Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 26 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Laporan terbaru Bank Indonesia menunjukkan kenaikan utang ke uar negeri, dengan struktur yang disebut tetap terkendali.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati17 Maret 2026 Ekonomi
ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari
Bank Indonesia
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Di tengah arus global yang tak pernah benar-benar tenang, utang luar negeri Indonesia kembali menanjak pada awal 2026. Angkanya kini menyentuh 434,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp7.389 triliun, sebuah kenaikan yang datang seperti alarm lembut: tidak memekakkan telinga, tetapi cukup jelas untuk meminta perhatian.

Bank Indonesia melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2026 tumbuh 1,7 persen secara tahunan. Kenaikan ini terutama ditopang sektor publik, khususnya utang pemerintah, sementara sektor swasta justru bergerak menurun. Informasi itu disampaikan pada Senin (16/3/2026), saat BI memaparkan perkembangan terbaru ULN nasional di tengah situasi pasar keuangan global yang masih dibayangi ketidakpastian.

“Perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh ULN sektor publik,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).

Ramdan menjelaskan, posisi ULN pemerintah pada Januari 2026 tercatat sebesar 216,3 miliar dolar AS. Pertumbuhan ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Desember 2025 yang saat itu naik 5,5 persen secara tahunan.

Menurut BI, peningkatan tersebut dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri guna mendukung berbagai program dan proyek pemerintah, serta masuknya aliran modal asing ke instrumen Surat Berharga Negara internasional. Kondisi itu dinilai mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, meski tekanan eksternal masih membayangi.

Utang pemerintah itu, menurut BI, tetap dikelola secara hati-hati, terukur, dan akuntabel. Pemanfaatannya diarahkan untuk menopang pembiayaan program prioritas negara, sekaligus menjaga kesinambungan fiskal.

Baca Juga:
  • World Bank Beri Solusi untuk Capai Kemakmuran Ekonomi di Indonesia
  • Pariwisata Terancam, Efisiensi Anggaran 2025 Picu Kekhawatiran
  • BYD Siap Memperluas Produksi Kendaraan Listrik di Vietnam bukan Indonesia?
  • Koperasi Desa Jadi Game Changer Ekonomi Syariah

Dari sisi penggunaan, porsi terbesar ULN pemerintah mengalir ke sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 22,0 persen. Setelah itu, dana juga terserap pada administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 20,3 persen, lalu jasa pendidikan 16,2 persen, konstruksi 11,6 persen, serta transportasi dan pergudangan 8,5 persen.

Komposisi ini menunjukkan bahwa pembiayaan luar negeri pemerintah tidak semata menjadi angka di atas kertas, tetapi berkaitan langsung dengan sektor-sektor yang menyentuh pelayanan publik dan pembangunan.

Selain itu, struktur ULN pemerintah juga didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,98 persen. Dominasi tenor panjang ini dinilai penting karena memberi ruang pengelolaan yang lebih aman dibanding utang jangka pendek yang rentan terhadap gejolak.

Di sisi lain, sektor swasta mencatat arah berbeda. Pada Januari 2026, posisi ULN swasta turun menjadi 193,0 miliar dolar AS dari 194,0 miliar dolar AS pada Desember 2025. Secara tahunan, pertumbuhannya terkontraksi 0,7 persen, lebih dalam dibanding kontraksi 0,2 persen pada bulan sebelumnya. Penurunan ini terutama dipicu oleh berkurangnya utang perusahaan nonlembaga keuangan.

Meski menurun, ULN swasta masih terkonsentrasi pada sejumlah sektor utama. Pangsa terbesar berasal dari industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian. Keempat sektor itu menyumbang sekitar 80,1 persen dari total ULN swasta. Sama seperti pemerintah, utang swasta juga masih didominasi utang jangka panjang, dengan pangsa 76,2 persen.

Artikel Terkait:
  • Said Iqbal Kritik Pengusaha yang Protes Kenaikan UMP 6,5%
  • Tahun Pajak 2026 Tanpa Kenaikan Tarif, Pemerintah Fokus Digitalisasi dan Insentif
  • Pembangunan Pipa Gas Cisem II Capai 64 Persen
  • Indonesia-AS Perkuat Pengendalian Ekspor dan Keamanan Perbatasan

Secara keseluruhan, Bank Indonesia menilai struktur ULN Indonesia tetap sehat. Hal itu terlihat dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto yang turun menjadi 29,6 persen pada Januari 2026.

Selain itu, dominasi utang jangka panjang yang mencapai 85,6 persen dari total ULN turut menjadi penopang stabilitas. BI dan pemerintah menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan utang luar negeri agar tetap berada pada jalur yang aman.

Dalam konteks yang lebih luas, kenaikan ULN pada awal tahun ini menggambarkan dua sisi yang berjalan beriringan: kebutuhan pembiayaan pembangunan yang terus besar, serta keharusan menjaga risiko agar tidak berubah menjadi beban di masa depan.

Selama pengelolaan tetap disiplin dan diarahkan ke sektor produktif, utang bisa menjadi alat dorong pertumbuhan, bukan jebakan fiskal. Itulah pesan yang kini ingin ditegaskan otoritas moneter di tengah naiknya angka ULN Indonesia.

Jangan Lewatkan:
  • Kementerian Investasi Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 8% pada 2027
  • Transaksi UMKM Tembus Rp1,1 Triliun per Mei 2025
  • 9,3 Ton Tuna Asal Padang Diekspor ke Uni Emirat Arab
  • Belanja Pemerintah Kuartal I Turun, Efisiensi Jadi Sorotan

APBN Bank Indonesia Ekonomi Indonesia SBN Utang Luar Negeri
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDiskon Tarif Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini
Next Article Libur Lebaran, Program MBG Hemat Rp5 Triliun

Informasi lainnya

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026

BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru

18 April 2026

Emas Antam Melemah, Sinyal Beli atau Jebakan Pasar?

13 April 2026

Koperasi Desa Jadi Game Changer Ekonomi Syariah

13 April 2026

Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?

11 April 2026
Paling Sering Dibaca

Hukum Membaca Surah Pendek dalam Shalat Khafifatain

Islami Ericka

Eksploitasi Konsumen: Kuota Hangus, Manipulasi Digital Terstruktur

Editorial Udex Mundzir

Maulid Nabi dan Pemberian Sosial, Menghidupkan Semangat Kepedulian

Islami Alfi Salamah

Mengemudi Visi, Bukan Hanya Mobil Listrik

Opini Udex Mundzir

Gema Impian di Tengah Asa: Piala AFF 2024

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi