Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Indonesia Tawarkan Telur Sebagai Alat Negosiasi Tarif AS

Kelebihan pasokan telur jadi peluang diplomatik di tengah ancaman tarif baru dari Trump.
ErickaEricka8 April 2025 Ekonomi
diplomasi ekspor telur Indonesia ke AS
Ilustrasi diplomasi ekspor telur Indonesia ke AS (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemerintah Indonesia tak tinggal diam menghadapi kebijakan tarif impor sebesar 32 persen yang dikenakan Presiden Donald Trump terhadap produk asal Indonesia. Dalam strategi diplomatik terbaru, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, menyebut telur konsumsi sebagai senjata negosiasi yang efektif di tengah defisit pangan yang dialami Amerika Serikat.

Kondisi darurat pangan di Negeri Paman Sam, terutama akibat wabah flu burung HPAI yang menyerang sektor peternakan, telah memicu kelangkaan telur dan melambungkan harganya hingga USD 4,11 per lusin. Di sisi lain, Indonesia mengalami surplus produksi telur yang mencapai 288,7 ribu ton atau sekitar 5 miliar butir tiap bulannya.

“Alhamdulillah orang kurang telur, kita telurnya lebih,” ujar Zulhas pada Selasa (8/4/2025), sembari menegaskan kesiapan Indonesia memasok kebutuhan pangan global.

Ia menambahkan bahwa kondisi surplus juga terjadi pada beras, di mana stok nasional saat ini tercatat mencapai 2,8 juta ton, sementara proyeksi produksi hingga April mencapai 13,9 juta ton. Menurut Zulhas, dua komoditas strategis ini dapat menjadi alat diplomasi yang krusial dalam meredam potensi perang dagang.

Pemerintah Indonesia pun merespons cepat dengan menggalang diplomasi ekonomi bersama negara-negara ASEAN. Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN yang dijadwalkan pekan depan akan membahas strategi bersama menghadapi tarif resiprokal dari AS, termasuk diskusi bilateral yang telah dibuka antara Menko Zulhas dengan Menko Ekonomi Airlangga Hartarto.

“Tidak ada soal balas-membalas. Ini soal saling membutuhkan. AS butuh kedelai, kita butuh pasar. Ini masih bisa dinegosiasikan,” jelas Zulhas, menyiratkan optimisme terhadap jalur diplomatik.

Kebijakan tarif baru AS memicu gelombang kekhawatiran di berbagai sektor ekspor Indonesia. Namun, pemerintah menilai momentum ini sebagai ajang pembuktian kedaulatan pangan dan peluang membuka akses pasar baru dengan komoditas unggulan yang selama ini tidak diperhitungkan.

Dengan menyandingkan surplus telur dan beras sebagai solusi terhadap defisit pangan AS, Indonesia berharap dapat menyeimbangkan tekanan dagang dan membuka ruang dialog yang lebih produktif.

Diplomasi Ekonomi ekspor telur Indonesia perdagangan Indonesia-AS surplus pangan nasional tarif Trump 2025
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePesta Laut Pesisir Kukar 2025 Tampilkan Seni Budaya Lokal, Perkuat Daya Tarik Wisata
Next Article Warga Solo Gugat Jokowi dan Ma’ruf Amin Terkait Mobil Esemka

Informasi lainnya

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

17 Maret 2026

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

16 Maret 2026

Potensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun

14 Maret 2026

Prabowo dan Gibran Terima THR, Nominalnya Disorot Publik

13 Maret 2026

Cara Mengatur THR Lebaran Agar Tidak Habis untuk Belanja

12 Maret 2026

Friderica Widyasari Pimpin OJK, Pasar Dinilai Stabil

12 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Prabowo-Gibran dan Propaganda 78% Publik Puas

Editorial Udex Mundzir

Ketika Moral Publik Mati

Editorial Udex Mundzir

Prabowo Masih Takut Bayang-Bayang Jokowi

Editorial Udex Mundzir

Pergi Haji atau Umroh Dulu? Ini Jawaban Ustadz Abdul Somad

Islami Alfi Salamah

Siapa Kenyang dari Proyek Makan Bergizi?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi