Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hujan Deras Picu Longsor di Cisayong Tasikmalaya

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Semeru Erupsi, Abu Capai 1 Km dari Puncak

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 6 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Trump Larang Mahasiswa Asing Masuk Harvard

Pemerintah AS melarang Harvard menerima mahasiswa internasional karena penolakan kampus terhadap tuntutan pemerintahan Trump.
ErickaEricka23 Mei 2025 Global
Universitas Harvard
Universitas Harvard (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Washington D.C. – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil langkah drastis dengan melarang Universitas Harvard menerima mahasiswa asing. Larangan ini diberlakukan setelah kampus prestisius tersebut menolak menyerahkan data perilaku mahasiswa internasional kepada pemerintah, yang diminta sejak bulan lalu sebagai bagian dari kebijakan pengawasan ketat terhadap institusi pendidikan tinggi.

Langkah ini diumumkan oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dengan menyatakan pencabutan sertifikasi Program Mahasiswa dan Pengunjung Pertukaran (SEVP) untuk Harvard. Kebijakan ini membuat lebih dari seperempat mahasiswa Harvard yang berasal dari luar negeri harus pindah atau menghadapi risiko kehilangan status hukum mereka di Amerika Serikat.

“Harvard tidak dapat lagi menerima mahasiswa asing, dan mahasiswa yang ada harus meninggalkan kampus atau status legal mereka akan dicabut,” demikian pernyataan dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

Langkah ini memicu reaksi keras dari pihak universitas. Dalam pernyataan resminya, Harvard menyebut keputusan ini sebagai tindakan tidak sah yang dapat berdampak negatif bagi komunitas kampus dan dunia akademik AS secara luas.

“Tindakan balasan ini mengancam kerugian serius bagi komunitas Harvard dan negara kami, serta melemahkan misi akademis dan penelitian Harvard,” ujar Jason Newton, juru bicara universitas tersebut.

Perseteruan antara Harvard dan pemerintahan Trump telah berlangsung selama berbulan-bulan, dipicu oleh perbedaan pandangan terhadap isu keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI). Ketegangan memuncak ketika pemerintah menuduh kampus menjadi tempat berkembangnya sentimen anti-Amerika dan pro-teroris, khususnya terkait protes atas serangan militer Israel ke Gaza yang didukung oleh sebagian mahasiswa dan staf.

Gedung Putih menegaskan bahwa universitas yang menolak mematuhi tuntutan negara harus siap menerima konsekuensi. “Mereka harus menghadapi konsekuensi tindakan mereka,” tegas Abigail Jackson, juru bicara Gedung Putih.

Selain mencabut izin SEVP, pemerintah juga telah membekukan dana federal senilai US$ 2,2 miliar untuk Harvard, serta mengancam mencabut status bebas pajak yang selama ini dinikmati oleh kampus tersebut.

Para profesor dan pengamat pendidikan menyuarakan keprihatinan bahwa kebijakan ini dapat membahayakan reputasi Harvard sebagai pusat pendidikan global dan melemahkan posisi AS dalam kolaborasi akademik internasional.

Dengan ketegangan yang terus meningkat, masa depan mahasiswa asing di AS dan prinsip otonomi akademik menjadi semakin tidak pasti di tengah iklim politik yang semakin keras.

Donald Trump Harvard Isu Mahasiswa Internasional Keamanan Dalam Negeri AS SEVP
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKLH Dorong Pembatasan Impor Plastik Virgin Demi Kurangi Sampah
Next Article Kemenperin Genjot Parfum Halal Masuki Lima Besar Dunia

Informasi lainnya

Indonesia Desak PBB Usut Kematian 3 TNI di Lebanon

1 April 2026

Israel Batasi Salat Idul Fitri di Al Aqsa

20 Maret 2026

Dampak Konflik Timur Tengah, BBM Asia Naik Tajam

18 Maret 2026

Dubes Rusia Sampaikan Pesan Damai Saat Iftar di Istiqlal

15 Maret 2026

AS Lepas 172 Juta Barel Minyak Dampak Konflik Timur Tengah

12 Maret 2026

Siklon Tropis NURI Picu Hujan Lebat di Indonesia Timur

11 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Warisan Masalah Era Jokowi

Editorial Udex Mundzir

Mubarok dan Amanah Sejati: Pelajaran Jujur dari Seorang Hamba Sahaya

Islami Ericka

Saatnya Gen Z Pimpin Ekonomi Kreatif Digital

Bisnis Ericka

Sikap PDIP: Antara Prinsip dan Kepentingan

Editorial Udex Mundzir

Tombol Motivasi

Gagasan Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Daerah
Adit Musthofa5 April 2026

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Israel Batasi Salat Idul Fitri di Al Aqsa

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Imtihan MDTU Al Barokah Cihuni Capai Puncak Acara

Menag Larang ASN Kemenag Pakai Mobil Dinas Saat Mudik

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi