Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pemerintah Salurkan BSU Periode Juni-Juli untuk 17,3 Juta Pekerja

Stimulus berupa Bantuan Subsidi Upah disiapkan guna menjaga daya beli pekerja padat karya di tengah tekanan global.
ErickaEricka28 Juni 2025 Ekonomi
Bantuan Subsidi Upah pekerja sektor padat karya 2025
Ilustrasi pekerja sektor padat karya (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada 17,3 juta pekerja selama periode Juni hingga Juli 2025. Skema ini menyasar pekerja dengan gaji di bawah Rp 3.500.000 per bulan, terutama di sektor padat karya yang terdampak kebijakan tarif Amerika Serikat terhadap ekspor Indonesia.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menyatakan bahwa BSU merupakan stimulus jangka pendek untuk menjaga daya beli masyarakat rentan dan miskin dalam menghadapi tekanan ekonomi global. Ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan konsumsi rumah tangga yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Makanya ketika kami desain (kebijakannya), yang paling pertama kami pikirkan adalah labor intensive sector,” ujar Febrio dalam diskusi publik di Cemara 6 Galeri, Jakarta, Sabtu (28/6/2025).

Ia menjelaskan, sektor seperti tekstil, mesin, dan alas kaki menjadi fokus utama lantaran paling terdampak perlambatan ekspor akibat kebijakan tarif negara mitra dagang utama, khususnya Amerika Serikat.

BSU diberikan sebesar Rp 300.000 per bulan selama dua bulan, dengan penyaluran tahap pertama mencakup 3.697.836 penerima. Stimulus ini, menurut Febrio, juga dirancang sebagai bagian dari strategi memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyebut BSU tidak hanya dirancang untuk mendorong daya beli, tapi juga untuk menopang target pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok pemerintah sebesar 5 persen pada kuartal II 2025.

“Bukan hanya (untuk) mendorong daya beli. Pokoknya, mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal II,” ujar Susiwijono.

Selain BSU, pemerintah turut memberikan insentif berupa diskon tarif transportasi dan tol, bantuan sosial tunai, serta perpanjangan diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) bagi pekerja.

Latar belakang kebijakan ini muncul di tengah prediksi lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia yang memproyeksikan ekonomi Indonesia hanya tumbuh sekitar 4,7 persen pada 2025. Sementara data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan triwulan I 2025 berada di level 4,87 persen secara tahunan (year-on-year).

Dengan kombinasi berbagai stimulus fiskal ini, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi nasional dapat terjaga dan memberikan perlindungan sosial yang lebih luas bagi pekerja formal berpendapatan rendah.

Bantuan Pekerja 2025 Bantuan Subsidi Upah Daya beli masyarakat Sektor Padat Karya Stimulus Ekonomi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBahlil Temui Prabowo di Hambalang, Spekulasi Rapat KMP Menguat
Next Article Robot Humanoid Beratribut Polisi Hadir di Gladi HUT Bhayangkara

Informasi lainnya

Menabung Tak Cukup di Era Sekarang

21 Januari 2026

Mendirikan Yayasan, Cara Orang Kaya Menata Warisan Sosial

20 Januari 2026

Pemerintah Bebaskan PPh 21 Pekerja Padat Karya Hingga 2026

5 Januari 2026

Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam

4 Januari 2026

Tahun Pajak 2026 Tanpa Kenaikan Tarif, Pemerintah Fokus Digitalisasi dan Insentif

31 Desember 2025

Rupiah Dibuka Tertekan di Level 16.773 per Dolar AS

29 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Lelah Beribadah

Islami Syamril Al-Bugisyi

Siswa SMA di Kebumen Patungan untuk Teman

Happy Assyifa

Jamaah Laksanakan Safari Wukuf, Puskes Haji akan Skrining

Islami Alfi Salamah

Literasi Digital untuk Remaja, Pentingnya Menguasai Keterampilan di Era Informasi

Gagasan Alfi Salamah

Belva Devara: Anak Bangsa Pelopor Pendidikan Digital

Biografi Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.