Bandung Barat – Pemerintah Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih melakukan pendataan intensif serta pencarian terhadap warga yang diduga terdampak bencana longsor.
Hingga Sabtu (24/1/2026), jumlah warga yang belum ditemukan atau belum terlacak keberadaannya mencapai 111 jiwa dari 34 kepala keluarga, menjadikan peristiwa ini sebagai salah satu bencana longsor dengan dampak korban terbesar di wilayah tersebut.
Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, menjelaskan bahwa data tersebut bersifat sementara dan masih terus diperbarui seiring berjalannya proses pencarian di lapangan.
Dari total warga terdampak, sebanyak 23 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, sementara delapan orang lainnya dinyatakan meninggal dunia. Sisanya hingga kini masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
“Sesuai data sementara hingga saat ini, jumlah jiwa yang belum ditemukan atau belum terlacak keberadaannya sekitar 111 jiwa dari 34 Kepala Keluarga. Sedangkan yang ditemukan selamat sebanyak 23 orang, dan sisanya masih dalam pencarian,” jelas Nur Awaludin, Sabtu (24/1/2026).
Ia menambahkan, fokus utama pemerintah desa saat ini adalah penanganan darurat, terutama pada fase awal bencana yang membutuhkan dukungan anggaran kebencanaan. Menurutnya, keterbatasan anggaran di awal tahun menjadi tantangan tersendiri dalam memenuhi kebutuhan warga terdampak.
“Kebutuhan paling mendesak saat ini adalah penanganan darurat. Kami berharap ada dukungan anggaran kebencanaan, serta bantuan dari berbagai pihak, khususnya sembako, untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga terdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat, Asep Ismail, memastikan seluruh warga yang selamat telah dievakuasi dan direlokasi sementara ke kantor desa setempat. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi longsor susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem dan tanah yang masih labil di sekitar lokasi bencana.
“Untuk sementara warga yang diungsikan saya arahkan ke pihak kecamatan, agar segera direlokasi dulu ke Desa Pasirlangu,” jelas Asep Ismail di Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026).
Menurut Asep, relokasi sementara tersebut merupakan bagian dari penanganan darurat untuk menjamin keselamatan warga, sembari menunggu hasil pemantauan kondisi tanah dan cuaca. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta relawan untuk mempercepat pencarian korban dan memastikan situasi tetap terkendali.
Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini kondisi lokasi pengungsian masih memadai untuk menampung warga terdampak, dengan pemenuhan kebutuhan dasar dilakukan secara bertahap.
“Barusan saya lihat, Alhamdulillah, masih dalam kondisi tertampung dan masih memungkinkan untuk tetap berada di desa,” ucapnya.
Asep menambahkan, longsor yang terjadi menimbun hampir seluruh rumah warga di Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Kondisi tersebut menyulitkan proses pencarian karena banyak bangunan tertutup material tanah dalam jumlah besar.
“Iya, hampir semuanya tertimbun. Mudah-mudahan longsoran tidak terus berlanjut,” ujarnya.
Hingga Sabtu (24/1/2026) pukul 13.00 WIB, tercatat sebanyak delapan orang korban longsor ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Proses pencarian korban hilang masih terus dilakukan dengan mengedepankan keselamatan petugas dan warga sekitar.
