Bandung Barat – Operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan hingga Senin (26/1/2026). Hingga Minggu sore, tercatat sebanyak 25 kantong jenazah berhasil dievakuasi dari lokasi bencana.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa jumlah korban meninggal kemungkinan masih bertambah, mengingat masih ada 105 laporan orang hilang yang diterima Posko Utama dan Pos Disaster Victim Identification (DVI).
“Dari 25 kantong jenazah, sebanyak 11 korban telah berhasil diidentifikasi, terdiri dari 10 jenazah utuh dan satu potongan tubuh,” jelas Hendra.
Beberapa korban yang telah teridentifikasi antara lain Suryana (57), Jajang Tarta (35), Dadang Apung (60), Nining (40), Nurhayati (42), Lina Lismayanti (43), dan Ayu Yuniarti (31). Termasuk juga potongan tubuh yang berhasil dikenali sebagai M. Kori (30).
Proses identifikasi masih dilakukan oleh Tim DVI Polri menggunakan metode post mortem dan ante mortem untuk jenazah yang belum teridentifikasi.
Polda Jawa Barat menyatakan bahwa Polri akan terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Basarnas, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, serta unsur relawan dalam operasi pencarian dan evakuasi korban.
“Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan dan berorientasi pada keselamatan masyarakat,” ujar Hendra menegaskan komitmen jajarannya dalam bencana ini.
Untuk mendukung efektivitas pencarian di medan yang sulit, Detasemen K9 Unit SAR dari Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri turut diterjunkan. Sebanyak 20 personel dipimpin oleh IPTU Erasmus dan diperkuat enam ekor anjing pelacak K9: Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, dan Sita.
Tim K9 SAR dibekali satu unit truk boks dan empat unit kendaraan operasional Navara K9 untuk mobilitas di medan berat. Mereka fokus melakukan pencarian korban meninggal dunia menggunakan metode penciuman cadaver search.
Kondisi lokasi bencana yang masih rawan dan penuh material longsoran membuat proses pencarian harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Prinsip keselamatan personel menjadi prioritas utama dalam setiap tahap evakuasi.
Tim SAR gabungan terus bekerja tanpa henti demi mempercepat proses pencarian dan memberikan kepastian kepada keluarga korban yang masih menunggu kabar dari sanak saudara mereka yang hilang.
