Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ekspedisi Jejak Hewan dalam Al-Qur’an, Kelompok Bambu dan Semangat Tak Patah

VISTA Research Center Resmi Terdaftar BRIN

Jejak Hewan Al-Qur’an Warnai Ekspedisi Siswa

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 2 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tangisan Bakar Kalori: Fakta Ilmiah di Balik Air Mata

Menangis bukan kelemahan, melainkan cara tubuh menguatkan jiwa secara diam-diam.
Alfi SalamahAlfi Salamah15 November 2025 Kesehatan
Ilustrasi Wanita Menangis Bersedih
Ilustrasi Wanita Menangis Bersedih
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bahasa tubuh jujur seperti tangisan sering disalahartikan sebagai tanda kelemahan. Padahal, menangis merupakan ekspresi emosional alami yang memiliki peran penting dalam sistem biologis manusia. Dalam setiap tetes air mata, tubuh sebenarnya sedang bekerja dan menggunakan energi, yang artinya, membakar kalori.

Menangis bukan hanya reaksi emosional, tetapi juga melibatkan serangkaian proses fisik. Saat seseorang menangis, detak jantung meningkat, otot-otot wajah berkontraksi dan melemas, serta pernapasan berubah ritmenya. Semua aktivitas ini memerlukan energi dari tubuh, yang sebagian besar berasal dari kalori.

Menangis dan Energi Tubuh

Penelitian dari International Journal of Obesity pada 2006 menyebutkan bahwa menangis membakar sekitar 1,3 kalori per menit. Jumlah ini sama dengan kalori yang terbakar saat tertawa. Jika dihitung, menangis selama 20 menit membakar sekitar 26 kalori. Namun, jumlah ini terlalu kecil untuk memberikan pengaruh signifikan terhadap berat badan.

Apakah Menangis Bisa Menurunkan Berat Badan?

Meskipun menangis membakar kalori, itu bukan metode yang efektif untuk menurunkan berat badan. Untuk bisa menurunkan 0,5 kilogram berat badan dalam seminggu, seseorang harus menciptakan defisit sekitar 500 kalori per hari. Jumlah ini hanya bisa dicapai melalui kombinasi pola makan sehat dan aktivitas fisik yang konsisten.

Menangis selama berjam-jam pun tidak akan mampu membakar kalori sebanyak itu. Bahkan, ketika seseorang mengalami penurunan berat badan saat menghadapi masa emosional yang berat, penyebab utamanya biasanya adalah hilangnya nafsu makan atau gangguan pola tidur, bukan karena frekuensi menangisnya.

Manfaat Positif dari Tangisan

Meski tidak efektif dalam menurunkan berat badan, menangis memberikan banyak manfaat positif untuk tubuh dan pikiran. Tangisan emosional terbukti mampu meredakan stres, memperbaiki suasana hati, dan membantu tidur lebih nyenyak.

Proses menangis merangsang pelepasan hormon-hormon yang menenangkan sistem saraf, membuat tubuh merasa lebih rileks setelahnya. Selain itu, menangis juga bermanfaat bagi kesehatan mata. Air mata membantu menjaga kelembapan mata, serta membersihkan kotoran dan bakteri yang menempel di permukaan mata.

Aktivitas Ringan Lain yang Membakar Kalori

Menariknya, tidak hanya menangis yang bisa membakar kalori dalam jumlah kecil. Aktivitas santai lainnya seperti tertawa, berjalan santai, berkebun, atau mengunyah permen karet juga turut membakar energi tubuh.

Misalnya, jalan santai selama satu jam bisa membakar hingga 200 kalori, tergantung berat badan dan kecepatan berjalan. Mengunyah permen karet selama satu jam juga bisa membakar sekitar 11 kalori. Sementara itu, berkebun ringan bisa membakar hingga 250 kalori per jam.

Namun, jika tujuannya adalah menurunkan berat badan secara signifikan, aktivitas-aktivitas ringan ini tetap perlu disertai dengan olahraga yang lebih intens dan pola makan yang terkontrol.

Ketika Tangisan Menjadi Alarm

Menangis memang sehat, tetapi jika dilakukan secara berlebihan atau tanpa alasan yang jelas, hal ini bisa menjadi tanda adanya masalah emosional yang lebih dalam.

Menangis hampir setiap hari, merasa sedih tanpa sebab yang jelas, atau merasa kewalahan karena hal-hal kecil bisa menjadi gejala awal dari gangguan kesehatan mental seperti depresi.

Gejala lain yang bisa menyertai kondisi tersebut termasuk hilangnya minat terhadap aktivitas sehari-hari, sulit tidur atau tidur berlebihan, kelelahan tanpa alasan, hingga sulit berkonsentrasi. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga bisa disertai dengan keinginan menyendiri secara ekstrem atau pikiran negatif terhadap diri sendiri.

Emosi dan Kesehatan Tubuh

Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Emosi yang tidak terkelola dengan baik bisa memengaruhi sistem kekebalan tubuh, pola tidur, hingga nafsu makan. Menangis seharusnya menjadi bagian dari proses pemulihan, bukan menjadi beban harian.

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, menangis bisa menjadi sarana pelepasan emosi yang sehat. Tak perlu merasa malu saat air mata mengalir, karena ini menunjukkan bahwa tubuh sedang merespons tekanan dengan cara alami. Namun, penting untuk menjaga keseimbangan antara ekspresi emosi dan kemampuan untuk mengelola stres.

Secara keseluruhan, menangis bukanlah solusi untuk menurunkan berat badan, tetapi memiliki manfaat yang besar bagi keseimbangan emosional dan kesehatan mental. Jangan jadikan tangisan sebagai alat diet, tetapi gunakan sebagai alat refleksi diri dan proses penyembuhan batin.

Saat tubuh menangis, sebenarnya ia sedang membantu menyeimbangkan beban emosional yang dirasakan. Jika dilakukan dengan sadar dan dalam porsi wajar, menangis bisa menjadi cara alami untuk kembali merasa tenang dan kuat.

Fakta Menangis Kesehatan Mental Manfaat Menangis Menangis Bakar Kalori
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMK Tegaskan Larangan Anggota Polri Aktif Duduki Jabatan Sipil
Next Article Hamangkunegoro Dinobatkan sebagai Pakubuwono XIV di Surakarta

Informasi lainnya

5 Cara Atasi Overthinking

13 Februari 2026

Burnout Diam-Diam di Anak Muda

12 Februari 2026

Detoks Digital: Jaga Kesehatan Mental

11 Februari 2026

Minuman Ini Redakan Nyeri Haid

10 Februari 2026

Self Healing, Tren atau Pelarian?

22 Januari 2026

Gen Z dan Tantangan Tanpa Ponsel

20 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Hukum Membaca Surah Pendek dalam Shalat Khafifatain

Islami Ericka

Keberangkatan Haji Diberkahi: Doa Khusus dari Rumah

Islami Alfi Salamah

Soft Living: Hidup lebih pelan, bahagia lebih lama

Happy Alfi Salamah

Stop Putar Lagu atau Musik Lokal Indonesia

Editorial Udex Mundzir

Polres Sampang Kecolongan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah27 Februari 2026

Ekspedisi Jejak Hewan dalam Al-Qur’an, Kelompok Bambu dan Semangat Tak Patah

VISTA Research Center Resmi Terdaftar BRIN

Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

Haji 2026 Diperketat, Jemaah Tak Sehat Terancam Gagal Berangkat

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot thailand slot gacor slot gacor slot gacor