Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

Rebung Lebih Sehat dari Dugaan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 6 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Survei KIC: 83,6% Masyarakat Indonesia Familiar dengan AI

Teknologi bukan sekadar alat, tetapi jembatan menuju masa depan yang lebih efisien dan inovatif.
AssyifaAssyifa9 Februari 2025 Techno
Survei Masyarakat Indonesia tentang AI
Survei Masyarakat Indonesia tentang AI (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Survei terbaru dari Katadata Insight Center (KIC) mengungkap bahwa 83,6% masyarakat Indonesia sudah akrab dengan kecerdasan buatan (AI). Temuan ini menunjukkan AI bukan lagi konsep asing, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari.

https://databoks.katadata.co.id/publikasi/2025/01/23/kedaulatan-ai-untuk-memberdayakan-indonesia

Dalam laporan bertajuk “Kedaulatan AI untuk Memberdayakan Indonesia”, KIC menjelaskan bahwa mayoritas responden tidak hanya pernah mendengar tentang AI, tetapi juga memahami fungsinya. AI mampu meniru kecerdasan manusia untuk tugas seperti pembelajaran, pemecahan masalah, pengenalan pola, hingga pengambilan keputusan.

“Beberapa perkembangan pada 2023 yaitu terobosan AI Generatif (GenAI), penerbitan regulasi AI di beberapa negara, dan pertemuan global berkaitan AI, semakin menyoroti perubahan dan potensi yang dibawa oleh teknologi ini,” demikian isi laporan KIC.

Sebanyak 36,9% responden menyebut chatbot sebagai produk turunan AI yang paling dikenal. Contohnya seperti ChatGPT, Gemini, dan DeepSeek.

Selain itu, 34,6% responden mengenal CCTV pintar yang mampu mengidentifikasi wajah. Sebanyak 33,9% familiar dengan aplikasi penghasil artikel otomatis.

Ada juga 32,7% responden yang menggunakan smartwatch untuk memantau aktivitas olahraga dan tidur. Sementara 31,8% mengetahui situs web yang merekomendasikan produk berdasarkan histori pencarian.

Survei ini melibatkan 1.255 responden dari berbagai daerah di Indonesia. Dilakukan secara tatap muka pada 25 September–15 November 2024 dengan metode random sampling.

AI telah menjadi bagian dari aktivitas harian masyarakat. Sebanyak 64,7% responden mengaku telah menggunakan AI untuk berbagai kebutuhan.

Mayoritas menggunakan AI untuk mencari informasi (81,2%). Selain itu, AI juga digunakan untuk berbelanja online (46,7%) dan mengedit foto atau video (44,8%).

Sebanyak 34,9% responden menggunakan AI untuk navigasi perjalanan, dan 34,6% untuk menerjemahkan bahasa.

Meskipun AI dianggap aman oleh 78% responden, ada 69,3% yang menyatakan kekhawatiran terhadap potensi penyalahgunaan teknologi ini.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun AI menghadirkan banyak manfaat, masyarakat juga sadar akan risiko yang menyertainya.

Masyarakat Indonesia cenderung optimis terhadap manfaat AI. Sebanyak 85% responden optimistis bahwa AI dapat memberikan dampak positif di masa depan.

Sebanyak 81,7% responden mengaku antusias dengan perkembangan teknologi ini.

AI diharapkan mampu memberikan manfaat seperti peningkatan efisiensi dan produktivitas (61,1%). Selain itu, AI juga diharapkan mendorong inovasi di industri kreatif (26,9%) dan pemecahan masalah kompleks (25,7%).

Namun, ada juga beberapa risiko yang diidentifikasi. Misalnya, AI mengambil alih pekerjaan manusia (39,8%) dan penyebaran konten berbahaya (33,4%).

Sebanyak 28,7% responden khawatir tentang masalah privasi data. Selain itu, ada 26,5% yang khawatir terhadap potensi serangan siber.

Kombinasi optimisme dan kekhawatiran ini mencerminkan bahwa masyarakat Indonesia mulai kritis dalam menyikapi perkembangan teknologi.

Mereka tidak hanya melihat AI sebagai alat bantu, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan keamanan pribadi.

AI di Indonesia Kecerdasan Buatan Perkembangan Teknologi Survei KIC Tranformasi Digital
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleASN BKN Boleh WFA 2 Hari Seminggu, Efisiensi Anggaran dan Uji Kinerja Digital
Next Article Bahlil Targetkan Golkar Raih 102 Kursi di Pemilu 2029

Informasi lainnya

Palworld, Game Gado-Gado yang Viral

21 Januari 2026

AI Menghapus Pekerjaan Manusia?

17 Januari 2026

Chatbot Religius Merebak, Akankah Tuhan Hadir Lewat Kode?

23 November 2025

China Hadirkan Menara Penyaring Udara Setinggi 328 Kaki

28 April 2025

PLTU Gunakan Integrated Security Solutions untuk Cegah Sabotase

27 April 2025

Jurnalisme di Bawah Bayang Algoritma

24 April 2025
Paling Sering Dibaca

Tantangan Representasi atau Simbolisme?

Editorial Alfi Salamah

Provokator di Balik Api Jalanan

Editorial Udex Mundzir

Dida Nurhayati: Membangun Pramuka Cisayong yang Berprestasi

Profil Silva

Bayang Luhut di Tubuh Prabowo

Editorial Udex Mundzir

Suharno Maknai Kemerdekaan Indonesia ke-78 dengan Syukur dan Semangat Perjuangan

Argumen Alwi Ahmad
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

Catat Tanggalnya, Nisfu Syaban 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.