Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pemakaman PB XIII Berdasar Kalender Jawa, Ini Penentuannya

Tradisi keraton kembali menjadi penuntun waktu terakhir bagi Raja Surakarta PB XIII Hangabehi.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati2 November 2025 Obituari
Pemakaman PB XIII Berdasar Kalender Jawa, Ini Penentuannya
Raja Keraton Kasunanan Surakarta Sinuhun Paku Buwono XIII. (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Surakarta – Duka menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat setelah wafatnya Raja Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi. Sang raja akan dimakamkan di kompleks pemakaman raja-raja Mataram Islam di Imogiri, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Namun, sesuai adat keraton, penentuan hari pemakaman tidak dilakukan sembarangan, melainkan berdasarkan hitungan kalender Jawa.

Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, KPH Eddy Wirabhumi, menyampaikan bahwa rapat penentuan waktu pemakaman segera digelar. “Kemungkinan besar setelah Selasa Kliwon. Besok itu kebetulan Selasa Kliwon toh. Jadi, mungkin setelah Selasa Kliwon, kemungkinan di atas jam satu atau dua siang,” ungkapnya pada Minggu (02/11/2025).

Sebelum diberangkatkan ke Imogiri, jenazah PB XIII akan disemayamkan terlebih dahulu di pendopo belakang keraton. Prosesi tersebut mengikuti tata cara adat Mataram yang telah diwariskan turun-temurun.

“Memang hari ini kita berduka. Beliau sudah berpulang pagi tadi di Rumah Sakit Indriati. Saat ini sedang dipersiapkan proses pemindahan dari rumah sakit menuju keraton sambil menunggu persiapan pemakaman,” ujar Eddy dengan suara berat.

Menurutnya, PB XIII telah lama berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Kondisi beliau sempat membaik dan sempat kembali ke keraton, namun kesehatannya menurun lagi hingga akhirnya tutup usia. “Sebelum acara Adang Dal, beliau sempat masuk rumah sakit. Setelah itu kondur (pulang), ikut acara tersebut, lalu kembali sakit sampai akhirnya dirawat lagi,” jelasnya.

Penyakit komplikasi menjadi penyebab utama wafatnya PB XIII. “Ya, sebenarnya sudah lama beliau sakit. Terakhir komplikasi, gula darah tinggi, dan beberapa masalah lain. Tapi wajar juga karena beliau sudah sepuh,” tutur Eddy menambahkan.

PB XIII Hangabehi lahir pada 28 Juni 1948. Ia merupakan Susuhunan Surakarta kedua belas yang mulai bertakhta pada 2004, menggantikan ayahandanya, PB XII. Namun, perjalanan takhtanya tak lepas dari dinamika internal keraton. Seusai wafatnya PB XII tanpa penetapan putra mahkota resmi, dua putra mendiang raja KGPH Hangabehi dan KGPH Tejowulan sempat berselisih memperebutkan takhta.

Konflik dua raja itu berlangsung selama hampir delapan tahun hingga akhirnya berakhir pada 2012 melalui rekonsiliasi resmi. Pemerintah Kota Surakarta bersama DPR turut memediasi pertemuan tersebut. Sejak saat itu, KGPH Hangabehi secara resmi diakui sebagai PB XIII.

Selama masa kepemimpinannya, PB XIII dikenal sebagai sosok yang berupaya menjaga martabat Keraton Surakarta di tengah tantangan modernisasi dan konflik internal. Beliau juga berperan aktif dalam berbagai kegiatan budaya serta pelestarian tradisi Jawa di tingkat nasional.

Kini, menjelang hari pemakamannya yang dihitung dengan teliti berdasarkan kalender Jawa, rakyat dan keluarga besar keraton memanjatkan doa agar PB XIII Hangabehi berpulang dalam kedamaian dan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

Kalender Jawa Keraton Surakarta Obituari Raja PB XIII Surakarta Pemakaman Imogiri
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleInsentif MBG: Jangan Alihkan Beban
Next Article PB XIII Hangabehi Wafat, Takhta Keraton Surakarta Tunggu Pewaris Resmi

Informasi lainnya

Merajut Kembali Wibawa Keraton Surakarta

5 Januari 2026

Pimpinan Gontor Amal Fathullah Zarkasyi Wafat

3 Januari 2026

Hamangkunegoro Dinobatkan sebagai Pakubuwono XIV di Surakarta

15 November 2025

Mantan Ketua KPK Antasari Azhar Tutup Usia di Tangerang

8 November 2025

PB XIII Hangabehi Wafat, Takhta Keraton Surakarta Tunggu Pewaris Resmi

3 November 2025

Istri Wapres Ke-4 RI Karlinah Umar Wirahadikusumah Tutup Usia

7 Oktober 2025
Paling Sering Dibaca

Bubur Kacang Hijau: Kelezatan Tradisional Selama Puncak Haji

Islami Alfi Salamah

Makin Canggih, Ini Alasan Warga Indonesia Pilih HP dengan Fitur AI

Techno Assyifa

ASN BKN Boleh WFA 2 Hari Seminggu, Efisiensi Anggaran dan Uji Kinerja Digital

Bisnis Assyifa

Memahami Etika Tak Tertulis di Masyarakat

Daily Tips Alfi Salamah

Podcast vs YouTube: Rebutan Atensi Gen Z

Argumen Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.