Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rebung Lebih Sehat dari Dugaan

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Hari Dongeng Nasional 28 November

Merawat tradisi dan warisan budaya Indonesia
Udex MundzirUdex Mundzir28 November 2024 Happy
Hari Dongeng Nasional
Hari Dongeng Nasional (.det)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Hari Dongeng Nasional yang jatuh pada tanggal 28 November memiliki makna penting bagi budaya Indonesia. Hari ini bukan sekadar peringatan biasa, melainkan momen untuk mengenang jasa Drs. Suyadi atau yang terkenal sebagai Pak Raden, seorang tokoh besar dalam dunia dongeng anak.

Pak Raden adalah ikon cerita anak-anak yang karya-karyanya telah menemani masa kecil jutaan anak di Indonesia. Sosok ini menjadi simbol dedikasi terhadap cerita rakyat yang kaya akan nilai moral. Karya terkenalnya, seperti “Si Unyil,” mengajarkan pentingnya imajinasi, kreativitas, dan pelestarian budaya. Pada tahun 2015, Forum Dongeng Nasional menetapkan tanggal lahir Pak Raden sebagai Hari Dongeng Nasional.

Membangun Kesadaran Lewat Dongeng

Deklarasi Hari Dongeng Nasional disambut dengan antusias oleh komunitas dongeng dan penggiat budaya. Perayaan ini bertujuan untuk melestarikan budaya dongeng yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Dongeng merupakan alat untuk menyampaikan nilai-nilai moral dan kearifan lokal, sekaligus membangun imajinasi generasi muda.

Beragam kegiatan, seperti festival dongeng dan lomba mendongeng, diadakan di seluruh Indonesia. Melalui aktivitas ini, tradisi bertutur diwariskan kepada generasi berikutnya, memperkuat identitas budaya, dan meningkatkan literasi anak-anak.

Mengapa Dongeng Penting?

Dongeng lebih dari sekadar hiburan. Berikut alasan mengapa budaya dongeng perlu dilestarikan:

1. Menanamkan Nilai Moral

Setiap cerita rakyat Indonesia mengandung pesan moral yang mendalam. Dongeng seperti Malin Kundang atau Bawang Merah Bawang Putih mengajarkan pentingnya rasa hormat, kejujuran, dan kerja keras.

2. Meningkatkan Imajinasi dan Kreativitas

Anak-anak yang mendengarkan dongeng akan terinspirasi untuk berpikir kreatif. Imajinasi ini membantu mereka mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan inovatif di kemudian hari.

3. Melestarikan Kearifan Lokal

Cerita rakyat adalah bagian tak terpisahkan dari budaya lokal. Dongeng membantu generasi muda memahami tradisi dan adat istiadat yang diwariskan oleh nenek moyang.

4. Meningkatkan Literasi dan Kemampuan Bahasa

Aktivitas mendongeng melatih anak untuk mendengar, memahami, dan menceritakan kembali sebuah kisah. Hal ini berdampak positif pada kemampuan bahasa dan literasi mereka.

Mendongeng di Era Digital

Di era modern, mendongeng sering terpinggirkan oleh teknologi. Namun, bukan berarti dongeng harus hilang. Justru, teknologi dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan kisah-kisah inspiratif kepada generasi muda.

Platform Digital untuk Dongeng

Aplikasi seperti YouTube dan podcast dapat bermanfaat untuk menghadirkan dongeng dalam format yang menarik. Misalnya, cerita rakyat seperti Timun Mas dapat kembali terdengarmelalui animasi atau audio. Dengan demikian, anak-anak tetap dapat menikmati dongeng dalam bentuk yang sesuai dengan zaman mereka.

Komunitas Mendongeng Online

Komunitas dongeng kini juga berkembang di platform media sosial. Forum diskusi, live streaming dongeng, hingga workshop digital membantu menyebarkan cerita rakyat kepada khalayak yang lebih luas.

Momen Penting untuk Keluarga

Hari Dongeng Nasional seharusnya menjadi momentum bagi keluarga Indonesia untuk menghidupkan kembali tradisi mendongeng di rumah. Orang tua dapat meluangkan waktu untuk bercerita sebelum tidur, memperkenalkan kisah-kisah penuh makna kepada anak-anak mereka.

Tips Mendongeng di Rumah:

  1. Pilih cerita yang relevan dan menarik.
  2. Gunakan intonasi suara yang hidup untuk membuat cerita lebih seru.
  3. Libatkan anak-anak dalam cerita, misalnya dengan bertanya atau meminta mereka menebak akhir kisah.
  4. Gunakan alat bantu seperti boneka tangan atau gambar.

Momentum untuk Menghidupkan Budaya Dongeng

Perayaan Hari Dongeng Nasional mengingatkan kita akan pentingnya melestarikan tradisi bertutur. Cerita-cerita rakyat yang beredar dari generasi ke generasi mengandung nilai-nilai luhur yang mampu membentuk karakter bangsa.

Mendongeng juga menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan. Ketika anak-anak mendengar cerita rakyat, mereka tidak hanya terhibur, tetapi juga belajar memahami akar budaya dan nilai moral yang akan mereka bawa hingga dewasa.

Hari Dongeng Nasional, seperti Hari Dongeng Sedunia, berfungsi sebagai pengingat bahwa tradisi ini adalah bagian penting dari identitas kita. Dengan menjaga dongeng tetap hidup, kita juga menjaga semangat persatuan dan kebersamaan yang telah menjadi ciri khas Indonesia.

Melestarikan Dongeng untuk Masa Depan

Mari jadikan Hari Dongeng Nasional sebagai momen untuk merayakan dan melestarikan budaya bertutur. Dengan mendongeng, kita tidak hanya memperkaya kehidupan anak-anak, tetapi juga menjaga warisan budaya Indonesia agar tetap hidup dan relevan di masa depan.

Dongeng bukan hanya cerita, tetapi juga warisan yang harus terus berkembang. Mari ajarkan nilai-nilai luhur melalui dongeng kepada generasi muda dan pastikan tradisi ini tetap menjadi bagian dari kehidupan keluarga Indonesia.

Inspirasi Sosok Teladan Kearifan Lokal Anak Bangsa Tradisi Budaya Lokal
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePilkada Serentak 2024 di Kutim Berjalan Lancar
Next Article Harga Tiket Pesawat Turun, Kado Manis Nataru dari Pemerintah

Informasi lainnya

Self Healing, Tren atau Pelarian?

22 Januari 2026

Paspor Abadi Sang Firaun: Pelajaran Kepemimpinan yang Tak Pernah Mati

11 Januari 2026

Soft Living: Hidup lebih pelan, bahagia lebih lama

29 Oktober 2025

Thrifting: Gaya Stylish yang Ramah Lingkungan

29 Oktober 2025

Kerja Seru di Luar Rumah, Bukan Sekadar Gaya

23 Mei 2025

Raqsat al-Batriq, Tarian Pinguin yang Bikin Pesta Makin Meriah

8 April 2025
Paling Sering Dibaca

Koperasi Desa: Membangun atau Menguras?

Editorial Assyifa

Coba Vaksin? Wakil Rakyat Dulu!

Editorial Udex Mundzir

Jokowi Ingin Pegang Partai Anak?

Editorial Udex Mundzir

Menjadi Bintang

Islami Syamril Al-Bugisyi

Tren Global dan Peran Strategis Laporan Keberlanjutan

Bisnis Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.