Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Misteri 5 Agustus, Mengapa Hari Ini Lebih Pendek?

Bumi berputar lebih cepat, dan waktu pun berdetak sedikit lebih singkat.
Alfi SalamahAlfi Salamah5 Agustus 2025 Saintek
Hari terpendek
Ilustrasi Rotasi Bumi Berlangsung Lebih Sedikit (IST)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Hari terpendek bukan berarti siang lebih singkat atau malam lebih panjang. Dalam konteks ilmiah, yang dimaksud sebagai hari terpendek adalah durasi waktu rotasi Bumi pada porosnya yang berlangsung sedikit lebih cepat dari biasanya. Salah satu tanggal yang menjadi sorotan tahun ini adalah 5 Agustus 2025, yang mengalami percepatan rotasi sekitar 1,25 milidetik lebih singkat dari 24 jam normal.

Fenomena ini telah dipantau sejak beberapa tahun terakhir dan menjadi perhatian para ilmuwan karena menunjukkan bahwa rotasi Bumi tidak selalu stabil. Ada banyak faktor dinamis yang memengaruhi kecepatan rotasinya dari waktu ke waktu.

Rotasi Bumi Tidak Selalu Konsisten

Dalam sistem waktu modern, satu hari didefinisikan sebagai 86.400 detik (24 jam). Namun, pada kenyataannya, rotasi Bumi tidak selalu tepat 24 jam. Perbedaan kecil dalam milidetik ini biasanya tidak terasa dalam kehidupan sehari-hari, namun penting bagi sistem presisi seperti satelit, GPS, dan waktu dunia (UTC).

Sejak tahun 2020, para ilmuwan mulai mencatat bahwa rotasi Bumi mengalami percepatan yang membuat beberapa hari menjadi lebih pendek dari biasanya. Salah satu yang terbaru dan signifikan adalah 5 Agustus 2025, yang termasuk dalam daftar hari-hari dengan durasi rotasi terpendek selama beberapa dekade terakhir.

Mengapa Rotasi Bumi Bisa Lebih Cepat?

Rotasi Bumi dipengaruhi oleh sejumlah faktor internal dan eksternal. Meskipun hanya terjadi dalam skala milidetik, perubahan ini bisa disebabkan oleh beberapa mekanisme berikut:

1. Pergerakan Inti Bumi

Di bawah permukaan Bumi, terdapat inti cair yang berputar dalam kecepatan berbeda dari kerak luar. Perubahan dalam dinamika inti ini dapat memengaruhi momentum rotasi planet secara keseluruhan. Beberapa studi menunjukkan bahwa perubahan aliran logam cair di inti Bumi bisa memicu percepatan atau perlambatan rotasi.

2. Efek Pasang Surut Bulan

Gravitasi Bulan memengaruhi Bumi melalui gaya pasang surut. Dalam beberapa konfigurasi tertentu, posisi Bulan justru dapat memberikan dorongan kecil yang mempercepat rotasi Bumi. Hal inilah yang terjadi dalam periode Juli hingga Agustus 2025, di mana efek tidal menyebabkan beberapa hari berlangsung lebih cepat dari biasanya.

3. Distribusi Massa di Permukaan Bumi

Perubahan besar di permukaan, seperti mencairnya es kutub, perpindahan air laut, atau gempa bumi besar, juga dapat memengaruhi rotasi Bumi. Saat massa berpindah dari satu tempat ke tempat lain, ini akan memengaruhi momentum sudut planet.

4. Perubahan Tekanan Atmosfer dan Angin

Sirkulasi udara dalam atmosfer dan pola angin global, terutama di lapisan atas atmosfer, juga dapat memberikan pengaruh kecil pada rotasi Bumi. Perubahan musim, suhu global, dan aktivitas badai turut memberikan dorongan atau hambatan pada kecepatan rotasi.

Hari-Hari Terpendek Tahun 2025

Meskipun 5 Agustus cukup menonjol, bukan hanya hari itu yang menunjukkan percepatan. Berikut beberapa tanggal penting yang tercatat sebagai hari-hari terpendek sepanjang 2025:

  • 10 Juli 2025: −1,36 milidetik dari 24 jam (terpendek sejauh ini)
  • 22 Juli 2025: −1,34 milidetik
  • 9 Juli 2025: −1,30 milidetik
  • 5 Agustus 2025: −1,25 milidetik

Perubahan ini sangat kecil—kurang dari seperdua ribu detik—tetapi sangat penting dalam dunia sistem waktu global. Jika tren percepatan ini terus berlanjut dalam beberapa tahun, para pakar waktu internasional mungkin akan melakukan penyesuaian waktu dunia, seperti mengurangi satu detik dari UTC (negative leap second).

Apakah Perubahan Ini Terasa bagi Manusia?

Percepatan rotasi Bumi dalam skala milidetik tidak berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari manusia. Kita tidak bisa merasakan perbedaan 1 milidetik secara fisik. Namun, dalam sistem teknologi presisi tinggi, perbedaan sekecil itu sangat signifikan.

Beberapa sistem yang sangat sensitif terhadap waktu presisi antara lain:

  • GPS dan navigasi satelit
  • Komunikasi global
  • Jaringan keuangan dan perbankan
  • Stasiun luar angkasa dan peluncuran roket

Jika perbedaan waktu terus menumpuk tanpa koreksi, maka bisa mengganggu sinkronisasi pada sistem-sistem tersebut. Oleh karena itu, organisasi seperti International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS) rutin memantau perubahan ini dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.

Akankah Ada Konsekuensi Jangka Panjang?

Perubahan rotasi Bumi merupakan hal alami yang telah berlangsung selama miliaran tahun. Kadang melambat, kadang mempercepat. Namun, yang menarik adalah percepatan rotasi yang terjadi dalam lima tahun terakhir cukup konsisten, sehingga menimbulkan banyak diskusi dalam komunitas ilmiah.

Jika percepatan ini berlanjut dalam dekade berikutnya, mungkin akan dibutuhkan penyesuaian sistem waktu secara global. Belum pernah sebelumnya kita mengurangi detik dari waktu dunia (negative leap second), dan jika hal itu terjadi, maka akan menjadi tonggak baru dalam sejarah pengukuran waktu.

Rotasi Bumi Berlangsung Lebih Sedikit

5 Agustus 2025 memang menjadi hari yang spesial, bukan karena fenomena langit atau perayaan besar, tetapi karena durasi rotasi Bumi yang berlangsung sedikit lebih singkat dari biasanya. Meski tidak berdampak langsung pada manusia, ini menunjukkan bahwa Bumi adalah planet yang dinamis dan terus berubah.

Fenomena seperti ini menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan terus berkembang, dan pengamatan mendetail terhadap hal-hal kecil seperti rotasi harian Bumi bisa memberikan wawasan besar terhadap bagaimana planet ini bekerja. Di era teknologi saat ini, ketepatan waktu menjadi fondasi banyak sistem global, dan setiap milidetik punya makna penting.

Bumi Berputar Lebih Cepat Fenomena Alam 2025 Hari Terpendek 2025 Percepatan Waktu Rotasi Bumi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTanda-Tanda Tubuh Butuh Bantuan yang Sering Diabaikan
Next Article 7 Rekomendasi Masakan Sehat untuk Bekal Anak Sekolah

Informasi lainnya

Gunung Padang Bongkar Tabir Peradaban Tertua di Dunia?

28 Desember 2025

Lima Fakta Menarik tentang Penemuan Ruang Antarbintang Voyager

26 Desember 2025

Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia

21 Desember 2025

Chatbot Religius Merebak, Akankah Tuhan Hadir Lewat Kode?

23 November 2025

BRIN Beri Penjelasan Tentang Meteor Jatuh di Cirebon

7 Oktober 2025

Puncak Gerhana Bulan Total Terlihat 8 September 01.11 WIB

7 September 2025
Paling Sering Dibaca

Keindahan Gunung Fuji di Jepang, Pesona Alam yang Tak Tertandingi

Travel Alfi Salamah

Doa-doa Istimewa Keberkahan Saat Menjenguk Bayi Baru Lahir

Islami Alfi Salamah

Samarinda ke Bontang: Di Atas Aspal Berliku, Menuju Kota di Ujung Timur

Travel Alfi Salamah

Podcast vs YouTube: Rebutan Atensi Gen Z

Argumen Alfi Salamah

Keberangkatan Haji Diberkahi: Doa Khusus dari Rumah

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.