suara kecil yang menulis kebenaran.
Alfi SalamahAlfi Salamah30 Oktober 2025 Biografi
Roehana Koeddoes
Roehana Koeddoes (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pelopor emansipasi ini bukan hanya menulis sejarah, tapi juga menciptakannya. Roehana Koeddoes, atau Ruhana Kudus, adalah perempuan luar biasa yang membuka jalan bagi jurnalis perempuan Indonesia. Melalui surat kabar yang ia dirikan dan sekolah-sekolah yang ia bangun, Roehana membuktikan bahwa pena seorang perempuan mampu menggugah kesadaran dan mengubah nasib bangsa.

Pada tahun 1912, Roehana mendirikan Soenting Melajoe, surat kabar pertama yang ditulis oleh dan untuk perempuan. Ini adalah terobosan besar pada masa itu, ketika suara perempuan masih dianggap bisu dalam ruang publik. Bahkan sebelum Indonesia merdeka, Roehana sudah menyadari pentingnya pendidikan dan literasi untuk memberdayakan kaum perempuan.

“Perempuan itu harus tahu menulis, membaca, dan berpikir merdeka. Hanya dengan itu ia bisa berdiri sejajar,” tulis Roehana dalam salah satu artikelnya.

Satu tahun sebelumnya, pada 1911, ia telah memulai misinya lewat pendirian sekolah non-formal Keradjinan Amai Setia. Di sana, para perempuan tidak hanya belajar menjahit atau merenda, tapi juga membaca, menulis, dan memahami hak-haknya. Sekolah itu menjadi ruang aman dan progresif bagi perempuan Minangkabau, sekaligus menandai awal perjuangan Roehana dalam pendidikan alternatif.

Selain Soenting Melajoe, Roehana juga menulis di berbagai surat kabar seperti Fajar Asia dan Poetri Hindia. Tulisan-tulisannya tajam, memotivasi, dan mencerminkan kekuatan intelektual seorang perempuan yang hidup di zaman kolonial. Ia menjalin korespondensi erat dengan R. A. Kartini, menunjukkan kedekatan dan kesamaan visi dalam memperjuangkan nasib kaum perempuan.

Roehana juga memiliki darah perjuangan dari keluarganya. Ia adalah sepupu dari Agus Salim, tokoh pergerakan nasional dan diplomat Indonesia. Koneksi ini memperkaya perspektif Roehana tentang nasionalisme dan hak asasi, yang kemudian ia wujudkan dalam kerja-kerja nyata.

Atas kontribusinya, Roehana Koeddoes dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden RI pada 6 November 2019. Gelar ini tidak hanya menegaskan jasa-jasanya dalam bidang jurnalistik dan pendidikan, tapi juga menegaskan bahwa perjuangan perempuan harus selalu dicatat dalam sejarah bangsa.

Roehana Koeddoes adalah contoh nyata bahwa perubahan tidak selalu harus datang dari medan perang. Terkadang, perubahan besar datang dari sebuah meja tulis, setumpuk kertas, dan semangat tak tergoyahkan.

Emansipasi Perempuan Jurnalis Indonesia Pahlawan Nasional Roehana Koeddoes Sejarah Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTri Mumpuni, Penyulut Cahaya dari Desa Terpencil
Next Article Chef Degan Septoadji: Membawa Rasa Indonesia ke Meja Dunia

Informasi lainnya

Malahayati, Laksamana Laut Perempuan

30 Januari 2026

Mas Isman, Komandan Rakyat Muda

29 Januari 2026

S.K. Trimurti: Suara Perempuan Merdeka

28 Januari 2026

Tan Malaka: Pejuang Tanpa Mahkota

27 Januari 2026

Sarwo Edhie Wibowo, Prajurit dalam Badai Sejarah

4 Januari 2026

Mochtar Kusumaatmadja, Arsitek Laut Nusantara

4 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Mengelola WhatsApp Channel, Panduan Lengkap untuk Kesuksesan dalam Komunikasi Bisnis

Techno Udex Mundzir

Pepaya Callina: Manis, Padat, dan Bukan dari California

Food Assyifa

Israel Lahir Lewat Teror dan Genosida

Editorial Udex Mundzir

Menunda Beban, Mengutamakan Rakyat

Gagasan Assyifa

Persaingan Global dalam Pengembangan Kecerdasan Buatan

Techno Ericka
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah27 Februari 2026

Ekspedisi Jejak Hewan dalam Al-Qur’an, Kelompok Bambu dan Semangat Tak Patah

VISTA Research Center Resmi Terdaftar BRIN

Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

Jejak Hewan Al-Qur’an Warnai Ekspedisi Siswa

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot thailand slot gacor slot gacor slot gacor