Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon

Pendidikan Tersedot Program MBG

LPDP: Hibah atau Pinjaman?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 3 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Eka Cahya Prima Jadi Profesor Fisika Termuda di UPI

Riset energi terbarukan mengantarkan Eka Cahya Prima menorehkan sejarah sebagai guru besar muda di bidang fisika material energi.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati14 Januari 2026 Pendidikan
Eka Cahya Prima Jadi Profesor Fisika Termuda di UPI
Dr. Eka Cahya Prima, S.Pd., M.T. yang menjadi Guru Besar bidang fisika material energi di UPI. Salah satu profesor termuda di Indonesia pada bidang fisika (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bandung – Di tengah geliat kampus yang terus mengejar reputasi riset global, Universitas Pendidikan Indonesia kembali mencatatkan momen penting. Ibarat cahaya pagi yang menyinari laboratorium, Dr. Eka Cahya Prima resmi menyandang jabatan Guru Besar bidang fisika material, energi pada usia 35 tahun, menjadikannya salah satu profesor fisika termuda di Indonesia.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) jabatan fungsional tersebut berlangsung di lingkungan kampus Universitas Pendidikan Indonesia di Jalan Dr. Setiabudhi, Bandung, pada Rabu (7/1/2026).

Pengangkatan ini menegaskan kiprah akademik Eka Cahya Prima kini bergelar profesor sebagai sosok ilmuwan muda, yang konsisten mengembangkan riset material sel surya dan energi terbarukan.

Latar belakang pendidikannya bermula dari UPI, tempat ia menyelesaikan studi sarjana pada 2011, sebelum melanjutkan pendidikan magister dan doktoral di Institut Teknologi Bandung. Pengalaman akademik tersebut membentuk fondasi kuat bagi riset-risetnya yang kini terakui secara nasional maupun internasional.

Baca Juga:
  • Greenpeace Ungkap Pejabat Terlibat di Balik PT Gag Nikel Raja Ampat
  • SMPN 1 Cisayong Gelar Workshop PBD untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
  • Universitas Terbuka Bandung Promosikan Pendidikan di Edu Fair SMAN 1 Cisayong
  • Pesantren Awal Libur Ramadan Ditutup

“Universitas Pendidikan Indonesia telah memfasilitasi riset kami, baik dari sisi pendanaan, ruang, maupun fasilitas laboratorium,” ujar Prof. Eka Cahya Prima mengutip pernyataannya dari laman resmi UPI. Ia menilai dukungan institusi menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan riset, khususnya di bidang energi terbarukan yang membutuhkan infrastruktur dan kolaborasi jangka panjang.

Saat ini, Prof. Eka aktif mengembangkan penelitian di Laboratorium Material Energi Surya yang berada di bawah naungan Program Studi Fisika dan Pendidikan IPA UPI. Laboratorium ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang eksperimen, tetapi juga menjadi pusat kolaborasi lintas institusi.

Sejumlah kerja sama riset telah terjalin dengan perguruan tinggi dan lembaga nasional, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta universitas-universitas ternama di Pulau Jawa.

Hasil kerja ilmiah Prof. Eka dan timnya telah mempublikasikan jurnal internasional bereputasi tinggi, seperti Advanced Energy Materials dan ACS Nano Materials. Tidak berhenti pada publikasi, beberapa temuan riset juga berhasil dikomersialisasi, memberi kontribusi nyata bagi pengembangan teknologi energi terbarukan di Indonesia. Capaian tersebut memperkuat posisi UPI sebagai kampus kependidikan yang juga unggul dalam riset sains dan teknologi.

Artikel Terkait:
  • Pemerintah Resmi Ganti PPDB dengan SPMB, Ini Skema Baru 2025
  • Janji Prabowo untuk Guru Masih Multitafsir
  • Empat Kementerian Bergerak Menyelamatkan Nasib Guru Honorer
  • Praktek Rukyat Awal Bulan Dzulqo’dah di PP. Sunan Ampel 2 Jombang Bawa Santri Menuju Puncak Pengetahuan Falak

Di luar aktivitas laboratorium, Prof. Eka memiliki visi jangka panjang untuk membangun Pusat Unggulan Universitas di bidang energi terbarukan. Ia juga berkomitmen mengembangkan pendidikan sains berbasis keberlanjutan melalui pendekatan Education for Sustainable Development Goals (ESDG) serta penguatan pendidikan STEM yang telah berjalan dalam tiga tahun terakhir di UPI. Menurutnya, riset dan pendidikan harus berjalan beriringan agar dampaknya terasa luas bagi masyarakat.

Kerja tim menjadi nilai yang selalu ia tekankan. Saat ini, sekitar 27 mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan dan perguruan tinggi di Indonesia terlibat dalam kelompok risetnya. Ia berharap pencapaiannya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dosen dan peneliti untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan nasional.

Dengan pengukuhan ini, UPI tidak hanya menambah daftar guru besar, tetapi juga menegaskan peran strategis ilmuwan muda dalam menjawab tantangan energi dan keberlanjutan di masa depan.

Jangan Lewatkan:
  • Pemimpin Muda Lahir dari Ramadan Leadership Camp
  • Kemenag Siapkan Laman Khusus PPG Daljab 2025 untuk Permudah Akses Guru
  • QSBS Kenalkan Wirausaha Hijau Lewat Pameran P5
  • Ekspedisi Jejak Hewan dalam Al-Qur’an, Kelompok Bambu dan Semangat Tak Patah
Energi terbarukan Guru Besar UPI Pendidikan Tinggi Indonesia Profesor Fisika Riset Sel Surya
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePaspor Abadi Sang Firaun: Pelajaran Kepemimpinan yang Tak Pernah Mati
Next Article TikTok & Konten Viral

Informasi lainnya

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

21 April 2026

Kemenag Luncurkan Pelatihan Kurikulum Cinta via MOOC

19 April 2026

Netralitas Pendidikan, Sekolah bukan Ruang Campaign! 

14 April 2026

Kwaran Ponre Matangkan KMD untuk Pembina Pramuka

8 April 2026

Imtihan MDTU Al Barokah Cihuni Capai Puncak Acara

25 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Hukum yang Dikebut, Rakyat yang Terjebak

Editorial Udex Mundzir

Jangan Lempar Beban ke Rakyat

Editorial Udex Mundzir

Maulid Nabi dan Pemberian Sosial, Menghidupkan Semangat Kepedulian

Islami Alfi Salamah

Samarinda ke Bontang: Di Atas Aspal Berliku, Menuju Kota di Ujung Timur

Travel Alfi Salamah

Paradoks Pembangunan Desa

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Kesehatan
Alfi Salamah10 Februari 2026

Minuman Ini Redakan Nyeri Haid

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi