Jakarta – Air kembali “mengetuk pintu” ibu kota, membawa genangan yang merayap pelan namun pasti ke permukiman warga. Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Jumat malam seolah menjadi alarm lama yang kembali berbunyi, menandai kerentanan kawasan terhadap banjir musiman.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sedikitnya 12 rukun tetangga (RT) di Jakarta Barat terendam banjir pada Sabtu pagi (4/4/2026). Selain itu, empat ruas jalan utama turut terdampak genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 15 hingga 55 sentimeter.
Peristiwa ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan meluapnya Kali Pesanggrahan dan Kali Angke. Data dihimpun hingga pukul 08.00 WIB menunjukkan wilayah terdampak tersebar di sejumlah kelurahan seperti Kembangan Selatan, Kedoya Selatan, Kedaung Kaliangke, dan Rawa Buaya.
“Penyebab banjir karena curah hujan tinggi dan luapan Kali Pesanggrahan dan Kali Angke,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, di Jakarta, Sabtu (4/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa hujan lebat yang terjadi sejak Jumat (3/4/2026) telah meningkatkan tinggi muka air di sejumlah pos pemantauan. Beberapa di antaranya seperti Pos Pantau Sunter Hulu dan Pesanggrahan sempat berada pada status siaga 3, sementara Pintu Air Pasar Ikan mencapai siaga 2 pada Jumat sore. Kondisi ini mempercepat terjadinya genangan di sejumlah titik rawan banjir.
“Kemudian Pos Pantau Angke Hulu juga sempat berada pada status siaga, yang berkontribusi terhadap banjir di wilayah DKI Jakarta,” katanya.
Sebagai langkah penanganan, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel ke lokasi terdampak untuk memantau kondisi genangan sekaligus berkoordinasi dengan sejumlah dinas terkait.
Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) turut dilibatkan dalam upaya penyedotan air dan memastikan saluran drainase berfungsi optimal.
Sejumlah ruas jalan yang terdampak di antaranya Jalan Ciledug Raya di kawasan Petukangan Selatan, Jalan Strategi Raya dan Jalan Basoka Raya di Joglo, serta Jalan H.R. Rasuna Said di Kuningan Barat. Genangan di titik-titik ini sempat mengganggu mobilitas warga dan pengguna jalan, terutama pada jam aktivitas pagi.
Kondisi ini menambah daftar panjang titik rawan banjir di ibu kota yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Meski berbagai infrastruktur pengendali banjir telah dibangun, faktor cuaca ekstrem dan kapasitas sungai yang terbatas tetap menjadi tantangan utama.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama jika curah hujan tinggi masih berlanjut. Warga diminta segera menghubungi layanan darurat 112 jika menghadapi kondisi darurat, mengingat layanan tersebut tersedia selama 24 jam tanpa biaya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan banjir di Jakarta belum sepenuhnya teratasi. Kombinasi antara faktor alam dan tata kelola lingkungan masih membutuhkan perhatian serius agar dampaknya tidak terus berulang setiap musim hujan tiba.
