Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

Rebung Lebih Sehat dari Dugaan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tangisan Bakar Kalori: Fakta Ilmiah di Balik Air Mata

Menangis bukan kelemahan, melainkan cara tubuh menguatkan jiwa secara diam-diam.
Alfi SalamahAlfi Salamah15 November 2025 Kesehatan
Ilustrasi Wanita Menangis Bersedih
Ilustrasi Wanita Menangis Bersedih
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bahasa tubuh jujur seperti tangisan sering disalahartikan sebagai tanda kelemahan. Padahal, menangis merupakan ekspresi emosional alami yang memiliki peran penting dalam sistem biologis manusia. Dalam setiap tetes air mata, tubuh sebenarnya sedang bekerja dan menggunakan energi, yang artinya, membakar kalori.

Menangis bukan hanya reaksi emosional, tetapi juga melibatkan serangkaian proses fisik. Saat seseorang menangis, detak jantung meningkat, otot-otot wajah berkontraksi dan melemas, serta pernapasan berubah ritmenya. Semua aktivitas ini memerlukan energi dari tubuh, yang sebagian besar berasal dari kalori.

Menangis dan Energi Tubuh

Penelitian dari International Journal of Obesity pada 2006 menyebutkan bahwa menangis membakar sekitar 1,3 kalori per menit. Jumlah ini sama dengan kalori yang terbakar saat tertawa. Jika dihitung, menangis selama 20 menit membakar sekitar 26 kalori. Namun, jumlah ini terlalu kecil untuk memberikan pengaruh signifikan terhadap berat badan.

Apakah Menangis Bisa Menurunkan Berat Badan?

Meskipun menangis membakar kalori, itu bukan metode yang efektif untuk menurunkan berat badan. Untuk bisa menurunkan 0,5 kilogram berat badan dalam seminggu, seseorang harus menciptakan defisit sekitar 500 kalori per hari. Jumlah ini hanya bisa dicapai melalui kombinasi pola makan sehat dan aktivitas fisik yang konsisten.

Menangis selama berjam-jam pun tidak akan mampu membakar kalori sebanyak itu. Bahkan, ketika seseorang mengalami penurunan berat badan saat menghadapi masa emosional yang berat, penyebab utamanya biasanya adalah hilangnya nafsu makan atau gangguan pola tidur, bukan karena frekuensi menangisnya.

Manfaat Positif dari Tangisan

Meski tidak efektif dalam menurunkan berat badan, menangis memberikan banyak manfaat positif untuk tubuh dan pikiran. Tangisan emosional terbukti mampu meredakan stres, memperbaiki suasana hati, dan membantu tidur lebih nyenyak.

Proses menangis merangsang pelepasan hormon-hormon yang menenangkan sistem saraf, membuat tubuh merasa lebih rileks setelahnya. Selain itu, menangis juga bermanfaat bagi kesehatan mata. Air mata membantu menjaga kelembapan mata, serta membersihkan kotoran dan bakteri yang menempel di permukaan mata.

Aktivitas Ringan Lain yang Membakar Kalori

Menariknya, tidak hanya menangis yang bisa membakar kalori dalam jumlah kecil. Aktivitas santai lainnya seperti tertawa, berjalan santai, berkebun, atau mengunyah permen karet juga turut membakar energi tubuh.

Misalnya, jalan santai selama satu jam bisa membakar hingga 200 kalori, tergantung berat badan dan kecepatan berjalan. Mengunyah permen karet selama satu jam juga bisa membakar sekitar 11 kalori. Sementara itu, berkebun ringan bisa membakar hingga 250 kalori per jam.

Namun, jika tujuannya adalah menurunkan berat badan secara signifikan, aktivitas-aktivitas ringan ini tetap perlu disertai dengan olahraga yang lebih intens dan pola makan yang terkontrol.

Ketika Tangisan Menjadi Alarm

Menangis memang sehat, tetapi jika dilakukan secara berlebihan atau tanpa alasan yang jelas, hal ini bisa menjadi tanda adanya masalah emosional yang lebih dalam.

Menangis hampir setiap hari, merasa sedih tanpa sebab yang jelas, atau merasa kewalahan karena hal-hal kecil bisa menjadi gejala awal dari gangguan kesehatan mental seperti depresi.

Gejala lain yang bisa menyertai kondisi tersebut termasuk hilangnya minat terhadap aktivitas sehari-hari, sulit tidur atau tidur berlebihan, kelelahan tanpa alasan, hingga sulit berkonsentrasi. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga bisa disertai dengan keinginan menyendiri secara ekstrem atau pikiran negatif terhadap diri sendiri.

Emosi dan Kesehatan Tubuh

Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Emosi yang tidak terkelola dengan baik bisa memengaruhi sistem kekebalan tubuh, pola tidur, hingga nafsu makan. Menangis seharusnya menjadi bagian dari proses pemulihan, bukan menjadi beban harian.

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, menangis bisa menjadi sarana pelepasan emosi yang sehat. Tak perlu merasa malu saat air mata mengalir, karena ini menunjukkan bahwa tubuh sedang merespons tekanan dengan cara alami. Namun, penting untuk menjaga keseimbangan antara ekspresi emosi dan kemampuan untuk mengelola stres.

Secara keseluruhan, menangis bukanlah solusi untuk menurunkan berat badan, tetapi memiliki manfaat yang besar bagi keseimbangan emosional dan kesehatan mental. Jangan jadikan tangisan sebagai alat diet, tetapi gunakan sebagai alat refleksi diri dan proses penyembuhan batin.

Saat tubuh menangis, sebenarnya ia sedang membantu menyeimbangkan beban emosional yang dirasakan. Jika dilakukan dengan sadar dan dalam porsi wajar, menangis bisa menjadi cara alami untuk kembali merasa tenang dan kuat.

Fakta Menangis Kesehatan Mental Manfaat Menangis Menangis Bakar Kalori
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMK Tegaskan Larangan Anggota Polri Aktif Duduki Jabatan Sipil
Next Article Hamangkunegoro Dinobatkan sebagai Pakubuwono XIV di Surakarta

Informasi lainnya

Self Healing, Tren atau Pelarian?

22 Januari 2026

Gen Z dan Tantangan Tanpa Ponsel

20 Januari 2026

Rahasia Alami Membersihkan Usus Secara Efektif

8 Desember 2025

Krisis Kesehatan Hantui Pengungsian Aceh Pascabanjir

7 Desember 2025

Bukan Kutukan, Ini Penyebab Mata Kedutan Menurut Medis

28 November 2025

Rebusan Seledri untuk Vitalitas Sehari-hari

23 November 2025
Paling Sering Dibaca

Cara Penyembelihan atau Mematikan Hewan Menurut Syariat Islam, Pelaksanaan Qurban di Hari Iduladha

Islami Udex Mundzir

Pepaya Callina: Manis, Padat, dan Bukan dari California

Food Assyifa

Ketika Relawan Butuh Akal Sehat, Bukan Sekadar Semangat

Opini Udex Mundzir

Penyebab dan Dampak Kesombongan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Opini Udex Mundzir

Tips dan Perlengkapan Mendaki Gunung Rinjani bagi Pemula

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.