Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 18 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Eka Cahya Prima Jadi Profesor Fisika Termuda di UPI

Riset energi terbarukan mengantarkan Eka Cahya Prima menorehkan sejarah sebagai guru besar muda di bidang fisika material energi.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati14 Januari 2026 Pendidikan
Eka Cahya Prima Jadi Profesor Fisika Termuda di UPI
Dr. Eka Cahya Prima, S.Pd., M.T. yang menjadi Guru Besar bidang fisika material energi di UPI. Salah satu profesor termuda di Indonesia pada bidang fisika (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bandung – Di tengah geliat kampus yang terus mengejar reputasi riset global, Universitas Pendidikan Indonesia kembali mencatatkan momen penting. Ibarat cahaya pagi yang menyinari laboratorium, Dr. Eka Cahya Prima resmi menyandang jabatan Guru Besar bidang fisika material, energi pada usia 35 tahun, menjadikannya salah satu profesor fisika termuda di Indonesia.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) jabatan fungsional tersebut berlangsung di lingkungan kampus Universitas Pendidikan Indonesia di Jalan Dr. Setiabudhi, Bandung, pada Rabu (7/1/2026).

Pengangkatan ini menegaskan kiprah akademik Eka Cahya Prima kini bergelar profesor sebagai sosok ilmuwan muda, yang konsisten mengembangkan riset material sel surya dan energi terbarukan.

Latar belakang pendidikannya bermula dari UPI, tempat ia menyelesaikan studi sarjana pada 2011, sebelum melanjutkan pendidikan magister dan doktoral di Institut Teknologi Bandung. Pengalaman akademik tersebut membentuk fondasi kuat bagi riset-risetnya yang kini terakui secara nasional maupun internasional.

Baca Juga:
  • Pramuka IAILM Suryalaya Raih Prestasi dalam Penutupan KMD
  • Piagam Penghargaan Jadi Penutup Ramadan Leadership Camp
  • Pramuka SMAN 23 Bone Gelar Musyawarah Ambalan 2026
  • Hari Kedua KMD Pramuka Ponorogo, Peserta Dalami Peran Pembina

“Universitas Pendidikan Indonesia telah memfasilitasi riset kami, baik dari sisi pendanaan, ruang, maupun fasilitas laboratorium,” ujar Prof. Eka Cahya Prima mengutip pernyataannya dari laman resmi UPI. Ia menilai dukungan institusi menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan riset, khususnya di bidang energi terbarukan yang membutuhkan infrastruktur dan kolaborasi jangka panjang.

Saat ini, Prof. Eka aktif mengembangkan penelitian di Laboratorium Material Energi Surya yang berada di bawah naungan Program Studi Fisika dan Pendidikan IPA UPI. Laboratorium ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang eksperimen, tetapi juga menjadi pusat kolaborasi lintas institusi.

Sejumlah kerja sama riset telah terjalin dengan perguruan tinggi dan lembaga nasional, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta universitas-universitas ternama di Pulau Jawa.

Hasil kerja ilmiah Prof. Eka dan timnya telah mempublikasikan jurnal internasional bereputasi tinggi, seperti Advanced Energy Materials dan ACS Nano Materials. Tidak berhenti pada publikasi, beberapa temuan riset juga berhasil dikomersialisasi, memberi kontribusi nyata bagi pengembangan teknologi energi terbarukan di Indonesia. Capaian tersebut memperkuat posisi UPI sebagai kampus kependidikan yang juga unggul dalam riset sains dan teknologi.

Artikel Terkait:
  • 13 Unit Kerja UPI Bandung Teken Zona Integritas Cegah Korupsi
  • Beasiswa Prestasi Unggul QSBS Al Kautsar 561, Gratis SPP Hingga Rp120 Juta!
  • Cyber University Siapkan Mahasiswa Hadapi Industri Lewat Program CLP
  • Momen Haru Hiasi Wisuda SMA Primaganda di Jombang

Di luar aktivitas laboratorium, Prof. Eka memiliki visi jangka panjang untuk membangun Pusat Unggulan Universitas di bidang energi terbarukan. Ia juga berkomitmen mengembangkan pendidikan sains berbasis keberlanjutan melalui pendekatan Education for Sustainable Development Goals (ESDG) serta penguatan pendidikan STEM yang telah berjalan dalam tiga tahun terakhir di UPI. Menurutnya, riset dan pendidikan harus berjalan beriringan agar dampaknya terasa luas bagi masyarakat.

Kerja tim menjadi nilai yang selalu ia tekankan. Saat ini, sekitar 27 mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan dan perguruan tinggi di Indonesia terlibat dalam kelompok risetnya. Ia berharap pencapaiannya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dosen dan peneliti untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan nasional.

Dengan pengukuhan ini, UPI tidak hanya menambah daftar guru besar, tetapi juga menegaskan peran strategis ilmuwan muda dalam menjawab tantangan energi dan keberlanjutan di masa depan.

Jangan Lewatkan:
  • Pemberian Sertifikasi Guru, BNI Dorong Literasi Pendidikan Digital
  • Atasi kendala literasi di era teknologi digital yang berkembang pesat
  • Semarak Kompetisi Sains Bernafas Al-Quran di QSBS Fair 2024
  • Pesantren Pramuka Khalifa, Wadah Menempa Karakter Lewat Hikmah
Energi terbarukan Guru Besar UPI Pendidikan Tinggi Indonesia Profesor Fisika Riset Sel Surya
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePaspor Abadi Sang Firaun: Pelajaran Kepemimpinan yang Tak Pernah Mati
Next Article TikTok & Konten Viral

Informasi lainnya

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

14 September 2026

100 Mahasiswa UBB Dapat Beasiswa Kelapa 2026

3 September 2026

Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global

26 Agustus 2026

Dosen MM UIA Bedah Kurikulum, Kompetensi Jadi Fokus

22 Agustus 2026

OBE Mengubah Ukuran Keberhasilan Perkuliahan

22 Agustus 2026

Kulit Bawang Merah Bisa Jadi Pelindung Panel Surya

19 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Nafkah dalam Islam: Penjelasan, Pelanggaran, dan Kewajiban terhadap Anak Yatim

Islami Udex Mundzir

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

Editorial Udex Mundzir

Abolisi Tak Sama Dengan Keadilan

Editorial Udex Mundzir

Koperasi Desa: Membangun atau Menguras?

Editorial Assyifa

Yang Mau Lanjutkan Bangun IKN, Silakan Patungan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi