Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BI Kaltim Siapkan Rp2,18 T untuk Serambi 2026

Tim Kaltim Pantau Harga Pangan di Berau

Awal Ramadhan 1447 H Tunggu Sidang Isbat

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 26 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kisah Keluarga Imran, Inilah Perempuan Terpilih dan Mulia yang Harus Diketahui!

Doa yang tulus dan pengorbanan orang tua sangat berpengaruh pada kehidupan anaknya
Alfi SalamahAlfi Salamah4 September 2024 Islami
Kisah Inspiratif Islami
Ilustrasi Maryam Binti Imran, Kisah Keluarga Imran (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Kisah keluarga Imran yang diabadikan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam surat Ali Imran, menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam. Imran adalah seorang pria mulia yang berhasil mendidik keluarganya untuk menjadi taat dan salehah, serta menjadi teladan dalam pengabdian kepada Allah SWT. Kisah ini mengajarkan tentang kekuatan doa, pengorbanan, dan kasih sayang yang tulus dalam keluarga.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:

إِنَّ ٱللَّهَ ٱصۡطَفَىٰٓ ءَادَمَ وَنُوحٗا وَءَالَ إِبۡرَٰهِيمَ وَءَالَ عِمۡرَٰنَ عَلَى ٱلۡعَٰلَمِينَ ذُرِّيَّةَۢ بَعۡضُهَا مِنۢ بَعۡضٖۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya: “Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran melebihi segala umat (pada masanya masing-masing). (sebagai) satu keturunan, sebagiannya adalah (keturunan) dari sebagian yang lain. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. Ali Imran: 33-34).

Keinginan Memiliki Anak yang Tulus

Imran dan istrinya, Hanah, telah lama menikah namun belum dikaruniai anak. Keinginan mereka untuk memiliki keturunan semakin kuat ketika Hanah melihat kasih sayang seekor induk burung kepada anaknya. Hal ini menggerakkan hatinya untuk berdoa kepada Allah SWT agar diberikan seorang anak.

Beberapa bulan kemudian, doa Hanah terkabulkan. Ia hamil dan menjadi semakin rajin beribadah. Imran dan Hanah bahkan bernazar jika anak yang dilahirkan adalah seorang laki-laki, maka anak tersebut akan diserahkan untuk mengabdi di Baitul Maqdis.

Sebagaimana tertulis dalam firman Allah:

إِذۡ قَالَتِ ٱمۡرَأَتُ عِمۡرَٰنَ رَبِّ إِنِّي نَذَرۡتُ لَكَ مَا فِي بَطۡنِي مُحَرَّرٗا فَتَقَبَّلۡ مِنِّيٓۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ

Artinya: “(Ingatlah), ketika istri Imran berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, apa (janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. Ali Imran: 35).

Kelahiran Maryam dan Pengabdian di Baitul Maqdis

Hanah melahirkan seorang bayi perempuan yang bernama Maryam. Meskipun awalnya mereka berharap mendapatkan anak laki-laki untuk mengabdi di Baitul Maqdis, mereka tetap menerima Maryam dengan penuh rasa syukur. Hanah pun mengadu kepada Allah SWT mengenai anak perempuannya, namun tetap bertekad untuk memenuhi nazarnya.

Sebagaimana firman-Nya:

فَلَمَّا وَضَعَتۡهَا قَالَتۡ رَبِّ إِنِّي وَضَعۡتُهَآ أُنثَىٰ وَٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا وَضَعَتۡ وَلَيۡسَ ٱلذَّكَرُ كَٱلۡأُنثَىٰۖ وَإِنِّي سَمَّيۡتُهَا مَرۡيَمَ وَإِنِّيٓ أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ

Artinya: “Maka ketika melahirkannya, dia berkata, ‘Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan.’ Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan, dan laki-laki tidak sama dengan perempuan. ‘Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk.” (QS. Ali Imran: 36).

Maryam tumbuh sebagai perempuan yang salehah, mengabdikan dirinya di Baitul Maqdis, dan diasuh oleh Nabi Zakaria. Selama di sana, Maryam selalu terjaga dalam ibadah dan ketaatan kepada Allah. Allah pun mencukupi segala kebutuhannya.

Sebagaimana firman Allah:

فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٖ وَأَنۢبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنٗا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّاۖ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيۡهَا زَكَرِيَّا ٱلۡمِحۡرَابَ وَجَدَ عِندَهَا رِزۡقٗاۖ قَالَ يَٰمَرۡيَمُ أَنَّىٰ لَكِ هَٰذَاۖ قَالَتۡ هُوَ مِنۡ عِندِ ٱللَّهِۖ إِنَّ ٱللَّهَ يَرۡزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيۡرِ حِسَابٍ

Artinya: “Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria. Setiap kali Zakaria masuk menemuinya di mihrab (kamar khusus ibadah), dia dapati makanan di sisinya. Dia berkata, ‘Wahai Maryam! Dari mana ini engkau peroleh?’ Dia (Maryam) menjawab, ‘Itu dari Allah.’ Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.” (QS. Ali Imran: 37).

Maryam, Perempuan Terpilih dan Mulia

Maryam adalah sosok perempuan yang sangat terjaga dan Allah SWT lindungi. Ia hidup dalam kesalehan dan ibadah yang tak pernah henti. Allah SWT pun menyatakan kemuliaannya di atas perempuan lainnya pada zamannya.

Sebagaimana firman-Nya:

وَإِذۡ قَالَتِ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ يَٰمَرۡيَمُ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصۡطَفَىٰكِ وَطَهَّرَكِ وَٱصۡطَفَىٰكِ عَلَىٰ نِسَآءِ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata, ‘Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh alam (pada masa itu).” (QS. Ali Imran: 42).

Maryam kemudian Allah persiapkan untuk menjadi ibu dari Nabi Isa AS, seorang nabi yang mulia dan terhormat di dunia dan akhirat.

Sebagaimana firman-Nya:

إِذۡ قَالَتِ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ يَٰمَرۡيَمُ إِنَّ ٱللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٖ مِّنۡهُ ٱسۡمُهُ ٱلۡمَسِيحُ عِيسَى ٱبۡنُ مَرۡيَمَ وَجِيهٗا فِي ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةِ وَمِنَ ٱلۡمُقَرَّبِينَ

Artinya: “(Ingatlah), ketika para malaikat berkata, ‘Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (firman) dari-Nya (yaitu seorang putra), namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).” (QS. Ali Imran: 45).

Kisah keluarga Imran mengajarkan bahwa doa yang tulus dan pengorbanan orang tua sangat berpengaruh pada kehidupan anak.

Kisah Inspiratif Kisah Keluarga Imran Maryam Binti Imran
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBelajar dari Kegagalan, Tips Bangkit dari Kekalahan dengan Penuh Semangat
Next Article Keindahan Negeri Dua Benua, Inilah 10 Tempat yang Harus Dikujungi di Turki

Informasi lainnya

Sahabat Kecil Rasulullah

13 Februari 2026

Senyum di Tengah Derita

12 Februari 2026

Harta Melimpah, Hati Tetap Zuhud

11 Februari 2026

Ketika Umar Menangis di Tengah Malam

10 Februari 2026

Makna Kiai dalam Tradisi Jawa: Antara Simbol dan Ilmu

19 Januari 2026

Menghidupkan Kembali Cahaya Keemasan Islam

26 November 2025
Paling Sering Dibaca

Ai Sri Mulyani, Ketelitian yang Berbuah Terang

Profil Adit Musthofa

Zakat Ternoda, Amanah Diperdagangkan

Editorial Udex Mundzir

Menuju Haji Suci: Panduan Perjalanan Sebelum Berangkat

Islami Alfi Salamah

Rebung Lebih Sehat dari Dugaan

Food Lisda Lisdiawati

Memisah Pemilu, Memecah Stabilitas

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Nasional
Lisda Lisdiawati5 Februari 2026

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis

Haji 2026 Diperketat, Jemaah Tak Sehat Terancam Gagal Berangkat

Pelaku UMKM Kesulitan Jadi Mitra MBG, Syarat Dinilai Berat

Layanan Legalisasi Apostille, Langkah Terbaru Ditjen AHU

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot thailand slot gacor slot gacor slot gacor