Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Jejak Hewan Al-Qur’an Warnai Ekspedisi Siswa

BAZNAS Tegas: Zakat Tak Sentuh Program MBG

BI Kaltim Siapkan Rp2,18 T untuk Serambi 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 27 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tiga Kelompok Wanita bagi Laki-laki dalam Islam: Mahram, Azwaj, dan Ajnabi

Menjaga wudhu dan memahami batasan interaksi adalah bagian dari komitmen seorang muslim untuk menjalankan ajaran agama dengan benar
Udex MundzirUdex Mundzir27 Mei 2024 Islami 261 Views
Laki-Laki dan Perempuan
Ilustrasi Batasan Laki-Laki dan Perempuan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Interaksi antara laki-laki dan perempuan diatur dengan aturan yang ketat untuk menjaga kesucian dan kehormatan.

Berdasarkan hubungan dan batasan interaksi yang diatur oleh syariat, perempuan bagi laki-laki dibagi menjadi tiga kategori: Mahram, Azwaj, dan Ajnabi.

Tiga kelompok wanita: Mahram, Azwaj, dan Ajnabi

Mari kita bahas secara rinci ketiga kategori Mahram, Azwaj, dan Ajnabi, termasuk bagaimana status sentuhan antara laki-laki dan perempuan mempengaruhi wudhu.

1. Mahram

Mahram adalah perempuan yang haram dinikahi oleh seorang laki-laki karena hubungan darah, persusuan, atau pernikahan. Mahram adalah mereka yang seorang laki-laki boleh berinteraksi tanpa batasan tertentu yang biasanya diberlakukan terhadap perempuan yang bukan mahram, seperti bersalaman atau bepergian bersama.

Mahram Karena Hubungan Darah

  • Ibu
  • Anak perempuan
  • Saudara perempuan (kandung, seayah, atau seibu)
  • Bibi (saudara perempuan ayah atau ibu)
  • Keponakan perempuan (anak dari saudara kandung)

Mahram Karena Hubungan Persusuan

  • Ibu susu (perempuan yang menyusui lebih dari lima kali)
  • Saudara perempuan sepersusuan (perempuan yang disusui oleh ibu yang sama)

Mahram Karena Hubungan Pernikahan

  • Ibu mertua
  • Anak tiri perempuan (anak dari istri yang telah bercampur)
  • Menantu perempuan (istri dari anak laki-laki)

Pengaruh Sentuhan Terhadap Wudhu

Pendapat mayoritas ulama, menyentuh mahram tidak membatalkan wudhu. Hal ini berdasarkan pada pandangan bahwa sentuhan tanpa syahwat tidak membatalkan wudhu.

2. Azwaj (Istri)

Azwaj (jamak dari Zaujah) adalah istri-istri. Dalam konteks ini, azwaj merujuk kepada perempuan yang sah menjadi istri seorang laki-laki melalui pernikahan yang sah dalam Islam. Hubungan antara suami dan istri memiliki hak dan kewajiban tertentu yang diatur oleh syariat Islam.

Hak dan Kewajiban Suami dan Istri

Suami dan istri memiliki hak dan kewajiban terhadap satu sama lain yang diatur oleh syariat Islam, seperti nafkah, perlindungan, dan hak bersama.

Batasan Interaksi

Tidak ada batasan aurat dan interaksi fisik antara suami dan istri dalam ruang lingkup yang halal.

Kehidupan Bersama

Kehidupan bersama antara suami dan istri diatur untuk mencapai tujuan pernikahan dalam Islam, yaitu membentuk keluarga yang sakinah (tenang), mawaddah (cinta), dan rahmah (kasih sayang).

Pengaruh Sentuhan Terhadap Wudhu

Mazhab Hanafi

Menyentuh istri tidak membatalkan wudhu kecuali jika ada syahwat. Jika sentuhan terjadi tanpa hasrat atau syahwat, maka wudhu tetap sah.

Mazhab Maliki

Menyentuh istri tidak membatalkan wudhu kecuali jika ada syahwat. Sama dengan Hanafi, sentuhan tanpa syahwat tidak membatalkan wudhu.

Mazhab Syafi’i

Menyentuh istri membatalkan wudhu jika sentuhan terjadi tanpa penghalang, terlepas ada atau tidaknya syahwat. Setiap sentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, termasuk istri, membatalkan wudhu.

Mazhab Hanbali

Menyentuh istri membatalkan wudhu jika ada syahwat. Namun, ada pandangan dalam mazhab ini yang serupa dengan Syafi’i, tetap batal meski tanpa syahwat. Secara umum, sentuhan yang membangkitkan syahwat membatalkan wudhu. Ada juga pandangan yang lebih ketat seperti Mazhab Syafi’i di mana sentuhan tanpa syahwat tetap membatalkan wudhu.

3. Ajnabi

Ajnabi adalah perempuan yang bukan mahram dan bukan istri bagi seorang laki-laki. Dalam hubungan dengan perempuan ajnabi, Islam menetapkan batasan tertentu untuk menjaga kehormatan dan menghindari fitnah.

Interaksi Terbatas

Interaksi antara laki-laki dan perempuan ajnabi harus dijaga dalam batas-batas yang diizinkan oleh syariat, seperti tidak berduaan di tempat yang sepi (khalwat), menjaga pandangan, dan berpakaian sesuai dengan ketentuan aurat.

Batasan Aurat

Aurat perempuan ajnabi bagi laki-laki yang bukan mahram adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan tangan (menurut sebagian pendapat, termasuk kaki).

Pergaulan

Pergaulan dengan perempuan ajnabi harus tetap profesional dan menjaga adab serta etika Islam.

Pengaruh Sentuhan Terhadap Wudhu

Mazhab Hanafi dan Maliki

Menyentuh ajnabi tidak membatalkan wudhu kecuali jika ada syahwat. Jika sentuhan terjadi tanpa hasrat atau syahwat, maka wudhu tetap sah.

Mazhab Syafi’i dan Hanbali

Menyentuh ajnabi membatalkan wudhu jika terjadi sentuhan kulit tanpa penghalang, meskipun tanpa syahwat. Setiap sentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram membatalkan wudhu.

Perhatikan cara Interaksi dengan Wanita

Menjaga interaksi antara laki-laki dan perempuan dalam Islam adalah penting untuk memelihara kesucian dan kehormatan. Memahami kategori perempuan bagi laki-laki dan bagaimana sentuhan mempengaruhi wudhu adalah bagian dari praktik kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan syariat.

Dengan mematuhi aturan-aturan ini, umat Islam dapat menjaga kesucian dan kehormatan dalam berinteraksi antara laki-laki dan perempuan. Menjaga wudhu dan memahami batasan interaksi adalah bagian dari komitmen seorang muslim untuk menjalankan ajaran agama dengan benar.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Keutamaan Perempuan Mahram Muslimah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMenjaga Keberkahan Rumah dalam Islam
Next Article Aurat dalam Islam dan Sikap terhadap Orang yang Tidak Menutup Aurat

Informasi lainnya

Sahabat Kecil Rasulullah

13 Februari 2026

Senyum di Tengah Derita

12 Februari 2026

Harta Melimpah, Hati Tetap Zuhud

11 Februari 2026

Ketika Umar Menangis di Tengah Malam

10 Februari 2026

Makna Kiai dalam Tradisi Jawa: Antara Simbol dan Ilmu

19 Januari 2026

Menghidupkan Kembali Cahaya Keemasan Islam

26 November 2025
Paling Sering Dibaca

Intip 5 Universitas Paling Bergengsi di Korea Selatan

Daily Tips Ericka

Keunikan Sapaan Akrab Laki-Laki di Indonesia

Happy Udex Mundzir

AI Menghapus Pekerjaan Manusia?

Argumen Alfi Salamah

Ijazah Asli (KataPolisi), Proses Masih Abu-Abu

Editorial Udex Mundzir

Palworld, Game Gado-Gado yang Viral

Techno Alfi Salamah
Berita Lainnya
Nasional
Lisda Lisdiawati5 Februari 2026

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis

Haji 2026 Diperketat, Jemaah Tak Sehat Terancam Gagal Berangkat

Pelaku UMKM Kesulitan Jadi Mitra MBG, Syarat Dinilai Berat

Layanan Legalisasi Apostille, Langkah Terbaru Ditjen AHU

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot thailand slot gacor slot gacor slot gacor