Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Indonesia Tawarkan Telur Sebagai Alat Negosiasi Tarif AS

Kelebihan pasokan telur jadi peluang diplomatik di tengah ancaman tarif baru dari Trump.
ErickaEricka8 April 2025 Ekonomi
diplomasi ekspor telur Indonesia ke AS
Ilustrasi diplomasi ekspor telur Indonesia ke AS (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemerintah Indonesia tak tinggal diam menghadapi kebijakan tarif impor sebesar 32 persen yang dikenakan Presiden Donald Trump terhadap produk asal Indonesia. Dalam strategi diplomatik terbaru, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, menyebut telur konsumsi sebagai senjata negosiasi yang efektif di tengah defisit pangan yang dialami Amerika Serikat.

Kondisi darurat pangan di Negeri Paman Sam, terutama akibat wabah flu burung HPAI yang menyerang sektor peternakan, telah memicu kelangkaan telur dan melambungkan harganya hingga USD 4,11 per lusin. Di sisi lain, Indonesia mengalami surplus produksi telur yang mencapai 288,7 ribu ton atau sekitar 5 miliar butir tiap bulannya.

“Alhamdulillah orang kurang telur, kita telurnya lebih,” ujar Zulhas pada Selasa (8/4/2025), sembari menegaskan kesiapan Indonesia memasok kebutuhan pangan global.

Ia menambahkan bahwa kondisi surplus juga terjadi pada beras, di mana stok nasional saat ini tercatat mencapai 2,8 juta ton, sementara proyeksi produksi hingga April mencapai 13,9 juta ton. Menurut Zulhas, dua komoditas strategis ini dapat menjadi alat diplomasi yang krusial dalam meredam potensi perang dagang.

Pemerintah Indonesia pun merespons cepat dengan menggalang diplomasi ekonomi bersama negara-negara ASEAN. Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN yang dijadwalkan pekan depan akan membahas strategi bersama menghadapi tarif resiprokal dari AS, termasuk diskusi bilateral yang telah dibuka antara Menko Zulhas dengan Menko Ekonomi Airlangga Hartarto.

“Tidak ada soal balas-membalas. Ini soal saling membutuhkan. AS butuh kedelai, kita butuh pasar. Ini masih bisa dinegosiasikan,” jelas Zulhas, menyiratkan optimisme terhadap jalur diplomatik.

Kebijakan tarif baru AS memicu gelombang kekhawatiran di berbagai sektor ekspor Indonesia. Namun, pemerintah menilai momentum ini sebagai ajang pembuktian kedaulatan pangan dan peluang membuka akses pasar baru dengan komoditas unggulan yang selama ini tidak diperhitungkan.

Dengan menyandingkan surplus telur dan beras sebagai solusi terhadap defisit pangan AS, Indonesia berharap dapat menyeimbangkan tekanan dagang dan membuka ruang dialog yang lebih produktif.

Diplomasi Ekonomi ekspor telur Indonesia perdagangan Indonesia-AS surplus pangan nasional tarif Trump 2025
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePesta Laut Pesisir Kukar 2025 Tampilkan Seni Budaya Lokal, Perkuat Daya Tarik Wisata
Next Article Warga Solo Gugat Jokowi dan Ma’ruf Amin Terkait Mobil Esemka

Informasi lainnya

Menabung Tak Cukup di Era Sekarang

21 Januari 2026

Mendirikan Yayasan, Cara Orang Kaya Menata Warisan Sosial

20 Januari 2026

Pemerintah Bebaskan PPh 21 Pekerja Padat Karya Hingga 2026

5 Januari 2026

Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam

4 Januari 2026

Tahun Pajak 2026 Tanpa Kenaikan Tarif, Pemerintah Fokus Digitalisasi dan Insentif

31 Desember 2025

Rupiah Dibuka Tertekan di Level 16.773 per Dolar AS

29 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Nikmati Liburan Tanpa Sakit dengan Gaya CERIA

Travel Ericka

Narasi Globalis dan Politik Ketakutan

Editorial Udex Mundzir

PLN Targetkan 1.100 SPKLU Baru untuk Dukung Kendaraan Listrik 2025

Techno Silva

Lebih Berat dari Zina, Inilah Beberapa Larangan Keras Berghibah!

Islami Alfi Salamah

Kalau Taman Bisa Dibuka 24 Jam, Mengapa Masjid Tidak?

Opini Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.