Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Belajar Ikhlas

Perumpamaan sederhana tentang pentingnya ikhlas dalam beramal.
Syamril Al-BugisyiSyamril Al-Bugisyi13 Maret 2025 Islami
Ikhlas
Ilustrasi Belajar Ikhlas (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bayangkan Anda punya tabungan 1 Milyar di bank. Jika diprint di buku tabungan tertulis 1.000.000.000. Suatu hari Anda ke bank untuk mencairkannya karena butuh modal usaha. Ternyata catatan di rekening Anda angka 1-nya hilang. Hanya tertulis 000.000.000. Anda protes ke bank. Tetap saja tabungan Anda tertulis 000.000.000,- dan nilainya nol atau tidak ada. Kerja keras Anda menabung selama puluhan tahun hilang semua.

Kejadian di atas bisa terjadi kelak di akhirat. Menurut Prof. KH. Dr. Asep Zaenal Aushop, MA, Guru Besar dan dosen Agama Islam di ITB, amalan itu ibarat angka nol dan ikhlas adalah angka 1 di depan angka nol. Ada orang yang amalannya banyak sehingga angka nolnya juga berderet banyak. Kelak di akhirat ingin dicairkan pahalanya ternyata tidak ada. Mengapa? Karena tidak ikhlas dalam beramal. Hanya ada deretan angka 0, tidak ada angka 1 di depan angka nol.

Bukankah ini sejalan dengan hadist Nabi tentang kisah 3 orang yang amalannya luar biasa? Mujahid syahid di medan perang. Ahli Al Quran mempelajari dan mengajarkan Al Quran. Orang kaya banyak membangun masjid dan membantu orang lain. Tapi di akhirat tidak ada pahalanya di sisi Allah karena tidak ikhlas. Imbalannya sudah diperoleh di dunia yaitu mereka ingin dikenal sebagai mujahid, qari dan dermawan.

Begitu pentingnya ikhlas dalam beramal maka ilmu ikhlas harus terus dipelajari dan diperjuangkan pengamalannya. Bagaimana cara belajar ikhlas? KH. Abdullah Gymnastiar menyebutkan untuk tidak mengharapkan 5 hal saat beramal. Agar mudah diingat disingkat dalam kata TaLiHPBudi yaitu Tahu, Lihat, Hargai, Puji, dan balas Budi.

Pertama, yaitu tahu. Maksudnya jangan amalannya selalu mau diketahui orang lain terutama amalan sunnah. Jangan selalu aktivitas ibadahnya diposting di media sosial. Sebelum diposting periksa dulu niatnya. Apakah untuk pencitraan atau syiar dakwah menginspirasi orang lain. Jika ada unsur pencitraan segera bersihkan niat dan luruskan karena Allah.

Kedua, yaitu lihat. Maksudnya jangan semangat beramal karena dilihat orang lain. Jangan semua amalannya diperlihatkan ke orang lain. Usahakan memiliki amalan rahasia yang hanya Allah dan diri sendiri yang tahu dan melihat. Jika beramal karena ingin dilihat itulah riya’. Rasulullah menyebut riya’ menyebabkan amalan tidak diterima.

Ketiga, yaitu hargai. Maksudnya jangan merasa diri spesial dan berharap dihargai oleh orang lain. Jika tidak diperlakukan khusus maka sakit hati. Jika tidak dipanggil pak haji atau bu hajjah maka tidak menoleh. Jika tidak diberi tempat duduk khusus maka tersinggung. Hati-hati karena itu bisa takabbur atau sombong. Sadari kemuliaan bukan karena kekayaan, jabatan, gelar, keturunan dan status sosial lainnya. Kemuliaan karena ketakwaan.

Keempat yaitu puji. Maksudnya jangan mengharapkan pujian dari apa yang dilakukan. Jika mendapatkan cacian atau cercaan jangan jadi tumbang. Tetaplah berbuat baik meskipun tidak ada pujian. Tetaplah berbuat baik meskipun dihina dan direndahkan. Kebaikan yang dilakukan bukan karena manusia. Bukan mengharapkan pujian orang lain. Semua dilakukan karena Allah. Untuk meraih ridha Allah.

Kelima yaitu balas budi. Maksudnya jangan merasa punya jasa kepada orang lain dari kebaikan yang telah dikerjakan. Nanti berharap ada balas budi. Jika tidak dapat balasan akhirnya kecewa dan tidak ingin berbuat baik lagi. Prinsipnya, lakukan dan lupakan. Kebaikan ke orang lain tidak usah diingat-ingat. Justru yang diingat adalah kebaikan orang lain kepada diri kita. Yakinlah bahwa Allah yang akan memberi balasan sekecil apapun kebaikan yang dikerjakan.

Itulah lima cara belajar ikhlas dari Aa Gym. Jangan semua amalan kita orang lain tahu dan lihat. Milikilah amalan rahasia. Hanya Allah dan diri sendiri yang tahu. Jangan berharap pujian, penghargaan dan balas budi dari orang lain. Berharaplah hanya kepada Allah. Semoga dapat membantu melatih ikhlas beramal karena Allah. Puasa hadir untuk melatih keikhlasan. Hanya Allah dan diri sendiri yang tahu. Hanya berharap pahala, ampunan dan rahmat Allah. Selamat berlatih untuk ikhlas.

Beramal Ikhlas Konsep Keikhlasan Metode TaLiHPBudi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDewan Pers Imbau Wartawan Tidak Minta THR Lebaran
Next Article Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Informasi lainnya

Mengeluh Lapar dan Haus Saat Puasa, Ini Hukumnya

15 Maret 2026

Sahabat Kecil Rasulullah

13 Februari 2026

Senyum di Tengah Derita

12 Februari 2026

Harta Melimpah, Hati Tetap Zuhud

11 Februari 2026

Ketika Umar Menangis di Tengah Malam

10 Februari 2026

Makna Kiai dalam Tradisi Jawa: Antara Simbol dan Ilmu

19 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Rencanakan Liburan: Jadwal Cuti Bersama Desember 2023

Travel Alfi Salamah

Strategi Penggunaan WhatsApp Channel untuk Membangun Personal Branding

Techno Udex Mundzir

Mengenal Sosok Siti Maryam yang Penuh Keikhlasan

Islami Alfi Salamah

Tips Anti Baper Saat Lihat Pasangan Halal Muda

Daily Tips Alfi Salamah

Isu yang Dibelokkan, Aparat yang Gagal

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi