Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Utang Menggunung, WIKA Rugi Rp1,6 Triliun di Semester I 2025

Pendapatan dan laba WIKA merosot tajam sepanjang semester I 2025, sementara beban utang masih membayangi.
ErickaEricka27 Juli 2025 Ekonomi
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA),
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), salah satu BUMN konstruksi andalan nasional, menghadapi tekanan finansial yang semakin berat pada paruh pertama 2025. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan perusahaan mengalami penurunan signifikan hingga 22,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan WIKA tercatat sebesar Rp5,858 triliun, turun dari sebelumnya Rp7,53 triliun. Penurunan paling tajam terjadi pada segmen infrastruktur dan gedung, yang merosot 32,3 persen menjadi Rp2,343 triliun. Sektor industri juga tidak luput dari tekanan, dengan pendapatan menurun 29,7 persen menjadi Rp1,613 triliun.

Meski beban pokok pendapatan berhasil ditekan sebesar 21,8 persen, namun hal tersebut tidak cukup untuk mengimbangi tekanan. Laba kotor WIKA turun 26,8 persen menjadi Rp472,55 miliar, dan laba usaha jatuh drastis hingga 96,08 persen, hanya tersisa Rp133,2 miliar.

Faktor lain yang turut memperparah kondisi keuangan adalah anjloknya pendapatan lain-lain sebesar 79,6 persen. Tak ada lagi kontribusi dari restrukturisasi utang, yang pada tahun lalu sempat menghasilkan keuntungan Rp3,944 triliun.

Di sisi lain, beban keuangan justru meningkat menjadi Rp1,38 triliun. Kerugian dari entitas pengendalian bersama mencapai Rp542,31 miliar, ditambah pajak final Rp109,55 miliar.

Alhasil, WIKA mencatat rugi sebelum pajak sebesar Rp1,693 triliun dan rugi bersih mencapai Rp1,663 triliun. Defisit akumulatif perusahaan pun melebar 17,8 persen menjadi Rp11,2 triliun per akhir Juni 2025.

Total ekuitas WIKA terkikis 14,4 persen menjadi Rp10,1 triliun. Sementara itu, utang perusahaan masih berada di level tinggi, yakni Rp50,04 triliun, meski sedikit menurun dari posisi Desember 2024 yang mencapai Rp51,64 triliun.

Di tengah kondisi keuangan yang kian terdesak, manajemen WIKA tengah menyusun berbagai strategi pemulihan. Beberapa langkah yang dirancang antara lain menjalin kemitraan strategis, efisiensi operasional melalui sistem kerja hybrid, penyesuaian biaya pemasaran, serta kembali membuka diskusi dengan kreditur untuk negosiasi pelunasan utang.

Manajemen optimistis bahwa strategi tersebut dapat membalikkan keadaan, meskipun kelangsungan hidup perusahaan kini sangat tergantung pada dukungan keuangan dari pemerintah, termasuk kemungkinan mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN).

BUMN Karya Defisit Wijaya Karya Kinerja Keuangan 2025 Utang BUMN WIKA
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKPK Klarifikasi Isu Penyamaran Motor Ridwan Kamil
Next Article BRIN Ingatkan DPR Tak Gegabah Bahas Usulan Pilkada Lewat DPRD

Informasi lainnya

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

17 Maret 2026

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

16 Maret 2026

Potensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun

14 Maret 2026

Prabowo dan Gibran Terima THR, Nominalnya Disorot Publik

13 Maret 2026

Cara Mengatur THR Lebaran Agar Tidak Habis untuk Belanja

12 Maret 2026

Friderica Widyasari Pimpin OJK, Pasar Dinilai Stabil

12 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Haji Ilegal, Iman yang Dimanfaatkan

Editorial Udex Mundzir

Generasi Muda dan Tren Slow Living di Era Digital

Opini Alfi Salamah

Lumbung Korupsi dalam Demokrasi yang Terganjal

Editorial Udex Mundzir

Isuzu Optimis Pangsa Pasarnya akan Naik 1,3 Persen

Bisnis Alfi Salamah

Ayi Mulyana: Membangun Pramuka yang Berkontribusi Nyata

Profil Silva
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi