Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

Rebung Lebih Sehat dari Dugaan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pilkada Jakarta: Gugat Aja Dulu

Udex MundzirUdex Mundzir8 Desember 2024 Editorial
Surat suara Pilkada Jakarta 2024
Surat suara Pilkada Jakarta 2024 (.ant)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Dalam setiap kompetisi politik, hasil akhir sering kali membawa ketidakpuasan. Pilkada Jakarta 2024 tidak luput dari dinamika tersebut. Pasangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), yang meraih posisi kedua dengan selisih suara tipis, memilih untuk menggugat hasil rekapitulasi suara ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Sementara itu, pasangan Pramono Anung-Rano Karno (Pramono-Rano) yang dinyatakan menang satu putaran dengan raihan 50,07% suara, bersikeras bahwa proses pemilu berlangsung jujur dan transparan.

Langkah RIDO ini menimbulkan pertanyaan, apakah gugatan ini murni memperjuangkan keadilan, atau hanya strategi politik untuk tetap relevan? Dengan berbekal dalih dugaan pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif (TSM), seperti ketidakmerataan distribusi formulir C6 dan pelanggaran di Pinang Ranti, RIDO berharap menggoyahkan hasil yang telah diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta.

Dari sisi hukum, gugatan ke MK adalah hak setiap peserta pemilu yang merasa dirugikan. MK menjadi benteng terakhir untuk memastikan keabsahan hasil pemilu. Namun, mekanisme ini sering disalahgunakan untuk tujuan politik. RIDO menghadapi tantangan berat: membuktikan pelanggaran TSM dengan bukti kuat, bukan sekadar narasi.

Dari sisi politik, langkah “gugat aja dulu” ini bisa jadi hanya taktik mempertahankan basis pendukung. Ketika perselisihan hasil pemilu menjadi sorotan, pasangan yang menggugat tetap berada di panggung utama politik, bahkan jika akhirnya gugatan ditolak. Tetapi, risiko besar mengintai: memperdalam polarisasi publik dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi.

Pilkada Jakarta, sebagai barometer politik nasional, harus dijaga integritasnya. KPU Jakarta telah berusaha menyelenggarakan proses yang transparan, termasuk penghitungan suara manual berjenjang. Namun, klaim kecurangan, meski tidak disertai bukti konkret, dapat mencederai legitimasi demokrasi.

Ketua KPU Jakarta Wahyu Dinata menegaskan bahwa proses rekapitulasi telah sesuai aturan dan dapat diawasi oleh publik. Bahkan, hasil tim internal Pramono-Rano tidak jauh berbeda dengan data resmi KPU. Namun, tudingan pelanggaran yang terus disuarakan RIDO membuat sebagian masyarakat mempertanyakan netralitas penyelenggara pemilu.

Secara hukum, MK memiliki prosedur ketat untuk memverifikasi klaim pelanggaran. Jika bukti tidak cukup kuat, gugatan akan ditolak. Tetapi, narasi “kami digagalkan secara sistematis” dapat menjadi alat politik jangka panjang bagi RIDO.

Secara sosial, narasi kecurangan ini berisiko menciptakan ketegangan antarpendukung. Dalam konteks Jakarta, yang memiliki keragaman tinggi, isu seperti ini dapat memicu polarisasi berbasis identitas politik dan sosial.

MK harus memastikan proses penyelesaian gugatan berjalan cepat dan transparan. Keputusan yang jelas dan berbasis bukti akan menekan narasi politis yang tidak berdasar.

KPU dan Bawaslu perlu meningkatkan literasi politik masyarakat agar mereka tidak mudah termakan narasi kecurangan tanpa bukti. Hal ini juga akan meningkatkan kepercayaan publik pada penyelenggara pemilu.

Pramono-Rano, sebagai pasangan terpilih, perlu merangkul semua pihak untuk memastikan pemerintahan yang inklusif. Pendekatan ini penting untuk meredam ketegangan politik dan sosial.

Kasus seperti ketidakmerataan distribusi formulir C6 harus menjadi pelajaran. KPU perlu meningkatkan akurasi dan distribusi logistik pemilu di masa mendatang.

Langkah RIDO untuk menggugat hasil Pilkada Jakarta ke MK, meskipun sah, tidak boleh hanya menjadi simbol perlawanan politik tanpa dasar yang kuat. Demokrasi yang sehat membutuhkan kedewasaan semua pihak untuk menerima hasil dengan bijak.

Pilkada Jakarta adalah ujian bagi komitmen Indonesia terhadap prinsip-prinsip demokrasi. “Gugat aja dulu” mungkin menjadi strategi politik, tetapi pada akhirnya, kebenaran hanya akan terungkap jika semua pihak menjunjung tinggi kejujuran, transparansi, dan keadilan.

Gugatan ke MK Pilkada 2024 Pilkada Jakarta 2024 Pramono-Rano
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleJurnal Ilmiah Indonesia, Banyak Tapi Bagaikan Buih
Next Article Momentum Gemilang Panjat Tebing di Kutim: Wadah Pembibitan Atlet Muda Kaltim

Informasi lainnya

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

31 Januari 2026

Gaduh Ijazah dan Politik Adu Domba

26 Januari 2026

Warisan Masalah Era Jokowi

19 Januari 2026

ASEAN di Tengah Preseden Maduro

5 Januari 2026

Menguji Gelar Pahlawan Soeharto

13 November 2025

Insentif MBG: Jangan Alihkan Beban

2 November 2025
Paling Sering Dibaca

Revisi Dam: Ibadah atau Administrasi?

Editorial Udex Mundzir

Anak dan Sepak Bola: Jembatan Simbolik di Piala AFF 2024

Happy Assyifa

Pers Dibelenggu, Demokrasi Tercekik

Editorial Udex Mundzir

TikTok & Konten Viral

Opini Alfi Salamah

Tren Paylater Melonjak, Saatnya Melek Finansial

Bisnis Ericka
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.