Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pemerintah Salurkan BSU Periode Juni-Juli untuk 17,3 Juta Pekerja

Stimulus berupa Bantuan Subsidi Upah disiapkan guna menjaga daya beli pekerja padat karya di tengah tekanan global.
ErickaEricka28 Juni 2025 Ekonomi
Bantuan Subsidi Upah pekerja sektor padat karya 2025
Ilustrasi pekerja sektor padat karya (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada 17,3 juta pekerja selama periode Juni hingga Juli 2025. Skema ini menyasar pekerja dengan gaji di bawah Rp 3.500.000 per bulan, terutama di sektor padat karya yang terdampak kebijakan tarif Amerika Serikat terhadap ekspor Indonesia.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menyatakan bahwa BSU merupakan stimulus jangka pendek untuk menjaga daya beli masyarakat rentan dan miskin dalam menghadapi tekanan ekonomi global. Ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan konsumsi rumah tangga yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Makanya ketika kami desain (kebijakannya), yang paling pertama kami pikirkan adalah labor intensive sector,” ujar Febrio dalam diskusi publik di Cemara 6 Galeri, Jakarta, Sabtu (28/6/2025).

Ia menjelaskan, sektor seperti tekstil, mesin, dan alas kaki menjadi fokus utama lantaran paling terdampak perlambatan ekspor akibat kebijakan tarif negara mitra dagang utama, khususnya Amerika Serikat.

BSU diberikan sebesar Rp 300.000 per bulan selama dua bulan, dengan penyaluran tahap pertama mencakup 3.697.836 penerima. Stimulus ini, menurut Febrio, juga dirancang sebagai bagian dari strategi memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyebut BSU tidak hanya dirancang untuk mendorong daya beli, tapi juga untuk menopang target pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok pemerintah sebesar 5 persen pada kuartal II 2025.

“Bukan hanya (untuk) mendorong daya beli. Pokoknya, mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal II,” ujar Susiwijono.

Selain BSU, pemerintah turut memberikan insentif berupa diskon tarif transportasi dan tol, bantuan sosial tunai, serta perpanjangan diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) bagi pekerja.

Latar belakang kebijakan ini muncul di tengah prediksi lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia yang memproyeksikan ekonomi Indonesia hanya tumbuh sekitar 4,7 persen pada 2025. Sementara data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan triwulan I 2025 berada di level 4,87 persen secara tahunan (year-on-year).

Dengan kombinasi berbagai stimulus fiskal ini, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi nasional dapat terjaga dan memberikan perlindungan sosial yang lebih luas bagi pekerja formal berpendapatan rendah.

Bantuan Pekerja 2025 Bantuan Subsidi Upah Daya beli masyarakat Sektor Padat Karya Stimulus Ekonomi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBahlil Temui Prabowo di Hambalang, Spekulasi Rapat KMP Menguat
Next Article Robot Humanoid Beratribut Polisi Hadir di Gladi HUT Bhayangkara

Informasi lainnya

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

17 Maret 2026

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

16 Maret 2026

Potensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun

14 Maret 2026

Prabowo dan Gibran Terima THR, Nominalnya Disorot Publik

13 Maret 2026

Cara Mengatur THR Lebaran Agar Tidak Habis untuk Belanja

12 Maret 2026

Friderica Widyasari Pimpin OJK, Pasar Dinilai Stabil

12 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Bersih-Bersih Kabinet Prabowo Dimulai

Editorial Udex Mundzir

Jangan Normalisasi Israel

Editorial Udex Mundzir

Zainal Abidin Syah, Sultan Pejuang Papua

Profil Alfi Salamah

6 Alasan Mengapa Suami Harus Memeluk Istri Setiap Hari

Happy Alfi Salamah

Harga BBM Turun, Asal Bukan Oplosan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi