Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

BPOM Perketat Vape, Remaja Jadi Fokus Perlindungan

Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 24 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Eka Cahya Prima Jadi Profesor Fisika Termuda di UPI

Riset energi terbarukan mengantarkan Eka Cahya Prima menorehkan sejarah sebagai guru besar muda di bidang fisika material energi.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati14 Januari 2026 Pendidikan
Eka Cahya Prima Jadi Profesor Fisika Termuda di UPI
Dr. Eka Cahya Prima, S.Pd., M.T. yang menjadi Guru Besar bidang fisika material energi di UPI. Salah satu profesor termuda di Indonesia pada bidang fisika (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bandung – Di tengah geliat kampus yang terus mengejar reputasi riset global, Universitas Pendidikan Indonesia kembali mencatatkan momen penting. Ibarat cahaya pagi yang menyinari laboratorium, Dr. Eka Cahya Prima resmi menyandang jabatan Guru Besar bidang fisika material, energi pada usia 35 tahun, menjadikannya salah satu profesor fisika termuda di Indonesia.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) jabatan fungsional tersebut berlangsung di lingkungan kampus Universitas Pendidikan Indonesia di Jalan Dr. Setiabudhi, Bandung, pada Rabu (7/1/2026).

Pengangkatan ini menegaskan kiprah akademik Eka Cahya Prima kini bergelar profesor sebagai sosok ilmuwan muda, yang konsisten mengembangkan riset material sel surya dan energi terbarukan.

Latar belakang pendidikannya bermula dari UPI, tempat ia menyelesaikan studi sarjana pada 2011, sebelum melanjutkan pendidikan magister dan doktoral di Institut Teknologi Bandung. Pengalaman akademik tersebut membentuk fondasi kuat bagi riset-risetnya yang kini terakui secara nasional maupun internasional.

Baca Juga:
  • Produk Luar Dominasi Destinasi, Wisata Lokal Tergerus di Rumah Sendiri
  • DPR Soroti Ketimpangan Anggaran Pendidikan Nasional
  • Prestasi Siswa Meningkat Pesat, Ekskul Pramuka Jadi Kunci
  • Maraknya Child Grooming, Kurikulum Pendidikan Disorot

“Universitas Pendidikan Indonesia telah memfasilitasi riset kami, baik dari sisi pendanaan, ruang, maupun fasilitas laboratorium,” ujar Prof. Eka Cahya Prima mengutip pernyataannya dari laman resmi UPI. Ia menilai dukungan institusi menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan riset, khususnya di bidang energi terbarukan yang membutuhkan infrastruktur dan kolaborasi jangka panjang.

Saat ini, Prof. Eka aktif mengembangkan penelitian di Laboratorium Material Energi Surya yang berada di bawah naungan Program Studi Fisika dan Pendidikan IPA UPI. Laboratorium ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang eksperimen, tetapi juga menjadi pusat kolaborasi lintas institusi.

Sejumlah kerja sama riset telah terjalin dengan perguruan tinggi dan lembaga nasional, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta universitas-universitas ternama di Pulau Jawa.

Hasil kerja ilmiah Prof. Eka dan timnya telah mempublikasikan jurnal internasional bereputasi tinggi, seperti Advanced Energy Materials dan ACS Nano Materials. Tidak berhenti pada publikasi, beberapa temuan riset juga berhasil dikomersialisasi, memberi kontribusi nyata bagi pengembangan teknologi energi terbarukan di Indonesia. Capaian tersebut memperkuat posisi UPI sebagai kampus kependidikan yang juga unggul dalam riset sains dan teknologi.

Artikel Terkait:
  • Latihan Gabungan Pramuka di Cisayong, Sinergi dan Persaudaraan
  • Raih Jota SSTV Award, Jota Joti UPT SMAN 8 Bone Sukses Digelar
  • SMPN 3 Watampone Sukses Selenggarakan Mugus Perdana
  • Santri SMA QSBS Al-Kautsar 561 Ciptakan Solusi Limbah, Tembus Final KREASI

Di luar aktivitas laboratorium, Prof. Eka memiliki visi jangka panjang untuk membangun Pusat Unggulan Universitas di bidang energi terbarukan. Ia juga berkomitmen mengembangkan pendidikan sains berbasis keberlanjutan melalui pendekatan Education for Sustainable Development Goals (ESDG) serta penguatan pendidikan STEM yang telah berjalan dalam tiga tahun terakhir di UPI. Menurutnya, riset dan pendidikan harus berjalan beriringan agar dampaknya terasa luas bagi masyarakat.

Kerja tim menjadi nilai yang selalu ia tekankan. Saat ini, sekitar 27 mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan dan perguruan tinggi di Indonesia terlibat dalam kelompok risetnya. Ia berharap pencapaiannya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dosen dan peneliti untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan nasional.

Dengan pengukuhan ini, UPI tidak hanya menambah daftar guru besar, tetapi juga menegaskan peran strategis ilmuwan muda dalam menjawab tantangan energi dan keberlanjutan di masa depan.

Jangan Lewatkan:
  • Sekolah Rakyat Siap Beroperasi di 63 Titik Mulai Juli 2025
  • Hari Ketiga Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar, Peserta Belajar Sismisat dan Latihan Membina
  • PPG untuk 95.367 Guru PAI Digelar, Kemenag Fokus Profesionalisme dan Kesejahteraan
  • Nasib Guru Honorer di 2027, Tetap Mengajar atau Terhapus?
Energi terbarukan Guru Besar UPI Pendidikan Tinggi Indonesia Profesor Fisika Riset Sel Surya
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePaspor Abadi Sang Firaun: Pelajaran Kepemimpinan yang Tak Pernah Mati
Next Article TikTok & Konten Viral

Informasi lainnya

Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

22 Mei 2026

BSI Scholarship Dibuka, Ribuan Pelajar Dibidik

19 Mei 2026

Nasib Guru Honorer di 2027, Tetap Mengajar atau Terhapus?

7 Mei 2026

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

21 April 2026

Kemenag Luncurkan Pelatihan Kurikulum Cinta via MOOC

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

Sabar dan Doa: Kunci Mengubah Hidup Menjadi Lebih Baik

Islami Assyifa

Demokrasi Tak Boleh Kalah Oleh Lumpur

Editorial Udex Mundzir

Khairuddin Barbarossa: Laksamana Legendaris dan Pahlawan Laut Mediterania

Biografi Alfi Salamah

Pramuka Cisayong, Saatnya Bergerak

Opini Silva

Menghargai Waktu

Islami Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Hukum
Assyifa8 Maret 2025

Modus Penipuan Catut Nama Bank Marak, Waspadai Taktik Baru

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

BNPB Minta Evaluasi Sistem Peringatan Tsunami Daerah

Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret

Musim Nobar Pesta Babi Diatur Lewat Pendaftaran

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi