Tasikmalaya – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi para guru madrasah terkait pengangkatan status kepegawaian. Hal itu ia sampaikan di hadapan ribuan guru yang menggelar unjuk rasa di depan Balekota Tasikmalaya, Senin (26/1/2026).
Aksi yang digelar oleh para guru madrasah ini merupakan bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah pusat yang dinilai lebih memprioritaskan pengangkatan pegawai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi PPPK. Para guru menilai perlakuan tersebut tidak adil, mengingat banyak dari mereka telah mengabdi belasan tahun namun belum mendapat status kepegawaian tetap.
Di hadapan massa aksi, Diky menyampaikan empatinya terhadap perjuangan para guru. Ia mengaku terharu saat menyanyikan lagu Himne Guru karena teringat ayahnya yang juga pernah menjadi guru di Tasikmalaya.
“Saya tadi ketika menyanyikan Himne Guru, maaf, sedikit menangis karena saya ingat bapak saya dulu guru di Kota Tasikmalaya. Saya paham apa yang dirasakan para guru madrasah hari ini,” kata Diky saat menemui pengunjuk rasa.
Diky menegaskan bahwa meskipun pemerintah daerah tidak memiliki wewenang penuh dalam urusan pengangkatan PPPK, ia tetap akan menyampaikan tuntutan para guru ke tingkat pusat. Ia menyebut aspirasi ini sebagai bagian dari perjuangan bersama demi kesejahteraan tenaga pendidik.
“Kami siap menyampaikan tuntutan sesuai dengan yang dirasakan para guru. Ini adalah perjuangan yang bernilai pahala dan layak untuk diperjuangkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Diky berharap agar kebijakan dari pemerintah pusat tidak memicu perpecahan di tengah masyarakat. Ia menolak jika aspirasi yang berkembang justru memunculkan konflik sosial antar kelompok profesi.
“Saya tidak ingin kebijakan dari pusat malah memicu perpecahan atau adu domba di masyarakat, khususnya para guru madrasah,” tegasnya.
Diky mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung perjuangan para guru dan berharap ada hasil nyata dari aspirasi yang disampaikan. Ia menutup pernyataannya dengan pesan semangat kepada para guru.
“Mudah-mudahan setiap tuntutan yang disampaikan hari ini bisa diterima oleh pemerintah pusat. Tetap semangat, tetap sehat, dan yakin bahwa Allah bersama perjuangan yang benar,” pungkasnya.
