Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 27 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Olahraga bukan sekadar bergerak, tapi juga tentang memahami sinyal tubuh dengan bijak.
Alfi SalamahAlfi Salamah15 November 2025 Kesehatan
Lari Rutin untuk Kesehatan
Ilustrasi Pria sedang Lari
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Ironi mengejutkan dialami banyak orang yang sudah rajin berlari, namun angka timbangan tetap tak bergerak, bahkan naik. Lari selama ini dikenal sebagai olahraga sederhana yang efektif menurunkan berat badan. Namun, tanpa strategi dan pemahaman yang benar, kebiasaan sehat ini justru bisa memberikan hasil sebaliknya.

Berlari memang membakar kalori, tapi tubuh bukan mesin sederhana. Ia merespons berbagai faktor seperti pola makan, intensitas latihan, hingga kualitas tidur. Kesalahan kecil yang terus berulang bisa merusak progres dan membuat berat badan justru bertambah.

1. Makan Berlebihan Setelah Lari

Setelah sesi lari yang menguras energi, muncul rasa lapar yang kuat. Banyak orang tergoda untuk mengonsumsi makanan berkalori tinggi sebagai bentuk “hadiah” atas kerja keras mereka. Padahal, pola ini bisa menggantikan seluruh kalori yang baru saja dibakar, bahkan lebih.

Tubuh memang butuh asupan setelah olahraga, namun jenis dan porsinya harus sesuai kebutuhan. Pilihan terbaik adalah makanan seimbang yang mengandung protein, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat dalam jumlah terukur. Jika tidak dikontrol, berat badan bisa naik perlahan tanpa disadari.

2. Intensitas Lari yang Terlalu Berat

Berpikir bahwa semakin lama dan keras lari akan mempercepat penurunan berat badan adalah kesalahan umum. Lari berlebihan dapat memicu stres fisiologis pada tubuh. Saat itu terjadi, hormon kortisol meningkat, yang justru mendorong penyimpanan lemak, terutama di sekitar perut.

Baca Juga:
  • Wacana Dokter Umum Boleh Operasi Caesar Dikritik Keras
  • Sehat Mental di Tengah Serbuan Digital
  • Inilah 5 Cara Terapkan Self Love di Kehidupan Sehari-hari
  • Kepesertaan Aktif JKN Jadi Syarat Pemohon SIM di Sidoarjo

Tubuh butuh keseimbangan antara latihan dan pemulihan. Pola latihan campuran yang mencakup lari ringan, sedang, dan cepat di hari berbeda akan menjaga performa dan hasil tetap optimal. Latihan terlalu intens tanpa istirahat hanya akan menurunkan metabolisme.

3. Kurang Tidur Ganggu Pembakaran Kalori

Tidur sering diabaikan padahal merupakan bagian penting dalam proses pemulihan dan pembakaran lemak. Saat tubuh kekurangan tidur, produksi hormon yang mengatur rasa kenyang dan lapar menjadi tidak seimbang. Hasilnya, nafsu makan meningkat dan kontrol porsi makan melemah.

Selain itu, tubuh yang lelah akibat kurang tidur cenderung bekerja tidak efisien saat berlari. Pembakaran kalori menurun, dan risiko cedera meningkat. Maka dari itu, pastikan tidur cukup minimal tujuh jam setiap malam agar hasil latihan tidak sia-sia.

4. Lupa Latihan Kekuatan

Lari memang baik untuk jantung dan paru-paru, tetapi tidak cukup untuk membangun kekuatan otot. Jika otot tidak dilatih secara spesifik, massa otot bisa menurun, dan metabolisme pun ikut melambat. Tubuh akan membakar kalori lebih sedikit, meski kamu berlari setiap hari.

Latihan kekuatan seperti squat, plank, atau push-up membantu menjaga massa otot dan membuat tubuh membakar kalori lebih efisien, bahkan saat istirahat. Kombinasikan lari dengan latihan otot dua hingga tiga kali seminggu untuk hasil lebih maksimal.

Artikel Terkait:
  • Detoks Digital: Jaga Kesehatan Mental
  • Menguatkan Jiwa, Pentingnya Self-Care dalam Kesehatan Holistik
  • Komisi IX DPR Desak BPOM dan Aparat Tindak Vape Zombie
  • Kemenkes Ingatkan Risiko Sentuh Bayi Saat Lebaran

5. Kurang Hidrasi dan Melewatkan Pendinginan

Air adalah elemen penting dalam metabolisme tubuh. Saat berlari dan berkeringat, tubuh kehilangan cairan. Jika tidak segera digantikan, tubuh akan mengalami dehidrasi ringan yang memperlambat pembakaran lemak. Bahkan, tubuh bisa menahan air sebagai bentuk pertahanan, menyebabkan berat badan naik karena retensi cairan.

Selain itu, banyak orang langsung berhenti tanpa pendinginan setelah lari. Otot yang tidak direlaksasi dengan baik akan menegang dan memperburuk performa latihan berikutnya. Luangkan lima hingga sepuluh menit untuk pendinginan dan minum air secukupnya agar tubuh bisa pulih dengan optimal.

Lari Cerdas, Hasil Maksimal

Menurunkan berat badan lewat lari bukan hanya soal rajin bergerak, tapi bagaimana kamu memahami tubuh sendiri. Pola makan, waktu tidur, intensitas lari, hingga hidrasi dan latihan kekuatan semua memiliki peran penting.

Jangan Lewatkan:
  • Pengetahuan Minim Hambat Pengendalian TBC Nasional
  • Waspadai Gejala Alergi, Kenali Pemicunya dan Lindungi Diri!
  • Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?
  • Mengenali Anjing Rabies: Ciri-Ciri dan Langkah Cegah Penularannya

Lari yang dilakukan tanpa strategi bisa menjadi jebakan. Alih-alih menurunkan berat badan, justru berat naik karena tubuh tidak diberi ruang untuk beradaptasi dan pulih. Jadi, jangan hanya berlari, tapi juga rancang rutinitas yang mendukung semua aspek kesehatan.

Fakta Olahraga Kesalahan Pelari Lari dan Berat Badan Lari dan Metabolisme Pembakaran Kalori
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHamangkunegoro Dinobatkan sebagai Pakubuwono XIV di Surakarta
Next Article Takut Kehilangan Waktu, Kak Udex Syukuri Kelulusan KPL

Informasi lainnya

Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

19 April 2026

Rahasia Lari, Kunci Hidup Lebih Panjang dan Sehat

12 April 2026

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

19 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

14 Maret 2026

Kemenkes Ingatkan Risiko Sentuh Bayi Saat Lebaran

7 Maret 2026

Burnout Diam-Diam di Anak Muda

12 Februari 2026
Paling Sering Dibaca

Lindungi Uangmu, Cerdas Finansial dengan PeKA

Daily Tips Ericka

Literasi Digital untuk Remaja, Pentingnya Menguasai Keterampilan di Era Informasi

Gagasan Alfi Salamah

Panduan Lengkap Ibadah Qurban: Hukum, Syarat, dan Pelaksanaannya

Islami Udex Mundzir

Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit 15 Persen pada 2024

Bisnis Alfi Salamah

Tips Anti Baper Saat Lihat Pasangan Halal Muda

Daily Tips Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi