Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 27 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Menu MBG Ramadan Diganti Instan, Ahli Gizi: Berisiko Sesat Pikir

Perubahan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) saat Ramadan memicu kritik, ahli gizi khawatir anak-anak terbiasa dengan makanan ultraproses.
AssyifaAssyifa10 Maret 2025 Kesehatan
Perubahan menu MBG Ramadan makanan instan
Perubahan menu MBG Ramadan makanan instan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) menuai kritik setelah mengganti menu berbasis makanan segar dengan produk instan seperti roti dan sereal. Perubahan ini dianggap berisiko menanamkan pola pikir keliru kepada anak-anak tentang makanan sehat.

Ahli gizi masyarakat, dr. Tan Shot Yen, menilai bahwa pembagian makanan ultraproses (UPF) di sekolah dapat membuat anak-anak menganggap produk instan sebagai pilihan sehat.

“Jika produk ultraproses dibagikan di sekolah, anak akan berpikir ini adalah asupan sehat. Mereka bisa menganggapnya sebagai pengganti sarapan, padahal jauh dari konsep makanan bergizi berbasis kearifan lokal,” ujarnya dalam unggahan di media sosial, dikutip Senin (10/3/2025).

Dr. Tan menekankan bahwa konsumsi makanan kemasan secara rutin dapat membentuk kebiasaan jangka panjang yang tidak sehat. Ia khawatir anak-anak akan mengabaikan makanan segar seperti telur atau buah karena lebih terbiasa dengan rasa makanan olahan yang cenderung lebih adiktif.

Baca Juga:
  • Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh
  • Lanny Mulqie: Pola Hidup Sehat Kunci Kelola Hipertensi
  • Kelas 1-3 Dihapus, Iuran BPJS Kesehatan Berubah Juli 2025
  • IDAI Imbau Orang Tua: Vaksinasi Anak Sebelum Mudik Lebaran

“Kandungan gula dan bahan tambahan dalam makanan ultraproses membuat rasanya lebih kuat. Jika terus dikonsumsi, anak-anak bisa kehilangan ketertarikan pada makanan alami yang lebih sehat,” tambahnya.

Tak hanya berdampak pada anak, dr. Tan juga mengingatkan bahwa perubahan menu ini dapat membingungkan masyarakat secara luas.

“Publik bisa jadi sesat pikir. Mereka akan mengira produk ultraproses baik-baik saja, padahal banyak penelitian menunjukkan keterkaitannya dengan berbagai masalah kesehatan,” tegasnya.

Artikel Terkait:
  • Manfaat Sehat Biji Selasih untuk Tubuh dan Kulit
  • Inilah 5 Cara Terapkan Self Love di Kehidupan Sehari-hari
  • Ini Waktu Terbaik Minum Air agar Tubuh Tetap Sehat
  • Rebusan Seledri untuk Vitalitas Sehari-hari

Sebagai solusi, dr. Tan menyarankan agar dapur MBG yang dikelola langsung oleh BGN tetap menyajikan makanan berbasis bahan segar dan kearifan lokal.

“Daripada memberikan makanan kemasan, dapur MBG bisa menyediakan menu berbuka yang lebih sehat seperti lemper, arem-arem, semar mendem, atau kroket. Ini lebih bernutrisi, halal, dan thayib tanpa bahan tambahan pabrikan,” ujarnya.

Kritik terhadap perubahan menu MBG ini semakin kuat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan dampak negatif makanan ultraproses. BGN diharapkan dapat mengevaluasi kembali kebijakan ini agar tidak mengorbankan kesehatan anak-anak dalam jangka panjang.

Jangan Lewatkan:
  • Meluruskan Konsep Self Love, Cinta Diri yang Sehat dan Seimbang
  • Rahasia Lari, Kunci Hidup Lebih Panjang dan Sehat
  • Minuman Ini Redakan Nyeri Haid
  • Tahukah Kamu Asupan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Tidur?
Badan Gizi Nasional Kesehatan Anak Makanan Instan MBG Ramadan Pola Makan Sehat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSistem “Si Mata Pejuang” Perkuat Daya Tarik Wisata Sangasanga
Next Article Kemenhub: Indonesia Airlines Belum Ajukan Izin Operasi

Informasi lainnya

Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

19 April 2026

Rahasia Lari, Kunci Hidup Lebih Panjang dan Sehat

12 April 2026

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

19 Maret 2026

Libur Lebaran, Program MBG Hemat Rp5 Triliun

17 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

14 Maret 2026

Kemenkes Ingatkan Risiko Sentuh Bayi Saat Lebaran

7 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Mas Isman, Komandan Rakyat Muda

Profil Alfi Salamah

Garuda Pertiwi: Semangat Tanpa Batas di Balik Trofi Perdana

Editorial Udex Mundzir

Hukum yang Dikebut, Rakyat yang Terjebak

Editorial Udex Mundzir

Puasa 72 Jam, Sehatkah Menurut Islam dan Ilmu Kedokteran?

Daily Tips Ericka

Orde Baru Jauh Lebih Baik

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi