Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Akar Rasa Nusantara yang Terlupakan di Dapur Modern

Menghargai bahan sederhana adalah langkah kecil menuju rasa yang lebih bermakna.
Alfi SalamahAlfi Salamah24 Desember 2025 Food
Kuliner Rasa Nusantara
Macam-Macam Ubi, Rasa Nusantara yang harus dicoba
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Akar rasa sering tersembunyi di balik gemerlap bahan impor dan tren kuliner global. Dapur modern bergerak cepat. Makanan instan mudah ditemui.

Fenomena ini terasa nyata dalam beberapa tahun terakhir. Banyak rumah tangga kini lebih mengenal kentang impor dibanding talas lokal. Singkong sering dianggap makanan darurat. Ubi jalar dipersepsikan kuno. Padahal, isu keberlanjutan pangan semakin menguat pada 10 Desember 2024. Kesadaran akan gizi seimbang juga meningkat. Sayuran akar justru menjawab dua kebutuhan ini sekaligus. Mereka bergizi, terjangkau, dan adaptif.

Tulisan ini mengajak pembaca menengok kembali umbi-umbian Nusantara. Bukan dengan nostalgia semata. Melainkan dengan sudut pandang dapur modern yang kreatif dan relevan. Informasi ini dirangkum dan dikembangkan dari bahan rujukan utama .

Ubi Jalar: Manis Alami yang Mengenyangkan

Ubi jalar mudah ditemukan di pasar tradisional. Warnanya beragam. Oranye, ungu, hingga putih. Kandungan gizinya tinggi. Vitamin A berlimpah. Seratnya membantu pencernaan. Antioksidannya baik bagi kesehatan mata.

Rasa manis alami menjadi keunggulan utama. Ubi jalar tidak membutuhkan banyak tambahan gula. Ia cocok dipanggang, direbus, atau dikukus. Metode ini menjaga nutrisi tetap utuh. Teksturnya lembut. Rasanya menenangkan.

Di dapur modern, ubi jalar bisa tampil berbeda. Ia dapat menjadi sup krim lembut. Bisa pula diolah menjadi gnocchi versi lokal. Bahkan cocok sebagai dasar brownies sehat. Menghidupkan ubi jalar berarti menghargai pangan yang tahan krisis.

Talas: Lembut dan Fleksibel untuk Banyak Rasa

Talas kerap dihindari karena getahnya. Padahal, pengolahan yang tepat menghilangkan rasa gatal. Setelah matang, teksturnya lembut. Rasanya netral. Talas menyerap bumbu dengan sangat baik.

Sebagai pengganti kentang, talas lebih ringan. Kandungan kalorinya relatif rendah. Ia cocok untuk digoreng tipis. Cocok pula dikukus lalu dihaluskan. Dalam masakan tradisional, talas hadir dalam sayur santan hangat. Di dapur modern, ia bisa menjadi sup kental elegan.

Mengolah talas mengajarkan kesabaran. Membersihkan dengan benar adalah kunci. Hasilnya sepadan. Talas memberi sensasi creamy alami tanpa krim tambahan.

Singkong: Umbi Ikonik Penuh Energi

Singkong adalah simbol kuliner Indonesia. Dari desa hingga kota, ia hadir dalam banyak bentuk. Rebusan sederhana. Keripik renyah. Tape manis asam. Getuk lembut.

Kandungan karbohidratnya tinggi. Singkong memberi energi untuk aktivitas harian. Keunggulannya terletak pada fleksibilitas. Umbi ini dapat dipanggang. Digoreng. Direbus. Bahkan dijadikan tepung.

Tepung singkong kini populer sebagai alternatif bebas gluten. Banyak roti dan kue modern menggunakannya. Namun, singkong perlu pengolahan tepat. Proses memasak yang benar memastikan keamanan dan tekstur empuk. Dengan kreativitas, singkong mampu naik kelas.

Wortel Hitam: Warna Gelap, Manfaat Besar

Wortel hitam masih jarang ditemui. Namun potensinya besar. Warna ungu gelap berasal dari antosianin tinggi. Senyawa ini dikenal baik untuk jantung dan daya tahan tubuh.

Rasanya lebih earthy dibanding wortel oranye. Wortel hitam cocok untuk salad segar. Cocok pula untuk sup dan tumisan. Warnanya memberi kesan modern dan artistik.

Kehadirannya di piring bukan sekadar estetika. Ia memperkaya asupan nutrisi. Sekaligus membuka peluang inovasi kuliner lokal.

Menghidupkan Kembali Akar Kuliner Nusantara

Menggunakan sayuran akar lokal adalah pilihan sadar. Ini mendukung petani. Ini menjaga keberagaman hayati. Umbi-umbian relatif tahan cuaca. Mereka penting bagi ketahanan pangan nasional.

Dari sisi rasa, sayuran akar menawarkan kedalaman. Tekstur dan aromanya menghadirkan kehangatan emosional. Setiap suapan terasa akrab. Namun tetap bisa tampil modern.

Kini saatnya memberi ruang bagi bahan yang terlupakan. Dapur rumah dapat menjadi titik awal. Dengan mengenal dan mengolah umbi lokal, kita merawat warisan rasa. Satu hidangan sederhana dapat membawa makna besar bagi masa depan kuliner Indonesia.

Flavor Indonesia Kuliner Nusantara Pangan Berkelanjutan Resep Sehat Umbi Lokal
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMau Upgrade Diri? Inilah 5 Buku yang Wajib Kamu Baca di Awal Tahun
Next Article Serakah-nomics, Presiden Prabowo Serahkan Hasil Sitaan Rp6,6 Triliun dan 4 Juta Hektar Lahan

Informasi lainnya

Mengenal Es Gabus: Bahan, Tekstur, dan Keamanan

29 Januari 2026

Kuliner Viral 2026, Sekadar Gaya?

20 Januari 2026

Rahasia Ayam Goreng Kalasan yang Garing dan Manisnya Pas

12 November 2025

Resep Puding Karamel Kukus Hanya dengan 1 Telur

12 November 2025

Rahasia Membuat Kentang Goreng Tetap Sehat

21 Oktober 2025

Gegetuk, Jejak Manis Kuliner Sunda

15 September 2025
Paling Sering Dibaca

Melintasi Kesibukan Pembangunan IKN

Travel Udex Mundzir

Literasi Digital untuk Remaja, Pentingnya Menguasai Keterampilan di Era Informasi

Gagasan Alfi Salamah

Modus Baru Penipuan Video Call Gunakan Wajah Baim Wong

Techno Silva

Kamu Menjadi Korban Penipuan Online? Begini Cara Melapornya

Bisnis Assyifa

Rahasia Membuat Kentang Goreng Tetap Sehat

Food Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
β€œLanding
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.