Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Danny Setiawan Wafat, Jejak Panjang Birokrat Jabar

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 25 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Olahraga bukan sekadar bergerak, tapi juga tentang memahami sinyal tubuh dengan bijak.
Alfi SalamahAlfi Salamah15 November 2025 Kesehatan
Lari Rutin untuk Kesehatan
Ilustrasi Pria sedang Lari
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Ironi mengejutkan dialami banyak orang yang sudah rajin berlari, namun angka timbangan tetap tak bergerak, bahkan naik. Lari selama ini dikenal sebagai olahraga sederhana yang efektif menurunkan berat badan. Namun, tanpa strategi dan pemahaman yang benar, kebiasaan sehat ini justru bisa memberikan hasil sebaliknya.

Berlari memang membakar kalori, tapi tubuh bukan mesin sederhana. Ia merespons berbagai faktor seperti pola makan, intensitas latihan, hingga kualitas tidur. Kesalahan kecil yang terus berulang bisa merusak progres dan membuat berat badan justru bertambah.

1. Makan Berlebihan Setelah Lari

Setelah sesi lari yang menguras energi, muncul rasa lapar yang kuat. Banyak orang tergoda untuk mengonsumsi makanan berkalori tinggi sebagai bentuk “hadiah” atas kerja keras mereka. Padahal, pola ini bisa menggantikan seluruh kalori yang baru saja dibakar, bahkan lebih.

Tubuh memang butuh asupan setelah olahraga, namun jenis dan porsinya harus sesuai kebutuhan. Pilihan terbaik adalah makanan seimbang yang mengandung protein, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat dalam jumlah terukur. Jika tidak dikontrol, berat badan bisa naik perlahan tanpa disadari.

2. Intensitas Lari yang Terlalu Berat

Berpikir bahwa semakin lama dan keras lari akan mempercepat penurunan berat badan adalah kesalahan umum. Lari berlebihan dapat memicu stres fisiologis pada tubuh. Saat itu terjadi, hormon kortisol meningkat, yang justru mendorong penyimpanan lemak, terutama di sekitar perut.

Baca Juga:
  • Kelas 1-3 Dihapus, Iuran BPJS Kesehatan Berubah Juli 2025
  • Rahasia Alami Membersihkan Usus Secara Efektif
  • Merokok Setelah Olahraga, Kenali Risiko dan Bahaya bagi Kesehatan Tubuh
  • Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

Tubuh butuh keseimbangan antara latihan dan pemulihan. Pola latihan campuran yang mencakup lari ringan, sedang, dan cepat di hari berbeda akan menjaga performa dan hasil tetap optimal. Latihan terlalu intens tanpa istirahat hanya akan menurunkan metabolisme.

3. Kurang Tidur Ganggu Pembakaran Kalori

Tidur sering diabaikan padahal merupakan bagian penting dalam proses pemulihan dan pembakaran lemak. Saat tubuh kekurangan tidur, produksi hormon yang mengatur rasa kenyang dan lapar menjadi tidak seimbang. Hasilnya, nafsu makan meningkat dan kontrol porsi makan melemah.

Selain itu, tubuh yang lelah akibat kurang tidur cenderung bekerja tidak efisien saat berlari. Pembakaran kalori menurun, dan risiko cedera meningkat. Maka dari itu, pastikan tidur cukup minimal tujuh jam setiap malam agar hasil latihan tidak sia-sia.

4. Lupa Latihan Kekuatan

Lari memang baik untuk jantung dan paru-paru, tetapi tidak cukup untuk membangun kekuatan otot. Jika otot tidak dilatih secara spesifik, massa otot bisa menurun, dan metabolisme pun ikut melambat. Tubuh akan membakar kalori lebih sedikit, meski kamu berlari setiap hari.

Latihan kekuatan seperti squat, plank, atau push-up membantu menjaga massa otot dan membuat tubuh membakar kalori lebih efisien, bahkan saat istirahat. Kombinasikan lari dengan latihan otot dua hingga tiga kali seminggu untuk hasil lebih maksimal.

Artikel Terkait:
  • Cara Mudah Mengurangi Gula dan Garam untuk Hidup Sehat
  • Daun Kelor, Superfood Alami dengan Beragam Manfaat Kesehatan
  • Mitos dan Fakta Seputar Vape yang Perlu Kamu Tahu
  • Pentingnya Mengonsumsi Sayuran untuk Kesehatan

5. Kurang Hidrasi dan Melewatkan Pendinginan

Air adalah elemen penting dalam metabolisme tubuh. Saat berlari dan berkeringat, tubuh kehilangan cairan. Jika tidak segera digantikan, tubuh akan mengalami dehidrasi ringan yang memperlambat pembakaran lemak. Bahkan, tubuh bisa menahan air sebagai bentuk pertahanan, menyebabkan berat badan naik karena retensi cairan.

Selain itu, banyak orang langsung berhenti tanpa pendinginan setelah lari. Otot yang tidak direlaksasi dengan baik akan menegang dan memperburuk performa latihan berikutnya. Luangkan lima hingga sepuluh menit untuk pendinginan dan minum air secukupnya agar tubuh bisa pulih dengan optimal.

Lari Cerdas, Hasil Maksimal

Menurunkan berat badan lewat lari bukan hanya soal rajin bergerak, tapi bagaimana kamu memahami tubuh sendiri. Pola makan, waktu tidur, intensitas lari, hingga hidrasi dan latihan kekuatan semua memiliki peran penting.

Jangan Lewatkan:
  • Tempe, Superfood Lokal untuk Kesehatan dan Kecantikan
  • BPOM Terbitkan Izin Edar untuk Dua Obat Kanker Baru
  • Rahasia Tingkatkan Daya Ingat dan Kesehatan Otak Melalui Nutrisi
  • Self Love, Kunci Kesehatan Mental dan Kebahagiaan Diri

Lari yang dilakukan tanpa strategi bisa menjadi jebakan. Alih-alih menurunkan berat badan, justru berat naik karena tubuh tidak diberi ruang untuk beradaptasi dan pulih. Jadi, jangan hanya berlari, tapi juga rancang rutinitas yang mendukung semua aspek kesehatan.

Fakta Olahraga Kesalahan Pelari Lari dan Berat Badan Lari dan Metabolisme Pembakaran Kalori
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHamangkunegoro Dinobatkan sebagai Pakubuwono XIV di Surakarta
Next Article Takut Kehilangan Waktu, Kak Udex Syukuri Kelulusan KPL

Informasi lainnya

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

25 September 2026

Ketika Langit Kelabu Mengubah Kehidupan

11 September 2026

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

11 Juli 2026

BPOM Perketat Vape, Remaja Jadi Fokus Perlindungan

22 Mei 2026

WHO Selidiki Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar

9 Mei 2026

Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

Risma Nurrohmah, Empati yang Menjadi Strategi

Profil Adit Musthofa

Prestasi UGM Cemerlang, Integritas Belum Tercermin

Editorial Udex Mundzir

Ketika Bencana Mengubah Cara Kita Bepergian

Travel Alfi Salamah

Memahami Kuasa Pengampunan Negara

Refleksi Ericka

Rombak Kabinet, Reformasi Aparat

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi