Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

Rebung Lebih Sehat dari Dugaan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 6 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia

Setiap cahaya yang muncul membawa pesan, menunggu untuk dipahami.
Alfi SalamahAlfi Salamah21 Desember 2025 Saintek
Fenomena Cahaya di Langit
Fenomena Cahaya di Langit Nusantara
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Fenomena langit kembali mengusik rasa ingin tahu banyak orang. Di berbagai wilayah Indonesia, cahaya misterius kerap terlihat muncul, menghilang, lalu hadir kembali. Kilatan ini tidak selalu menyerupai petir. Warnanya lembut, kadang kebiruan, kadang kemerahan. Selama bertahun-tahun, cerita ini hidup sebagai kesaksian para pelaut, pilot, dan warga pesisir. Kini, sains mulai berbicara lebih jelas.

Jejak Cahaya yang Terekam Lebih Rapat

Dalam beberapa bulan terakhir, sebuah tim riset lintas disiplin bekerja secara senyap namun intens. Mereka mengumpulkan data dari kamera langit di berbagai pulau. Citra satelit meteorologi turut dianalisis. Ribuan laporan warga diseleksi dan dipetakan. Semua data disatukan untuk menemukan pola yang konsisten.

Sensor optik berkepekaan tinggi dipadukan dengan catatan jalur pelayaran dan data listrik atmosfer. Pendekatan ini memungkinkan peneliti membedakan cahaya alami dan buatan manusia. Hasilnya mulai menunjukkan keteraturan yang sebelumnya luput dari perhatian.

“Ketika spektrum cahaya disejajarkan dengan peta badai, pola mulai berbicara,” ujar salah satu peneliti utama. Observasi dilakukan luas, dari pesisir barat Sumatra hingga kepulauan Maluku.

Bermain di Antara Musim dan Badai

Fenomena ini lebih sering muncul saat konveksi atmosfer sedang kuat. Garis badai aktif di wilayah ekuator maritim menjadi pemicu penting. Peralihan monsun dan pergeseran zona konvergensi turut memengaruhi intensitas kilatan.

Pada malam tertentu, cahaya tampak seperti fosfor lembut yang bertahan lama. Di malam lain, hanya ada kilatan singkat yang tampak berpindah antar awan. Variasi ini menjadi petunjuk awal bahwa mekanismenya tidak tunggal.

Dugaan Mekanisme yang Saling Bertaut

Para peneliti tidak tergesa menarik kesimpulan. Beberapa hipotesis diuji bersamaan. Salah satunya adalah fenomena Transient Luminous Events, seperti sprites dan elves, yang muncul akibat petir sangat kuat.

Ada pula kemungkinan cahaya berasal dari aktivitas manusia. Armada perikanan dengan lampu intens dapat memantulkan cahaya ke dasar awan. Pantulan satelit rendah dan sisa aktivitas roket juga dipertimbangkan.

“Tidak ada satu jawaban untuk semua malam,” kata seorang ahli ionosfer. Ia menegaskan bahwa cahaya langit sering kali merupakan hasil interaksi banyak proses sekaligus.

Teknologi Memburu Jejak Halus

Untuk mempersempit sumber cahaya, tim memasang spektrometer portabel di beberapa pulau strategis. Kamera low-light dikalibrasi dengan bintang standar. Data disinkronkan dengan jaringan petir global dan pengukuran ionosfer dari satelit navigasi.

Magnetometer mini dan penerima gelombang frekuensi sangat rendah ikut merekam pulsa elektromagnetik. Saat citra satelit menunjukkan armada kapal, peta luminansi dibandingkan dengan foto lapangan.

Temuan Awal yang Menenangkan

Hasil sementara menunjukkan sebagian besar kejadian berkaitan dengan badai konvektif besar. Spektrum cahaya dan jeda waktu pascapetir cocok dengan karakter sprites dan elves.

Sebagian kejadian lain berkorelasi kuat dengan pergerakan kapal perikanan. Ketika armada bergeser, pola cahaya di langit ikut berubah. Namun, beberapa peristiwa tetap belum terjelaskan. Tidak ada petir. Tidak ada kapal. Misteri masih tersisa.

Manfaat Nyata bagi Ilmu dan Publik

Pemahaman ini berdampak luas. Dunia penerbangan mendapat konteks atas kilatan tak biasa dari kabin malam. Komunikasi radio terbantu dengan peta dinamika atmosfer atas. Masyarakat pun terhindar dari spekulasi berlebihan.

Kolaborasi warga kini menjadi bagian penting riset. Portal laporan dibuka dengan panduan sederhana. “Semakin banyak mata, semakin jernih peta langit kita,” ujar koordinator program.

Langit Nusantara memang tidak pernah benar-benar diam. Setiap kilatan adalah bisikan alam. Dan sains, dengan kesabaran, mulai menerjemahkannya.

Cahaya Misterius Fenomena Langit Ilmu Iklim Riset Indonesia Sains Atmosfer
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKMD Karangnunggal 2025 Berakhir, 32 Peserta Dinyatakan Lulus
Next Article Pasar Murah AGP 2025 Jadi Penyangga Inflasi Rumah Tangga di Sunter Agung

Informasi lainnya

Gunung Padang Bongkar Tabir Peradaban Tertua di Dunia?

28 Desember 2025

Lima Fakta Menarik tentang Penemuan Ruang Antarbintang Voyager

26 Desember 2025

Chatbot Religius Merebak, Akankah Tuhan Hadir Lewat Kode?

23 November 2025

BRIN Beri Penjelasan Tentang Meteor Jatuh di Cirebon

7 Oktober 2025

Puncak Gerhana Bulan Total Terlihat 8 September 01.11 WIB

7 September 2025

Catat Waktu Lengkap Gerhana Bulan Total September 2025

3 September 2025
Paling Sering Dibaca

Mike Tyson vs Jake Paul, Duel Fenomenal untuk Konten YouTube!

Editorial Udex Mundzir

Bahlil dan Wajah Baru Penjajahan

Editorial Udex Mundzir

Poligami dalam Islam: Syarat, Larangan, dan Langkah Persiapan

Islami Udex Mundzir

Menuju Haji Suci: Panduan Perjalanan Sebelum Berangkat

Islami Alfi Salamah

Menunda Panggilan Haji: Benarkah Kehendak atau Keragu-raguan

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

Catat Tanggalnya, Nisfu Syaban 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.