Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 27 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

BMKG Ingatkan Bahaya Cuaca Ekstrem, Minta Respons Cepat Peringatan Dini

Efektivitas peringatan dini tak cukup dari teknologi, tapi butuh gerak cepat semua pihak demi keselamatan bersama.
ErickaEricka23 Maret 2025 Nasional
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati
Dwikorita Karnawati, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah akan bahaya cuaca ekstrem yang makin sering terjadi. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan pentingnya tanggapan cepat terhadap setiap peringatan dini yang dikeluarkan lembaganya.

Sejak 1 Januari hingga 17 Maret 2025, tercatat 1.891 kejadian cuaca ekstrem di Indonesia. BMKG bekerja tanpa henti 24 jam setiap hari dengan dukungan teknologi canggih, seperti radar cuaca, satelit, dan stasiun pengamatan untuk memantau dinamika atmosfer, laut, dan daratan.

“Peringatan dini bukan sekadar informasi, tapi panggilan untuk bertindak. Tanpa respons cepat, potensi dampaknya bisa sangat besar, baik dari sisi korban jiwa maupun kerugian materiil,” kata Dwikorita dalam peringatan Hari Meteorologi Dunia ke-75, Sabtu (22/3/2025).

Baca Juga:
  • Stasiun Pengisian Hidrogen Terdepan PLN Siap Diluncurkan
  • Akhirnya Miftah Mundur, Istana Hormati Keputusan
  • Optimalkan Distribusi Kuota Haji Tambahan untuk Mengurangi Antrian
  • Gempa M 4,6 Guncang Daruba Maluku Utara

Menurutnya, sinergi semua pihak – mulai dari pemerintah daerah, BNPB, TNI-Polri, media, hingga masyarakat – sangat penting untuk meminimalisir risiko bencana. Ia menekankan pentingnya menyambungkan informasi peringatan dini dengan aksi nyata di lapangan.

BMKG mencatat jenis cuaca ekstrem yang terjadi mencakup hujan lebat, angin kencang, petir, puting beliung, hingga hujan es. Dampaknya antara lain banjir (721 kasus), tanah longsor (374), pohon tumbang (371), hingga gangguan transportasi (567). Bahkan, 115 orang tercatat menjadi korban luka atau meninggal dunia akibat kejadian tersebut.

“Tanpa koordinasi yang baik, maka informasi dini tidak akan menyelamatkan. Sistem ini harus bekerja sebagai rantai yang utuh,” tambahnya.

Artikel Terkait:
  • Penumpang Whoosh Capai 20 Ribu Per Hari Jelang Nataru
  • Bolehkah Merekam Khutbah Salat Ied dengan Ponsel?
  • Pimpinan DPR Sidak dan Sosialisasi Sub Pangkalan Gas Melon di Jakarta Barat
  • Hotel Mercure dan Ibis Berkolaborasi dengan Korem 091/ASN Meriahkan KarnavALL Batik Nusantara

Untuk memperkuat komunikasi publik, BMKG mengoptimalkan distribusi informasi melalui akun media sosial @infobmkg, aplikasi InfoBMKG, SMS, WA Channel, dan situs resmi. Masyarakat diminta aktif memantau informasi dan tidak mengabaikan peringatan, terutama saat cuaca tidak menentu.

Cuaca ekstrem bukan sekadar ancaman, tapi juga pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan kolektif. BMKG berharap langkah antisipatif dapat dilakukan lebih cepat dan lebih luas demi keselamatan seluruh masyarakat Indonesia.

Jangan Lewatkan:
  • Miss Papua Pegunungan Didepak Usai Kibarkan Bendera Israel
  • Jejak Sejarah Muslim di Buleleng Bali
  • Aceh Kerahkan 3.000 ASN Bantu Warga Terdampak Bencana
  • Pensiun 59 Tahun Dinilai Untungkan BPJS, Picu Kesenjangan
Bencana Alam Indonesia BMKG Cuaca Ekstrem Mitigasi Risiko Peringatan Dini 2025
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBeras Cap Tugu Tembus Ritel, Desa Loh Sumber Kini Mandiri
Next Article Pramono Janji Benahi Pendidikan Jakarta Lebih Manusiawi

Informasi lainnya

BNN Bone Dorong Saka Anti Narkoba Pramuka

20 April 2026

Pakar ITB Soroti IKN, Cermin Krisis Perencanaan

18 April 2026

Baznas Tetapkan 10 Persen Kurban untuk Sumatera

18 April 2026

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

15 April 2026

El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026

14 April 2026

Suhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025

13 April 2026
Paling Sering Dibaca

Menag di Vatikan: Diplomasi Iman dan Kemanusiaan

Editorial Udex Mundzir

Tips Hindari FOMO Agar Tetap Kalem dan Bahagia

Daily Tips Ericka

Gizi di Meja, Konglomerat di Pintu

Editorial Udex Mundzir

Meski Telah Berpura-pura jadi Jakmania, Kang Emil Tetap Kalah

Opini Udex Mundzir

Tanda-Tanda Allah Akan Menaikkan Derajatmu

Islami Assyifa
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi