Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

Rebung Lebih Sehat dari Dugaan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kebakaran di Kementerian ATR/BPN: Asap Padam, Kecurigaan Membara

Ketika api padam, yang tersisa bukan hanya abu, tetapi juga jejak pertanyaan yang tak kunjung terjawab.
Udex MundzirUdex Mundzir9 Februari 2025 Editorial
Kebakaran di gedung Kementerian ATR/BPN, Kebayoran Baru
Kebakaran di gedung Kementerian ATR/BPN, Kebayoran Baru (.tri)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Kebakaran yang melanda Gedung Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (08/02/2025) malam, dengan cepat ditangani oleh petugas pemadam kebakaran. Sebanyak 15 unit mobil pemadam dan 60 personel dikerahkan untuk mengendalikan api yang disebut-sebut berasal dari lantai satu gedung, tepatnya di area humas.

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dengan cepat memastikan tidak ada korban jiwa dan menyebut api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat. Namun, di balik upaya penanganan cepat ini, publik tak bisa mengabaikan rasa curiga yang mengemuka.

Jangan-jangan, kejadian ini serupa dengan kebakaran Gedung Kejaksaan Agung beberapa tahun lalu—insiden yang hingga kini menyisakan pertanyaan tentang kemungkinan upaya penghilangan barang bukti. Meski saat itu dinyatakan sebagai kecelakaan akibat kelalaian, publik tetap sulit melupakan konteks sensitif yang melingkupi insiden tersebut, yaitu terkait kasus-kasus besar yang sedang ditangani Kejaksaan.

Kecurigaan publik kali ini bukannya tanpa alasan. Kementerian ATR/BPN adalah institusi strategis yang menyimpan dokumen-dokumen penting terkait agraria, kepemilikan tanah, dan sertifikasi lahan—isu-isu yang kerap bersinggungan dengan kepentingan ekonomi dan politik tingkat tinggi.

Apalagi, kementerian ini baru-baru ini disorot tajam terkait polemik Pagar Laut di Tangerang, yang melibatkan dugaan pelanggaran hukum dalam penerbitan sertifikat tanah dan indikasi praktik maladministrasi. Apakah kebakaran ini kebetulan? Atau justru bagian dari skenario yang lebih besar untuk menghilangkan jejak?

Pernyataan Nusron yang menyebut api berasal dari bagian humas justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Humas memang bukan direktorat yang mengelola dokumen legal strategis, tetapi apakah benar api tidak merambat ke bagian lain?

Bagaimana dengan dokumen-dokumen yang sedang berada dalam proses pemeriksaan atau investigasi? Dalam kasus kebakaran Gedung Kejaksaan Agung, publik belajar bahwa asap kebakaran sering kali menutupi lebih dari sekadar api.

Ada jejak kepentingan, ada dokumen yang hilang, ada bukti yang tiba-tiba lenyap. Tidak mengherankan jika respons cepat pemerintah justru menambah curiga: mengapa begitu cepat memastikan semua terkendali tanpa hasil investigasi mendalam?

Kebakaran di institusi pemerintahan seharusnya tidak dipandang sebagai insiden biasa. Dalam konteks ATR/BPN, di mana tata kelola tanah dan agraria kerap menjadi sumber konflik dan sengketa hukum, setiap dokumen memiliki nilai strategis yang bisa menentukan nasib kepemilikan lahan bernilai miliaran rupiah.

Jika kebakaran ini berhubungan dengan upaya menghapus jejak digital atau fisik dari dokumen tertentu, maka kita sedang menghadapi sesuatu yang jauh lebih serius daripada sekadar “korsleting listrik.”

Publik berhak menuntut transparansi penuh. Pemerintah harus segera membentuk tim investigasi independen untuk menyelidiki insiden ini. Bukan hanya dari Dinas Pemadam Kebakaran atau kepolisian, tetapi juga melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan lembaga audit forensik yang memiliki keahlian dalam menganalisis motif di balik kebakaran gedung pemerintahan.

Kita tidak bisa hanya mengandalkan kesimpulan cepat tanpa penyelidikan mendalam. Lebih penting lagi, pemerintah harus segera mengaudit sistem pengamanan data di kementerian-kementerian strategis.

Mengapa dokumen-dokumen penting negara masih bergantung pada arsip fisik yang rentan terhadap insiden semacam ini? Seharusnya, di era digital seperti sekarang, semua data telah diamankan dalam sistem yang sulit dihancurkan hanya dengan api.

Kebakaran mungkin bisa dipadamkan dalam hitungan jam, tetapi api kecurigaan di benak publik bisa membara lebih lama jika tidak ada transparansi dan akuntabilitas. Pemerintah harus memahami bahwa setiap insiden yang melibatkan lembaga strategis negara selalu memiliki implikasi politik yang dalam.

Jika dibiarkan tanpa kejelasan, bukan hanya gedung yang terbakar—kepercayaan publik terhadap negara pun bisa ikut hangus.

Investigasi Publik Kasus Pagar Laut Kebakaran ATR/BPN Nusron Wahid Transparansi Pemerintah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePers Dibelenggu, Demokrasi Tercekik
Next Article Wartawan Gadungan, Luka di Wajah Jurnalisme

Informasi lainnya

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

31 Januari 2026

Gaduh Ijazah dan Politik Adu Domba

26 Januari 2026

Warisan Masalah Era Jokowi

19 Januari 2026

ASEAN di Tengah Preseden Maduro

5 Januari 2026

Menguji Gelar Pahlawan Soeharto

13 November 2025

Insentif MBG: Jangan Alihkan Beban

2 November 2025
Paling Sering Dibaca

Menjadi Kepala Daerah

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Suara Moral yang Tersisa

Editorial Udex Mundzir

Dulu Dipaksa-Paksa Menggunakan Gas Elpiji 3 Kg, Sekarang Malah Haram

Editorial Udex Mundzir

Vitamin Syukur

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Panduan Memilih dan Merawat Ban Motor untuk Keselamatan Berkendara

Techno Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.