Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 27 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pariwisata Terancam, Efisiensi Anggaran 2025 Picu Kekhawatiran

Pemangkasan drastis anggaran Kemenparekraf berisiko meredam kebangkitan sektor pariwisata nasional.
ErickaEricka15 April 2025 Ekonomi
Raja ampat
Raja Ampat, Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemangkasan anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) hingga lebih dari 40% dalam RAPBN 2025 menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keberlanjutan sektor pariwisata. Kebijakan efisiensi anggaran yang digulirkan pemerintah dengan dalih menjaga stabilitas fiskal justru dinilai kontraproduktif terhadap momentum kebangkitan pariwisata pascapandemi.

Dengan hanya menyisakan Rp884,9 miliar dari pagu awal Rp1,49 triliun, langkah ini membatasi kemampuan pemerintah dalam menjalankan program prioritas seperti promosi internasional, pengembangan destinasi unggulan, hingga peningkatan kualitas SDM pariwisata. Padahal, pariwisata merupakan sektor strategis dengan efek berganda besar terhadap ekonomi nasional.

“Setiap rupiah yang dibelanjakan wisatawan menciptakan rantai ekonomi yang luas, dari petani hingga pelaku industri kreatif,” ujar Sri Mariati, peneliti SDGs HUB UI dan dosen Pascasarjana Institut Pariwisata Trisakti.

Baca Juga:
  • Prabowo Tegaskan Indonesia Bebas Impor Beras Tahun 2025
  • BEI Targetkan Tambahan 10 Ribu Investor Syariah di 2025
  • Avanza Kuasai Puncak Penjualan Mobil Indonesia, Brio Tersingkir
  • Diskon Tiket Pesawat Dongkrak Jumlah Pemudik Udara 2025

Ia menekankan bahwa efisiensi seharusnya menyasar birokrasi dan program yang minim dampak, bukan justru memangkas pos strategis yang punya kontribusi besar terhadap PDB dan penciptaan lapangan kerja.

Kondisi ini semakin kontras dengan strategi negara-negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam yang justru meningkatkan anggaran promosi dan pengembangan infrastruktur wisata untuk merebut pangsa pasar global yang mulai pulih. Jika tidak segera direspons, Indonesia berisiko kehilangan daya saing dan peluang devisa bernilai besar dari sektor ini.

Selain itu, pemotongan juga diprediksi memicu kerugian ekonomi di sektor perhotelan dan restoran, terutama dari hilangnya belanja MICE oleh pemerintah. Infrastruktur dasar seperti akses ke destinasi wisata, sanitasi, hingga jaringan internet pun terancam tidak mendapatkan prioritas.

Artikel Terkait:
  • Diskon 70% untuk 6 Bahan Pokok Selama Nataru
  • Menkeu Purbaya Siap Cairkan Dana Darurat untuk Bencana Sumatra
  • Cara Aman Membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tanpa Pungutan Liar
  • Singapura Hentikan Ekspor Babi dari Batam karena Flu Babi Afrika

Sri Mariati menambahkan bahwa kolaborasi lintas kementerian dan inovasi skema pendanaan non-APBN seperti KPBU dan dana abadi pariwisata perlu segera dirumuskan agar efisiensi tidak menjadi bumerang bagi sektor vital ini.

Kebijakan efisiensi anggaran memang penting, namun jika tidak disertai dengan kebijaksanaan strategis, bisa menghambat kontribusi pariwisata terhadap pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Jangan Lewatkan:
  • Kelas Menengah Tergerus, Indef Warning Risiko Sosial Baru
  • Industri Hotel Tertekan, Okupansi Merosot dan PHK Mengancam
  • Dato Sri Tahir: Purbaya Sosok Tepat Atasi Tantangan Ekonomi Nasional
  • Pemerintah Diingatkan Mitigasi Dampak Kenaikan PPN 12 Persen
Anggaran Kemenparekraf Dampak Fiskal Ekonomi Indonesia Pemangkasan APBN 2025 Sektor Pariwisata
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleJabar Larang Pungutan Jalan Raya, Dedi Mulyadi Terbitkan Surat Edaran
Next Article Prabowo dan Raja Abdullah Sepakat Perkuat Kerja Sama Strategis

Informasi lainnya

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026

BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru

18 April 2026

Emas Antam Melemah, Sinyal Beli atau Jebakan Pasar?

13 April 2026

Koperasi Desa Jadi Game Changer Ekonomi Syariah

13 April 2026

Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?

11 April 2026
Paling Sering Dibaca

Gubernur Bayangan di Tambang Rakyat

Editorial Udex Mundzir

Guru ASN di Sekolah Swasta

Editorial Udex Mundzir

Perselisihan Jabatan dan Integritas Pilkada

Editorial Udex Mundzir

Celah Curang Layanan Rumah Sakit

Editorial Udex Mundzir

Tips Manajemen Waktu Agar Lebih Produktif

Daily Tips Ericka
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi