Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Olahraga bukan sekadar bergerak, tapi juga tentang memahami sinyal tubuh dengan bijak.
Alfi SalamahAlfi Salamah15 November 2025 Kesehatan
Lari Rutin untuk Kesehatan
Ilustrasi Pria sedang Lari
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Ironi mengejutkan dialami banyak orang yang sudah rajin berlari, namun angka timbangan tetap tak bergerak, bahkan naik. Lari selama ini dikenal sebagai olahraga sederhana yang efektif menurunkan berat badan. Namun, tanpa strategi dan pemahaman yang benar, kebiasaan sehat ini justru bisa memberikan hasil sebaliknya.

Berlari memang membakar kalori, tapi tubuh bukan mesin sederhana. Ia merespons berbagai faktor seperti pola makan, intensitas latihan, hingga kualitas tidur. Kesalahan kecil yang terus berulang bisa merusak progres dan membuat berat badan justru bertambah.

1. Makan Berlebihan Setelah Lari

Setelah sesi lari yang menguras energi, muncul rasa lapar yang kuat. Banyak orang tergoda untuk mengonsumsi makanan berkalori tinggi sebagai bentuk “hadiah” atas kerja keras mereka. Padahal, pola ini bisa menggantikan seluruh kalori yang baru saja dibakar, bahkan lebih.

Tubuh memang butuh asupan setelah olahraga, namun jenis dan porsinya harus sesuai kebutuhan. Pilihan terbaik adalah makanan seimbang yang mengandung protein, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat dalam jumlah terukur. Jika tidak dikontrol, berat badan bisa naik perlahan tanpa disadari.

2. Intensitas Lari yang Terlalu Berat

Berpikir bahwa semakin lama dan keras lari akan mempercepat penurunan berat badan adalah kesalahan umum. Lari berlebihan dapat memicu stres fisiologis pada tubuh. Saat itu terjadi, hormon kortisol meningkat, yang justru mendorong penyimpanan lemak, terutama di sekitar perut.

Baca Juga:
  • Pemerintah Diminta Waspadai Defisit BPJS Kesehatan
  • Dugaan Pemotongan Anggaran MBG, Apakah Cukup untuk Gizi Anak?
  • WHO Selidiki Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar
  • Dinas Kesehatan Jakarta Catat 79 Kasus Virus HMPV Selama 2025

Tubuh butuh keseimbangan antara latihan dan pemulihan. Pola latihan campuran yang mencakup lari ringan, sedang, dan cepat di hari berbeda akan menjaga performa dan hasil tetap optimal. Latihan terlalu intens tanpa istirahat hanya akan menurunkan metabolisme.

3. Kurang Tidur Ganggu Pembakaran Kalori

Tidur sering diabaikan padahal merupakan bagian penting dalam proses pemulihan dan pembakaran lemak. Saat tubuh kekurangan tidur, produksi hormon yang mengatur rasa kenyang dan lapar menjadi tidak seimbang. Hasilnya, nafsu makan meningkat dan kontrol porsi makan melemah.

Selain itu, tubuh yang lelah akibat kurang tidur cenderung bekerja tidak efisien saat berlari. Pembakaran kalori menurun, dan risiko cedera meningkat. Maka dari itu, pastikan tidur cukup minimal tujuh jam setiap malam agar hasil latihan tidak sia-sia.

4. Lupa Latihan Kekuatan

Lari memang baik untuk jantung dan paru-paru, tetapi tidak cukup untuk membangun kekuatan otot. Jika otot tidak dilatih secara spesifik, massa otot bisa menurun, dan metabolisme pun ikut melambat. Tubuh akan membakar kalori lebih sedikit, meski kamu berlari setiap hari.

Latihan kekuatan seperti squat, plank, atau push-up membantu menjaga massa otot dan membuat tubuh membakar kalori lebih efisien, bahkan saat istirahat. Kombinasikan lari dengan latihan otot dua hingga tiga kali seminggu untuk hasil lebih maksimal.

Artikel Terkait:
  • Menu MBG Ramadan Diganti Instan, Ahli Gizi: Berisiko Sesat Pikir
  • Mengenali Anjing Rabies: Ciri-Ciri dan Langkah Cegah Penularannya
  • Waspadai Tanda Masalah Usus Sejak Dini
  • Menguatkan Jiwa, Pentingnya Self-Care dalam Kesehatan Holistik

5. Kurang Hidrasi dan Melewatkan Pendinginan

Air adalah elemen penting dalam metabolisme tubuh. Saat berlari dan berkeringat, tubuh kehilangan cairan. Jika tidak segera digantikan, tubuh akan mengalami dehidrasi ringan yang memperlambat pembakaran lemak. Bahkan, tubuh bisa menahan air sebagai bentuk pertahanan, menyebabkan berat badan naik karena retensi cairan.

Selain itu, banyak orang langsung berhenti tanpa pendinginan setelah lari. Otot yang tidak direlaksasi dengan baik akan menegang dan memperburuk performa latihan berikutnya. Luangkan lima hingga sepuluh menit untuk pendinginan dan minum air secukupnya agar tubuh bisa pulih dengan optimal.

Lari Cerdas, Hasil Maksimal

Menurunkan berat badan lewat lari bukan hanya soal rajin bergerak, tapi bagaimana kamu memahami tubuh sendiri. Pola makan, waktu tidur, intensitas lari, hingga hidrasi dan latihan kekuatan semua memiliki peran penting.

Jangan Lewatkan:
  • Kepesertaan Aktif JKN Jadi Syarat Pemohon SIM di Sidoarjo
  • Rahasia Tingkatkan Daya Ingat dan Kesehatan Otak Melalui Nutrisi
  • 12 Manfaat Mengonsumsi Air Putih untuk Kesehatan Tubuh Manusia
  • Tangisan Bakar Kalori: Fakta Ilmiah di Balik Air Mata

Lari yang dilakukan tanpa strategi bisa menjadi jebakan. Alih-alih menurunkan berat badan, justru berat naik karena tubuh tidak diberi ruang untuk beradaptasi dan pulih. Jadi, jangan hanya berlari, tapi juga rancang rutinitas yang mendukung semua aspek kesehatan.

Fakta Olahraga Kesalahan Pelari Lari dan Berat Badan Lari dan Metabolisme Pembakaran Kalori
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHamangkunegoro Dinobatkan sebagai Pakubuwono XIV di Surakarta
Next Article Takut Kehilangan Waktu, Kak Udex Syukuri Kelulusan KPL

Informasi lainnya

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

25 September 2026

Ketika Langit Kelabu Mengubah Kehidupan

11 September 2026

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

11 Juli 2026

BPOM Perketat Vape, Remaja Jadi Fokus Perlindungan

22 Mei 2026

WHO Selidiki Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar

9 Mei 2026

Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

MPW PP Kaltim Gelar Nuzulul Quran, Ajak Masyarakat Jaga Silaturahmi dan Peduli Sesama

Islami Dexpert Corp

Kisah Inspiratif dari Medan Pertempuran Uhud: Pelajaran Berharga

Islami Alfi Salamah

Menyingkap Tabir di Balik ‘Penyalahgunaan Wewenang’

Editorial Udex Mundzir

Ubox: Solusi Sewa Powerbank Praktis di Bandara

Techno Silva

Tren Fashion Terbaru 2026

Perspektif Alfi Salamah
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Hukum Barang Temuan dalam Islam

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi