Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Meluruskan Konsep Self Love, Cinta Diri yang Sehat dan Seimbang

Self love bukan tentang menjadi paling benar, tapi menjadi paling jujur pada diri sendiri.
Alfi SalamahAlfi Salamah7 Agustus 2025 Kesehatan
Self Love
Ilustrasi Self Love (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Self love atau mencintai diri sendiri semakin populer dibahas dalam kehidupan modern. Banyak orang mulai menyadari pentingnya menjaga kesehatan mental, mengenali emosi, dan memberi ruang pada diri sendiri untuk tumbuh. Namun, di tengah maraknya diskusi soal self love, muncul juga berbagai kesalahpahaman yang membuat konsep ini justru disalahartikan.

Agar tidak keliru memahami self love, penting bagi kita untuk membedakan antara cinta diri yang sehat dengan sikap egois atau narsistik. Artikel ini akan membahas secara ringkas namun jelas, apa saja mitos seputar self love, dan bagaimana penerapan sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari.

Konsep yang Salah Tentang Self Love

Banyak orang mengira bahwa mencintai diri sendiri artinya membenarkan segala hal yang dilakukan, tanpa kritik atau koreksi. Padahal, ini bisa menjebak kita dalam sikap arogan, egois, dan anti-perubahan. Berikut beberapa kesalahpahaman umum tentang self love yang perlu diluruskan:

1. Narsis dan Percaya Diri Berlebihan

Beberapa orang menyamakan self love dengan narsisme. Padahal, narsisme adalah gangguan kepribadian yang ditandai dengan perasaan superior dan haus akan pengakuan. Self love yang sehat justru membuat seseorang rendah hati, karena ia tahu batas kemampuannya dan tidak merasa lebih tinggi dari orang lain.

2. Egois dan Tidak Mau Mendengar Saran

Mereka yang terlalu menutup diri dari masukan sering merasa semua tindakannya sudah benar. Ini bukan bentuk cinta diri, melainkan bentuk ketakutan terhadap kritik. Self love tidak membuat kita anti kritik, tapi mengajarkan kita memilah saran yang membangun dan mengabaikan yang merendahkan.

3. Bersikap Semena-Mena dan Arogan

Self love bukan alasan untuk memperlakukan orang lain dengan buruk. Sikap kasar, merendahkan, atau merasa diri paling benar bukan bentuk mencintai diri, tapi justru mencerminkan ketidakmampuan mengatur emosi. Orang yang benar-benar mencintai dirinya tidak perlu menjatuhkan orang lain.

4. Merasa Paling Baik dari Orang Lain

Membandingkan diri secara terus-menerus dan merasa lebih unggul dari orang lain bisa merusak relasi sosial. Self love yang sehat tidak membuat seseorang merasa paling hebat, tapi cukup percaya bahwa dirinya berharga tanpa perlu menyombongkan diri.

Self Love yang Sebenarnya: Seimbang dan Penuh Kesadaran

Setelah memahami apa saja kesalahpahaman yang umum, kini saatnya membahas bagaimana bentuk self love yang benar. Mencintai diri sendiri adalah proses sadar yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab, kesabaran, dan penghargaan terhadap diri.

1. Membuat Batasan yang Sehat

Self love dimulai dari kemampuan menetapkan batas. Baik dalam relasi pertemanan, pekerjaan, maupun keluarga, kamu berhak mengatakan “tidak” ketika sesuatu mulai melukai mental dan fisikmu. Batasan bukan berarti menjauhkan diri, tapi menjaga energi dan kesehatan emosional.

2. Memaafkan Diri Sendiri

Setiap orang pernah berbuat salah. Salah satu bentuk cinta diri adalah memaafkan kesalahan masa lalu dan tidak terus-menerus menyalahkan diri. Ini membuat kita bisa melangkah ke depan tanpa beban yang menguras energi.

3. Menerima Ketidaksempurnaan

Tidak ada manusia yang sempurna. Menerima kelemahan diri bukan bentuk pasrah, tapi cara kita merangkul realita sambil terus berusaha menjadi lebih baik. Dengan begitu, kita terhindar dari tekanan untuk selalu tampil sempurna.

4. Tidak Membandingkan Diri

Membandingkan diri terus-menerus hanya akan merusak rasa syukur. Self love yang sehat akan membantumu fokus pada perjalananmu sendiri, tanpa merasa harus selevel dengan pencapaian orang lain. Setiap orang punya waktunya masing-masing.

5. Menghargai Pencapaian Diri

Kebahagiaan datang dari kemampuan mengakui usaha diri sendiri. Menghargai setiap langkah kecil yang sudah berhasil kamu lakukan akan menumbuhkan motivasi dan meningkatkan rasa percaya diri secara alami.

6. Tidak Menyangkal Emosi

Self love bukan berarti selalu bahagia. Justru, cinta diri yang sehat adalah ketika kamu mengizinkan diri untuk merasakan emosi secara utuh baik sedih, kecewa, marah, maupun bahagia dan tahu cara menanganinya dengan sehat.

7. Memberi Dukungan Pada Diri Sendiri

Terkadang, orang yang paling membutuhkan dukungan adalah diri kita sendiri. Memberikan afirmasi positif, berbicara lembut pada diri sendiri, dan memberi waktu untuk istirahat adalah cara-cara sederhana untuk menunjukkan cinta pada diri.

8. Menjadi Versi Terbaik dari Diri

Tujuan akhir dari self love bukan menjadi lebih baik dari orang lain, tapi menjadi lebih baik dari dirimu yang kemarin. Proses ini membutuhkan konsistensi, refleksi, dan kesabaran dalam menerima perubahan.

Mencintai diri sendiri adalah fondasi untuk hidup yang sehat secara mental dan emosional. Dengan memahami perbedaan antara self love yang sehat dan yang keliru, kita bisa menjalani hidup dengan lebih damai, penuh syukur, dan tetap memiliki hubungan sosial yang sehat. Ingat, self love bukan tentang memanjakan diri tanpa batas, tapi tentang mengenali nilai dirimu dengan cara yang penuh kasih.

Cinta Diri Seimbang Mental Health Pengembangan Diri Psikologi Positif Self Love Sehat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleIni Waktu Terbaik Minum Air agar Tubuh Tetap Sehat
Next Article Kenali 6 Tipe Toxic Person agar Kesehatan Mentalmu Terjaga

Informasi lainnya

Rahasia Alami Membersihkan Usus Secara Efektif

8 Desember 2025

Krisis Kesehatan Hantui Pengungsian Aceh Pascabanjir

7 Desember 2025

Bukan Kutukan, Ini Penyebab Mata Kedutan Menurut Medis

28 November 2025

Rebusan Seledri untuk Vitalitas Sehari-hari

23 November 2025

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

15 November 2025

Tangisan Bakar Kalori: Fakta Ilmiah di Balik Air Mata

15 November 2025
Paling Sering Dibaca

Tips Efektif untuk Tingkatkan Produktivitas Sehari-hari

Opini Alfi Salamah

Ibu Rumah Tangga di Musi Banyuasin Raup Penghasilan dari Ternak Jangkrik

Bisnis Silva

Gratis Ongkir Dibatasi, Saatnya Bisnis Logistik Lebih Sehat

Bisnis Ericka

ASEAN di Tengah Preseden Maduro

Editorial Udex Mundzir

Makna Kiai dalam Tradisi Jawa: Antara Simbol dan Ilmu

Islami Lisda Lisdiawati
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.