Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rupiah Terancam Rp19.000, Kebijakan BI Dipertanyakan

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Demi Maskapai Nasional, Jemaah Umrah Diminta Beralih

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Media Asing Kaget Larangan Menstruasi di Pura Bali

Aturan adat yang lazim di Bali ini baru-baru ini disorot media internasional karena dinilai tabu dan sensitif.
ErickaEricka9 April 2025 Nasional
Pura
Salah satu Pura di Bali (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Denpasar – Ternyata baru sekarang media asing menyadari bahwa perempuan yang sedang menstruasi dilarang masuk pura di Bali. Aturan adat yang sudah lama berlaku ini mendadak jadi sorotan internasional, setelah Gubernur Bali Wayan Koster memperbarui panduan perilaku wisatawan pada 24 Maret 2025 lalu.

Dalam panduan yang diperbarui tersebut, larangan terhadap perempuan haid ditegaskan kembali sebagai bagian dari upaya menjaga kesucian tempat suci umat Hindu di Bali. Kebijakan ini juga menyasar wisatawan asing yang sering kali tidak memahami adat dan larangan lokal ketika berkunjung ke pura.

Sorotan datang dari berbagai media asing ternama, seperti News.com.au dari Australia, Daily Mail dari Inggris, New York Post dari Amerika Serikat, serta Time Out dan DestinAsian. Mereka mengulas aturan ini dengan berbagai sudut pandang, mulai dari pelestarian budaya hingga polemik soal tubuh perempuan dan hak akses ke tempat publik.

News.com.au menyoroti bahwa larangan ini merupakan bagian dari panduan baru yang dirancang untuk menertibkan perilaku turis nakal. Sementara Daily Mail menyebut bahwa darah menstruasi dianggap “kotor” dan dapat mencemari tempat suci.

Bahkan, mereka menambahkan informasi dari situs lokal yang menyebut beberapa perempuan bisa merasakan sakit atau pingsan saat melanggar larangan ini.

Baca Juga:
  • Karyawan Dipaksa Staycation dengan Bos, Partai Buruh Tegaskan Penolakan UU Cipta Kerja
  • Inovasi Tampilan Baru dan Dampaknya di Google Indonesia
  • Kapolresta Tegaskan Jagung Bantarpanjang Belum Gagal
  • Crew Helikopter Panther HS-1306 Ikuti Latihan Jelang Pratugas Konga TNl Satgas MTF Unifil

New York Post dan Time Out menekankan pentingnya perilaku sopan dan berpakaian pantas saat berkunjung ke pura, serta kewajiban mengenakan pakaian adat Bali untuk umat yang hendak sembahyang. Selain itu, pengunjung dilarang membawa plastik sekali pakai, mengumpat, atau menunjukkan perilaku tidak menghormati warga lokal.

Legenda di Bali juga menyebut bahwa perempuan yang sedang haid dianggap berada dalam kondisi spiritual yang tidak suci, yang bisa mengundang malapetaka jika tetap memasuki area suci.

Kondisi serupa juga berlaku bagi mereka yang berada dalam masa berkabung, atau baru memiliki bayi berusia di bawah enam bulan. Semua itu termasuk dalam konsep “cuntaka” dalam ajaran Hindu Bali.

Meski demikian, belum ada mekanisme resmi untuk memeriksa status menstruasi seseorang. Ini memunculkan pertanyaan dari media asing tentang bagaimana aturan tersebut ditegakkan di lapangan.

Beberapa pihak menilai bahwa pelaksanaan aturan ini sepenuhnya mengandalkan kesadaran dan kejujuran pribadi, serta pemahaman terhadap nilai-nilai lokal.

Artikel Terkait:
  • Lestarikan Warisan Leluhur, Warga Gegunung Wetan Gelar Sedekah Laut
  • Perjalanan Menuju Raudhah, 23 Kloter Jamaah Haji Dapat Izin
  • KPU RI Tegaskan Teknis Debat Kelima Pilpres Tidak Berubah
  • Kejadian Mengerikan: Luka Perut Akibat Dibuntuti Dua Motor

Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa pembaruan aturan ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pariwisata dan budaya. Ia menyatakan bahwa dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, penting bagi pemerintah daerah untuk memastikan setiap pengunjung memahami dan menghormati adat istiadat setempat.

Pulau Bali yang dikenal sebagai destinasi spiritual dan budaya ternama di dunia selama ini menjadi tujuan utama wisatawan dari berbagai negara.

Namun dengan eksposur media global terhadap aturan ini, muncul pula kekhawatiran akan persepsi negatif terhadap praktik budaya lokal jika tidak dipahami secara utuh oleh publik luar negeri.

Respons masyarakat lokal terhadap sorotan media asing ini beragam. Sebagian besar warga Bali mendukung pelestarian nilai-nilai adat dan menganggap perhatian media asing sebagai momen edukasi tentang budaya Bali.

Jangan Lewatkan:
  • Misa Requiem Paus Fransiskus, Menag Sampaikan Pesan Damai
  • Rakernas JMSI: Kawal Asta Cita Menuju Indonesia Emas
  • Kejaksaan RI Membangun Komunikasi Publik dengan Beragam Platform Media
  • Kapal Feri Tenggelam di Perairan PPU, Dua Penumpang Terjebak

Namun, ada pula yang merasa aturan ini perlu dijelaskan lebih terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan wisatawan internasional.

Adat Bali Perempuan Menstruasi Pura Bali Tempat Suci Turis Asing
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMobil Esemka Mandek, Jokowi Digugat Warga ke PN Surakarta
Next Article Ketua Banggar DPR Sambut Rencana Prabowo Hapus Kuota Impor

Informasi lainnya

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

27 Oktober 2026

PHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

26 Oktober 2026

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

19 Oktober 2026

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

17 Oktober 2026

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Diam dalam Islam, Keutamaan yang Sering Terlupakan

Islami Alfi Salamah

Husodo Angkosubroto: Nahkoda Gunung Sewu Group

Profil Ericka

Ibu Rumah Tangga di Musi Banyuasin Raup Penghasilan dari Ternak Jangkrik

Bisnis Silva

Growth Mindset

Refleksi Syamril Al-Bugisyi

Israel Lahir Lewat Teror dan Genosida

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi