Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pemerintah Kurangi Impor Daging, Fokus ke Sapi Bakalan

Pemerintah putuskan kurangi kuota impor daging beku dan tambah sapi hidup, jaga harga pangan dan lindungi peternak lokal.
ErickaEricka16 Mei 2025 Ekonomi
Kebijakan impor pangan Indonesia 2025
Ilustrasi impor sapi Indonesia 2025 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengambil langkah penting dalam pengelolaan komoditas pangan strategis nasional. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengumumkan sejumlah keputusan usai Rapat Koordinasi Bidang Pangan yang digelar di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Jumat (16/5/2025).

Rakor tersebut membahas evaluasi neraca komoditas pangan, khususnya impor daging sapi beku, sapi bakalan, beras, jagung, dan garam industri. Zulkifli Hasan menyatakan, berdasarkan hasil evaluasi tiga bulanan, ada beberapa penyesuaian kuota yang dilakukan guna menjaga keseimbangan pasar dan perlindungan terhadap pelaku usaha lokal.

“Ternyata yang masuk sampai hari ini sedikit, jadi kita kurangi separuh, tinggal 100 ribu ton saja,” ujar Zulhas mengenai realisasi impor daging kerbau yang sebelumnya diajukan Kementan sebanyak 200 ribu ton.

Dalam arah kebijakan baru, pemerintah memutuskan menambah kuota impor sapi bakalan sebesar 184 ribu ekor. Dengan tambahan ini, total kuota impor sapi hidup untuk tahun 2025 mencapai 530 ribu ekor.

“Sapi hidup untuk penggemukan. Kalau kita pilih sapi penggemukan maka harus dikendalikan dong impor daging sapi bekunya,” tegas Zulhas.

Ia menekankan, strategi penggemukan sapi lokal memberi dampak ekonomi lebih luas karena melibatkan peternak, petani rumput, hingga produsen pakan seperti jagung. Pemerintah ingin menghindari ketergantungan pada daging beku impor yang langsung dikonsumsi tanpa menambah nilai ekonomi domestik.

Zulhas juga menolak usulan impor jagung dari Kemenperin meski volumenya kecil, karena saat ini sedang berlangsung panen raya. Pemerintah ingin menjaga stabilitas harga jagung agar mencapai target Rp5.500 per kilogram. Namun, ia mengakui ketersediaan gudang menjadi kendala utama saat ini.

Sementara itu, terkait garam industri, Zulhas menyebutkan bahwa larangan impor yang sempat berlaku sejak Januari 2025 kini direlaksasi. Pemerintah memutuskan menunda target swasembada hingga akhir 2027 karena keterbatasan fasilitas industri pengolahan garam dalam negeri.

“Industri farmasi dan makanan-minuman masih tergantung pada garam impor. Kita belum bisa produksi, jadi boleh impor sampai 2027,” jelasnya.

Dengan strategi baru ini, pemerintah berharap distribusi pangan lebih terjaga, petani dan peternak lokal lebih terlindungi, serta target ketahanan pangan nasional tetap tercapai.

Garam Industri Impor Daging Sapi Kebijakan Pangan 2025 Penggemukan Sapi Zulkifli Hasan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKemenag Atur Tata Kelola Dam 2025, BAZNAS Jadi Penyalur Resmi
Next Article Jepang Perketat Keamanan Siber, UU Baru Atur Pemantauan IP Asing

Informasi lainnya

Menabung Tak Cukup di Era Sekarang

21 Januari 2026

Mendirikan Yayasan, Cara Orang Kaya Menata Warisan Sosial

20 Januari 2026

Pemerintah Bebaskan PPh 21 Pekerja Padat Karya Hingga 2026

5 Januari 2026

Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam

4 Januari 2026

Tahun Pajak 2026 Tanpa Kenaikan Tarif, Pemerintah Fokus Digitalisasi dan Insentif

31 Desember 2025

Rupiah Dibuka Tertekan di Level 16.773 per Dolar AS

29 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Nafkah dalam Islam: Penjelasan, Pelanggaran, dan Kewajiban terhadap Anak Yatim

Islami Udex Mundzir

Digital Nomad, Hidup atau Ilusi?

Daily Tips Alfi Salamah

Raqsat al-Batriq, Tarian Pinguin yang Bikin Pesta Makin Meriah

Happy Ericka

Gratis Ongkir Dibatasi, Saatnya Bisnis Logistik Lebih Sehat

Bisnis Ericka

Growth Mindset

Gagasan Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.