Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 27 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Jabatan Simbolis atau Ancaman Toleransi?

Udex MundzirUdex Mundzir10 Desember 2024 Editorial
dampak jabatan utusan khusus presiden
Apakah Jabatan Ini Hanya Simbolis atau Justru Menjadi Ancaman bagi Keberlangsungan Toleransi?
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Utusan Khusus Presiden adalah jabatan yang seharusnya mendukung harmoni dan keberagaman. Namun, penunjukan Miftah sebagai Utusan Khusus untuk isu toleransi dan dialog antaragama memunculkan kontroversi. Kritik datang bukan hanya dari sisi efektivitas jabatan ini, tetapi juga karena kehadiran Miftah dianggap mengganggu suasana toleransi beragama, terutama di kalangan umat Islam sendiri.

Menurut laporan Suara.com, beberapa pihak menduga bahwa jabatan ini lebih bertujuan sebagai balas jasa politik daripada kebutuhan riil. Miftah, yang dikenal sebagai tokoh publik dan pendakwah, memiliki kedekatan dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Hal ini memunculkan kecurigaan bahwa pengangkatannya lebih didasarkan pada hubungan politik daripada pertimbangan strategis.

Namun, masalah yang lebih mendalam adalah dampaknya terhadap umat Islam, yang seharusnya menjadi salah satu kelompok utama yang merasakan manfaat dari kebijakan toleransi. Sosok Miftah tidak sepenuhnya diterima oleh sebagian besar umat Islam karena pandangan dan pendekatannya yang kerap kontroversial. Hal ini justru memicu resistensi dan memperkeruh dialog antarumat beragama yang seharusnya didorong.

Baca Juga:
  • Negara Diam, Judi Online Merajalela
  • Isu, Skandal, dan Politik Panggung
  • Prabowo itu Bayang-Bayang Jokowi atau Pemimpin Baru?
  • Koperasi Desa atau Alat Kuasa?

Dari sisi politik, keputusan ini menimbulkan persepsi negatif terhadap pemerintah. Penunjukan tanpa kajian mendalam dapat melemahkan kredibilitas negara dalam mengelola isu-isu sensitif seperti toleransi agama. Dalam praktiknya, toleransi tidak hanya membutuhkan figur populer, tetapi juga kemampuan untuk menjadi jembatan yang diterima semua pihak. Sayangnya, dalam kasus ini, Miftah justru dipandang sebagai sosok yang memecah belah.

Aspek sosial dan budaya memperlihatkan tantangan besar. Isu toleransi agama di Indonesia memerlukan pendekatan yang hati-hati, terutama karena sensitivitasnya di tengah pluralisme bangsa. Jika sosok yang ditunjuk tidak mampu membangun rasa percaya dan harmoni, maka upaya toleransi bisa berbalik menjadi sumber konflik baru.

Artikel Terkait:
  • Danantara: Mesin Kapital yang Mengabaikan Darah Palestina
  • Rusia dan Ancaman Tsunami Abadi
  • Jangan Goyang Pemerintah Sah
  • Jamnas Bukan Ajang Si Punya Uang

Solusi yang dapat ditawarkan adalah mengevaluasi penunjukan Miftah dan memastikan bahwa jabatan ini dipegang oleh figur yang benar-benar mampu meredakan ketegangan dan membangun dialog inklusif. Pemerintah perlu transparan dalam menentukan kriteria dan indikator keberhasilan utusan khusus agar publik melihat manfaatnya secara nyata. Jika keberadaan jabatan ini justru menjadi beban politik dan sosial, maka penghapusan jabatan tersebut adalah langkah yang lebih bijak.

Akhirnya, penunjukan Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden lebih banyak menimbulkan polemik daripada manfaat. Pemerintah harus mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok, terutama dalam isu sensitif seperti toleransi beragama.

Jangan Lewatkan:
  • KTP dan Pajak yang Tak Sederhana
  • Stop Putar Lagu atau Musik Lokal Indonesia
  • Bersihkan Warisan Kabinet Jokowi
  • Di Atas Hukum, Di Luar Akal Sehat
Kritik Sosial Miftah Toleransi Beragama utusan khusus presiden
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleZulhas: Pembangunan Pangan Indonesia Tertinggal 27 Tahun
Next Article BPOM Terbitkan Izin Edar untuk Dua Obat Kanker Baru

Informasi lainnya

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

26 April 2026

e-KTP: Teknologi Tanpa Arah

25 April 2026

Ikan Sapu-Sapu dan Krisis Sunyi

23 April 2026

UKT dan Ilusi Kesejahteraan ASN

19 April 2026

War Ticket: Ilusi Akses Setara

12 April 2026

Fakta Sebenernya, Inflasi Pejabat

12 April 2026
Paling Sering Dibaca

Evis Santika: Wajah Baru di Kwarran Pramuka Cisayong

Profil Silva

Ayi Mulyana: Membangun Pramuka yang Berkontribusi Nyata

Profil Silva

Sejarah dan Keutamaan Surah Yasin dalam Al-Qur’an: Kisah dan Pengaruhnya

Islami Dexpert Corp

Misteri Tempat Pancung Dekat Masjid Jaffali di Jeddah

Islami Alfi Salamah

Ketika Dilempari Batu, Bangunlah Istana: Pelajaran Bijak Menghadapi Kritik

Opini Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi