Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pajak Dibayar, Kuliah Tetap Mahal

Wulla Poddu, Bulan Sakral yang Hidup di Sumba

Mengenal Suku Kajang, Penjaga Hutan Adat Bulukumba

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 8 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Eka Cahya Prima Jadi Profesor Fisika Termuda di UPI

Riset energi terbarukan mengantarkan Eka Cahya Prima menorehkan sejarah sebagai guru besar muda di bidang fisika material energi.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati14 Januari 2026 Pendidikan
Eka Cahya Prima Jadi Profesor Fisika Termuda di UPI
Dr. Eka Cahya Prima, S.Pd., M.T. yang menjadi Guru Besar bidang fisika material energi di UPI. Salah satu profesor termuda di Indonesia pada bidang fisika (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bandung – Di tengah geliat kampus yang terus mengejar reputasi riset global, Universitas Pendidikan Indonesia kembali mencatatkan momen penting. Ibarat cahaya pagi yang menyinari laboratorium, Dr. Eka Cahya Prima resmi menyandang jabatan Guru Besar bidang fisika material, energi pada usia 35 tahun, menjadikannya salah satu profesor fisika termuda di Indonesia.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) jabatan fungsional tersebut berlangsung di lingkungan kampus Universitas Pendidikan Indonesia di Jalan Dr. Setiabudhi, Bandung, pada Rabu (7/1/2026).

Pengangkatan ini menegaskan kiprah akademik Eka Cahya Prima kini bergelar profesor sebagai sosok ilmuwan muda, yang konsisten mengembangkan riset material sel surya dan energi terbarukan.

Latar belakang pendidikannya bermula dari UPI, tempat ia menyelesaikan studi sarjana pada 2011, sebelum melanjutkan pendidikan magister dan doktoral di Institut Teknologi Bandung. Pengalaman akademik tersebut membentuk fondasi kuat bagi riset-risetnya yang kini terakui secara nasional maupun internasional.

Baca Juga:
  • Guru Madrasah Tasikmalaya Tuntut Keadilan dalam Pengangkatan PPPK
  • Sekolah Rakyat Siap Beroperasi di 63 Titik Mulai Juli 2025
  • Eks Ketua MK: Guru dan Dosen Harus Jadi Prioritas, Bukan Beban Negara
  • Kemenag Luncurkan Pelatihan Kurikulum Cinta via MOOC

“Universitas Pendidikan Indonesia telah memfasilitasi riset kami, baik dari sisi pendanaan, ruang, maupun fasilitas laboratorium,” ujar Prof. Eka Cahya Prima mengutip pernyataannya dari laman resmi UPI. Ia menilai dukungan institusi menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan riset, khususnya di bidang energi terbarukan yang membutuhkan infrastruktur dan kolaborasi jangka panjang.

Saat ini, Prof. Eka aktif mengembangkan penelitian di Laboratorium Material Energi Surya yang berada di bawah naungan Program Studi Fisika dan Pendidikan IPA UPI. Laboratorium ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang eksperimen, tetapi juga menjadi pusat kolaborasi lintas institusi.

Sejumlah kerja sama riset telah terjalin dengan perguruan tinggi dan lembaga nasional, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta universitas-universitas ternama di Pulau Jawa.

Hasil kerja ilmiah Prof. Eka dan timnya telah mempublikasikan jurnal internasional bereputasi tinggi, seperti Advanced Energy Materials dan ACS Nano Materials. Tidak berhenti pada publikasi, beberapa temuan riset juga berhasil dikomersialisasi, memberi kontribusi nyata bagi pengembangan teknologi energi terbarukan di Indonesia. Capaian tersebut memperkuat posisi UPI sebagai kampus kependidikan yang juga unggul dalam riset sains dan teknologi.

Artikel Terkait:
  • OBE Mengubah Ukuran Keberhasilan Perkuliahan
  • KMD Sodonghilir Luluskan 49 Pembina Pramuka Baru
  • Jota Joti UPT SMAN 8 Bone Resmi Ditutup
  • Kelulusan SDN 1 Cisayong, Jenny Tegaskan Pendidikan Lanjut

Di luar aktivitas laboratorium, Prof. Eka memiliki visi jangka panjang untuk membangun Pusat Unggulan Universitas di bidang energi terbarukan. Ia juga berkomitmen mengembangkan pendidikan sains berbasis keberlanjutan melalui pendekatan Education for Sustainable Development Goals (ESDG) serta penguatan pendidikan STEM yang telah berjalan dalam tiga tahun terakhir di UPI. Menurutnya, riset dan pendidikan harus berjalan beriringan agar dampaknya terasa luas bagi masyarakat.

Kerja tim menjadi nilai yang selalu ia tekankan. Saat ini, sekitar 27 mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan dan perguruan tinggi di Indonesia terlibat dalam kelompok risetnya. Ia berharap pencapaiannya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dosen dan peneliti untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan nasional.

Dengan pengukuhan ini, UPI tidak hanya menambah daftar guru besar, tetapi juga menegaskan peran strategis ilmuwan muda dalam menjawab tantangan energi dan keberlanjutan di masa depan.

Jangan Lewatkan:
  • Beasiswa Tasik Cerdas Dorong Semangat Belajar Siswa Cisayong
  • Sekolah Akan Jadi Rumah Kedua bagi Siswa SMPN 1 Cisayong
  • Awardee LPDP Raih Gelar Doktor dengan IPK 3.96 di UPI
  • SMPN 1 Cisayong Gelar Workshop PBD untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Energi terbarukan Guru Besar UPI Pendidikan Tinggi Indonesia Profesor Fisika Riset Sel Surya
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePaspor Abadi Sang Firaun: Pelajaran Kepemimpinan yang Tak Pernah Mati
Next Article TikTok & Konten Viral

Informasi lainnya

100 Mahasiswa UBB Dapat Beasiswa Kelapa 2026

3 September 2026

Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global

26 Agustus 2026

Dosen MM UIA Bedah Kurikulum, Kompetensi Jadi Fokus

22 Agustus 2026

OBE Mengubah Ukuran Keberhasilan Perkuliahan

22 Agustus 2026

Kulit Bawang Merah Bisa Jadi Pelindung Panel Surya

19 Agustus 2026

Temaram di Khalifa

14 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Koperasi Desa Tanpa Arah Nyata

Editorial Lisda Lisdiawati

Belva Devara: Anak Bangsa Pelopor Pendidikan Digital

Biografi Alfi Salamah

Investigasi MUI Terhadap Al Zaytun Mencapai Tahap Penting, Fatwa Menanti!

Islami Adit Musthofa

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Editorial Lisda Lisdiawati

DPR AS Desak Apple dan Google Hapus TikTok Januari 2025

Techno Silva
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi