Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rakyat Tidak Punya Hak untuk Mendapat Keadilan di Negara Hukum

Genset Sound Horeg Terbakar, Respons Warganet Mengemuka

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 18 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Volkswagen Setuju Pangkas 35.000 Karyawan di Jerman

Langkah ini bertujuan menghemat Rp64 triliun, meski memicu aksi protes besar pekerja.
SilvaSilva30 Desember 2024 Global
Pemangkasan Karyawan Volkswagen 2024
Pemangkasan Karyawan Volkswagen 2024 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Berlin – Volkswagen AG (VW) telah mencapai kesepakatan dengan serikat pekerja untuk memangkas 35.000 karyawan di Jerman secara bertahap hingga tahun 2030. Kebijakan ini dirancang untuk menghemat biaya operasional hingga 3,79 miliar euro (sekitar Rp64 triliun).

Pengurangan ini akan dilakukan melalui skema pensiun dini dan pemangkasan kapasitas produksi di lima pabrik VW, yang sebelumnya memproduksi hingga 700 ribu kendaraan. Meski demikian, perusahaan tetap berkomitmen untuk menjaga 10 fasilitas produksinya di Jerman hingga tahun 2030.

Kesepakatan ini tercapai setelah negosiasi yang berlangsung selama berbulan-bulan. Serikat pekerja bahkan sempat menggelar dua aksi mogok besar, yang menjadi salah satu protes terbesar dalam sejarah perusahaan.

Selain pemutusan hubungan kerja (PHK), serikat pekerja juga mendesak para eksekutif untuk menerima pemotongan gaji. Sekitar 4.000 manajer VW akan kehilangan bonus tahunan sebesar 10% mulai tahun depan. Bahkan, CEO Volkswagen, Oliver Blume, disebutkan turut menghadapi pemangkasan pendapatan serupa.

Baca Juga:
  • China Terbitkan Visa ASEAN, Izin Tinggal 180 Hari Berlaku 5 Tahun
  • 240 Jurnalis Gugur di Gaza, Tertinggi Sepanjang Sejarah Perang
  • Malaysia Klaim Blok Ambalat, DPR Desak Kemlu Bertindak Tegas
  • Pramuka Indonesia Gigih Hadapi Jambore Korsel Panas

Keputusan ini merupakan respons atas menurunnya kinerja penjualan VW, terutama di China, yang merupakan pasar utamanya. Produsen mobil asal Jerman ini juga menghadapi tekanan kompetitif dari pabrikan lokal China seperti BYD, yang kini mulai merambah pasar Eropa dengan agresif.

“Langkah ini adalah bagian dari upaya kami untuk menjaga daya saing di tengah tantangan global,” kata seorang juru bicara VW.

Namun, kebijakan ini memunculkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap ekonomi Jerman, mengingat industri otomotif merupakan salah satu sektor terbesar penyedia lapangan kerja. Meski dianggap penting untuk keberlanjutan bisnis VW, pengurangan ini menjadi pukulan berat bagi para pekerja dan keluarganya.

Artikel Terkait:
  • Thailand Gelar Rapat Darurat Usai Gempa Myanmar Terasa di Bangkok
  • Gua Abu Al Waul Menjadi Potensi Wisata Geologi Saudi
  • Eks Presiden Peru Divonis, Istri Lari ke Brasil
  • Australia Batalkan Visa Politisi Israel Penyebar Kebencian

Serikat pekerja juga menuntut agar perusahaan tetap melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan strategis di masa mendatang.

Dengan langkah besar ini, Volkswagen diharapkan dapat merampingkan operasinya sambil beradaptasi dengan dinamika industri otomotif yang semakin mengarah pada elektrifikasi dan digitalisasi.

Jangan Lewatkan:
  • Bandara Internasional Laut Merah Riyadh: Destinasi Terbaru Arab Saudi
  • WMSJ 2025 Hadir di Jakarta, Ribuan Pramuka Muslim Dunia Berkumpul
  • Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah
  • Trump Ancam Tarif 100 Persen untuk BRICS Demi Dominasi Dolar
Industri Otomotif Jerman Pasar China PHK Karyawan Volkswagen VW
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleNguyen Xuan Son Bawa Vietnam ke Final Piala AFF 2024
Next Article Mantan Presiden AS Jimmy Carter Meninggal Dunia di Usia 100 Tahun

Informasi lainnya

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026

Harga BBM Melonjak, Warga Nairobi Serbu SPBU

18 April 2026
Paling Sering Dibaca

Bank Digital Ubah Cara Kita Mengelola Uang

Bisnis Ericka

Ilmu yang Terasing di Negeri Sendiri

Editorial Udex Mundzir

Terpidana Dilindungi, Hukum Dipermalukan

Editorial Udex Mundzir

Iklan Pinjaman Syariah Mencurigakan, Berujung Minta Uang Zakat

Kroscek Udex Mundzir

Riset Murah, Mimpi Besar

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

Pramuka SMKN 3 Bone Gelar Laga Palang 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi