Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Trump Larang Mahasiswa Asing Masuk Harvard

Pemerintah AS melarang Harvard menerima mahasiswa internasional karena penolakan kampus terhadap tuntutan pemerintahan Trump.
ErickaEricka23 Mei 2025 Global
Universitas Harvard
Universitas Harvard (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Washington D.C. – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil langkah drastis dengan melarang Universitas Harvard menerima mahasiswa asing. Larangan ini diberlakukan setelah kampus prestisius tersebut menolak menyerahkan data perilaku mahasiswa internasional kepada pemerintah, yang diminta sejak bulan lalu sebagai bagian dari kebijakan pengawasan ketat terhadap institusi pendidikan tinggi.

Langkah ini diumumkan oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dengan menyatakan pencabutan sertifikasi Program Mahasiswa dan Pengunjung Pertukaran (SEVP) untuk Harvard. Kebijakan ini membuat lebih dari seperempat mahasiswa Harvard yang berasal dari luar negeri harus pindah atau menghadapi risiko kehilangan status hukum mereka di Amerika Serikat.

“Harvard tidak dapat lagi menerima mahasiswa asing, dan mahasiswa yang ada harus meninggalkan kampus atau status legal mereka akan dicabut,” demikian pernyataan dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

Langkah ini memicu reaksi keras dari pihak universitas. Dalam pernyataan resminya, Harvard menyebut keputusan ini sebagai tindakan tidak sah yang dapat berdampak negatif bagi komunitas kampus dan dunia akademik AS secara luas.

“Tindakan balasan ini mengancam kerugian serius bagi komunitas Harvard dan negara kami, serta melemahkan misi akademis dan penelitian Harvard,” ujar Jason Newton, juru bicara universitas tersebut.

Perseteruan antara Harvard dan pemerintahan Trump telah berlangsung selama berbulan-bulan, dipicu oleh perbedaan pandangan terhadap isu keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI). Ketegangan memuncak ketika pemerintah menuduh kampus menjadi tempat berkembangnya sentimen anti-Amerika dan pro-teroris, khususnya terkait protes atas serangan militer Israel ke Gaza yang didukung oleh sebagian mahasiswa dan staf.

Gedung Putih menegaskan bahwa universitas yang menolak mematuhi tuntutan negara harus siap menerima konsekuensi. “Mereka harus menghadapi konsekuensi tindakan mereka,” tegas Abigail Jackson, juru bicara Gedung Putih.

Selain mencabut izin SEVP, pemerintah juga telah membekukan dana federal senilai US$ 2,2 miliar untuk Harvard, serta mengancam mencabut status bebas pajak yang selama ini dinikmati oleh kampus tersebut.

Para profesor dan pengamat pendidikan menyuarakan keprihatinan bahwa kebijakan ini dapat membahayakan reputasi Harvard sebagai pusat pendidikan global dan melemahkan posisi AS dalam kolaborasi akademik internasional.

Dengan ketegangan yang terus meningkat, masa depan mahasiswa asing di AS dan prinsip otonomi akademik menjadi semakin tidak pasti di tengah iklim politik yang semakin keras.

Donald Trump Harvard Isu Mahasiswa Internasional Keamanan Dalam Negeri AS SEVP
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKLH Dorong Pembatasan Impor Plastik Virgin Demi Kurangi Sampah
Next Article Kemenperin Genjot Parfum Halal Masuki Lima Besar Dunia

Informasi lainnya

Al-Azhar Siap Kirim 1.000 Pakar Bahasa Arab ke Indonesia

23 Januari 2026

Guncangan Dahsyat M7,0 di Taiwan Terasa hingga Taipei

27 Desember 2025

Gempa Susulan M6,7 Guncang Hokkaido, BMKG Pastikan Indonesia Aman

9 Desember 2025

Menag Dorong Kolaborasi Global Wasathiyah Islam dan Nilai Tionghoa

11 November 2025

Megawati Serukan Dunia Bersatu Dukung Palestina Merdeka

1 November 2025

Timor Leste Resmi Bergabung ke ASEAN pada KTT Kuala Lumpur

26 Oktober 2025
Paling Sering Dibaca

MPW PP Kaltim Gelar Nuzulul Quran, Ajak Masyarakat Jaga Silaturahmi dan Peduli Sesama

Islami Dexpert Corp

Jabatan Simbolis atau Ancaman Toleransi?

Editorial Udex Mundzir

Makin Canggih, Ini Alasan Warga Indonesia Pilih HP dengan Fitur AI

Techno Assyifa

Intip 5 Universitas Paling Bergengsi di Korea Selatan

Daily Tips Ericka

Sahabat AI dan Ilusi Kedaulatan Digital

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.