Bandung – “Langit runtuh di atas kota,” mungkin menjadi ungkapan yang menggambarkan situasi Bandung saat hujan deras dan angin kencang melanda, Jumat sore (3/4/2026). Dalam waktu singkat, puluhan pohon tumbang dan infrastruktur kota terganggu, menciptakan kepanikan di berbagai sudut kota.
Peristiwa ini terjadi akibat intensitas hujan tinggi yang disertai hembusan angin kuat. Berdasarkan laporan sementara dari sistem koordinasi cepat tanggap (SIKKAT), hingga pukul 16.45 WIB tercatat sedikitnya 31 pohon tumbang, dua baliho atau pylon sign roboh, serta satu kejadian tanggul jebol di kawasan Jalan Babakan Ciparay Gang Alwian yang memicu banjir.
Insiden tersebut tersebar di sejumlah wilayah seperti Jalan Cibolerang, Jalan Raya Kopo, Pasteur, Pajajaran, Sukajadi, hingga kawasan Dago dan Ciumbuleuit.
“Selain pohon tumbang, dua kejadian baliho atau pylon sign roboh juga terjadi, masing-masing di Jalan Purnawarman pada pukul 14.09 WIB dan di kawasan SPBU Cibolerang pada pukul 14.45 WIB,” demikian disampaikan dalam laporan resmi Diskominfo Kota Bandung.
Kondisi tersebut membuat tim gabungan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) bersama relawan langsung turun ke lapangan. Mereka melakukan penanganan cepat berupa evakuasi material pohon, pembersihan akses jalan, serta asesmen dampak di titik-titik terdampak. Sejumlah lokasi bahkan masih dalam proses penanganan hingga malam hari.
Selain itu, pemerintah kota juga menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk PLN, terutama pada kejadian pohon tumbang yang berdampak terhadap jaringan listrik warga. Upaya ini dilakukan guna memastikan pelayanan publik dapat kembali normal secepat mungkin.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, Soni Bakhtiyar, menekankan pentingnya langkah antisipatif menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.
“Upaya pencegahan itu jauh lebih penting. Jangan sampai kita hanya fokus pada penanganan setelah kejadian. Antisipasi harus dilakukan sejak dini,” ujarnya.
Fenomena cuaca ekstrem ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi perubahan iklim yang berdampak pada peningkatan frekuensi kejadian serupa. Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat sistem mitigasi, termasuk pemangkasan pohon rawan tumbang dan perbaikan infrastruktur penahan banjir.
Dengan berbagai kejadian yang terjadi dalam satu hari, Bandung kembali diuji ketahanannya terhadap cuaca ekstrem. Sinergi antara pemerintah, petugas lapangan, dan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalisir dampak yang lebih besar di masa mendatang.
